Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tren Job Hugging Hantui Dunia Kerja, Ada Apa ?

Monday, September 29, 2025 | Monday, September 29, 2025 WIB

 

Oleh: Sarinah.


Tren job Hugging kini menghantui dunia kerja. Dahulu para pekerja lebih memilih untuk job hupping ketimbang job hugging, apakah sebenarnya yang menyebabkan para pekerja lebih memilih tren tersebut dan apa yang menyebabkan fenomena job hugging menjadi trending? Simak fakta berikut.

Istilah job hugging kini tak asing lagi ditelinga masyarakat, Istilah job hugging atau bertahan di tempat kerja kini menjadi tren dalam dunia kerja. Fenomena ini makin marak di tengah situasi pasar kerja yang penuh ketidakpastian. Para pekerja merasa lebih aman bertahan di tempat kerja lama, dari pada harus mengambil resiko pindah kerja untuk mengejar kenaikan gaji (job hupping).

Tercatat dalam Survei ZieRecruiter, tingkat pekerja yang keluar dari pekerjaan hanya 2 persen dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu 52 persen kariawan baru hanya berganti pekerjaan sekali dalam dua tahun terakhir, naik dari 43 persen dari sebelumnya. 

Banyak pekerjaan merasa pasar kerja saat ini sedang lesu dan resiko PHK ( Pemutusan Hubungan Kerja) bisa saja meningkat.

Pertambahan pekerjaan juga melemah secara signifikan. Dan laju perekrutan kerja melambat ke level terendah sejak 2013

Setelah periode great resighnation pada 2021-2022 yang membuat banyak perusahaan kekurangan tenaga kerja, kini banyak pengusaha lebih memilih mempertahankan stafnya ketimbang merekrut pekerja baru.

Ahli strategi pasar global scott Wren senior di Wells Fargo Investment Institute mengatakan, Ketidakpastian mengenai dampak tarif dan pertumbuhan ekonomi telah membuat banyak perusahaan ragu untuk menambah tenaga kerja saat ini.

Ada resiko jika pekerja terlalu nyaman, hingga merasa puas diri bisa membahayakan karakter pekerjaan. Jika jobb hugging tidak dikelola dengan baik justru bisa menjadi bumerang bagi para pekerja (detikFinance 20 September 2025).

Banjir job hugging makin marak di Indonesia dan Amerika, kondisi ekonomi makin lesu dan PHK yang meningkat hingga pasar kerja yang tak bergairah serta kinerja perusahaan yang tak optimal ini, jika dicermamati penyebab utamanya adalah karena sistem Kapitalisme global yang gagal menjamin pekerjaan bagi rakyat. Perusahaan swasta mengambil alih kewajiban negara untuk mengendalikan lapangan kerja, hingga pelegalan Sumber Daya Alam pada segelintir kapitalis.

Praktik ekonomi non riil dan praktik ekonomi berbasis ribawi menimbulkan minim mengerakkan ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Ini menunjukkan rusaknya peradaban Kapitalisme yang diemban oleh berbagai negara di berbagai belahan dunia. 

Dalam peradaban Kapitalisme, meskipun kurikulum PT disiapkan untuk adaptif dengan dunia kerja, tetapi prinsip liberalisasi perdagangan ( termasuk perdagangan jasa) menjadikan negara lepas tangan dalam memutuskan warganya bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya. Walhasil masyarakat tidak memiliki kepastian untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam pandangan Islam, negara bertanggungjawab untuk mengatur rakyat termasuk menyediakan lapangan pekerjaan. Hal ini tercantum dalam muqaddimah dustur (undang - undang dasar) pasal 153.

Kebijakan Khalifah (kepemimpinan dalam Islam) menyediakan lapangan pekerjaan dan mengelola Sumber Daya Alam, industrialisasi ihya'ul mawwat ( mengelola tanah terlantar), memberikan tanah produktif, memberikan bantuan modal, sarana dan keterampilan bagi warga yang membutuhkan.

Dalam Islam, pendidikan dan pekerjaan selalu dibingkai dengan ruh ( kesadaran kepada Allah) dan keimanan serta terikat dengan standar halal- haram.

 Negara melayani urusan rakyatnya juga dengan dorongan ibadah dan takwa kepada Allah. Sebab dalam Islam tugas pemimpin adalah meriayah ( mengurusi) rakyatnya. Hanya dengan Islam masyarakat akan makmur dan lepas dari fenomena job hugging. Islam adalah satu-satunya solusi yang sohih ( benar) bagi semua permasalahan yang timbul di bumi Allah ini.

Allahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update