Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lonely in The Crowd: Dampak Buruk Sosial Media Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Tuesday, September 30, 2025 | Tuesday, September 30, 2025 WIB



Oleh : Rifka Nurbaeti, S.Pd (Pegiat Literasi)


          Media sosial bukanlah hal yang baru di era sekarang ini. Global Digital Reports dari Data Reportal bahkan melaporkan ada 5,25 miliar orang yang aktif di media sosial. Perasaan terhubung di sosial media bukan berarti menghilangkan perasaan sepi. Seseorang dapat begitu aktif di dunia maya tetapi minim interaksi sosial.

          Fenomena ini menarik perhatian mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY. Mereka melakukan riset yang berjudul "Loneliness in the Crowd: Eksplorasi Literasi Media Digital pada Fenomena Kesepian di TikTok melalui Konfigurasi Kajian Hiperrealitas Audiovisual". Menurut teori hiperrealitas, representasi digital kerap dianggap lebih 'nyata' daripada realitas itu sendiri, sehingga emosi yang dibentuk media bisa mempengaruhi kesehatan mental serta hubungan sosial seseorang. (Dikutif dari detik.com. 18 september 2025)                                                                                              

                                                                                                                                                                      Lonely in The Crowd Akibat Hidup dalam Sekuler-Kapitalis

          Masyarakat di era digital banyak yang merasa kesepian di tengah hiruk-pikuk bermedia sosial. Gen Z disebut generasi yang paling merasa kesepian, insecure bahkan mengalami kesehatan mental, semua ini bukan sekedar persoalan kurangnya literasi digital dan manajemen penggunaan gawai. Rasa kesepian diakibatkan juga dari sikap asosial yang secara tak sadar diidap oleh mayoritas masyarakat dewasa kini, khususnya generasi muda. Rasa didalam diri yang selalu ingin menarik diri dari berinteraksi secara langsung, dan lebih memilih untuk melakukan interaksi via virtual.

          Sikap asosial dan perasaan kesepian akan berdampak buruk dan merugikan umat. Terlebih lagiuntuk generasi muda yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya-karya produktif, sehingga akan menjadi generasi yang lemah tak berdaya. Kepedulian terhadap persoalan umat juga tak akan mampu dipotret oleh masyarakat yang terjebak dalam kesepian dirinya. 

          Ini juga manifestasi yang dihasilkan dari industri media sosial kapitalis yang menyajikan segala kabar dan konten sampah dan justru menurunkan kualitas hidup masyarakat. Konten yang disediakan tanpa ada penyaringan kelayakan, tentu menjadi suatu persoalan. Informasi Dari iklan terselubung penuh dengan konten yang dirancang untuk mempengaruhi pemikiran dan perilaku, seringkali menciptakan standar tidak realistis tentang kesuksesan, kecantikan, dan gaya hidup.Tentunya semua itu dapat berdampak pada cara pandang yang keliru karena standar medsos yang menjadi pijakan di kalangan muda.

                                                                                                                                                                       Islam Mengentaskan Lonely in The Crowd

          Masyarakat, khususnya generasi Islam harus mempunyai kesadaran bahwa Islam tidak hanya menyelesaikan permasalahan ibadah dan akhlak saja tetapi juga sebagai way of life mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus ada interaksi dengan manusia lainnya, bahkan Islam memerintahkan untuk saling tolong menolong, peduli dengan persoalan umat baik lokal maupun internasional, dll.

          Masyarakat yang faham dengan Islam yakni berkepribadian Islam, tentu tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban sistem sekuler kapitalis yang saat ini banyak mempengaruhi pemikiran dan gaya hidup, termasuk pengaruh sosial media. Mereka akan sadar bahwa penggunaan media sosial yang tidak bijak akan mengakibatkan problem buruk bagi umat. Seperti asosial, dan kesepian yang sungguh merugikan umat.

          Dalam sistem Islam, negara harus hadir sebagai penanggung jawab urusan umat, termasuk memastikan terbentuknya masyarakat berkepribadian mulia yakni Islam. Masyarakat, khususnya generasi muda dibimbing agar memahami tujuan penciptaan, diajarkan berfikir berdasarkan standar syariat, serta dibiasakan berprilaku sesuai akhlak Islam. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh sebagai muslim sejati yang siap menjadi pemimpin umat.

          Negara yang menerapkan sistem Islam Kafah (Khilafah) juga akan menempatkan media pada peran strategis, yakni sebagai sarana edukasi dan dakwah. Media tidak akan dibiarkan bebas menyebarkan konten yang bisa merusak, melainkan dikontrol supaya seluruh isi siaran sejalan dengan nilai Islam. Media akan berfungsi membangun pola pikir dan pola sikap generasi sesuai tuntunan syariat.

          Maka dari itu, generasi tidak lagi dijejali hiburan kosong dan ide-ide asing, melainkan diarahkan untuk menjadi insan berilmu, berakhlak, dan berkontribusi dalam membangun peradaban Islam.


Wallahu’alam bisshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update