Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hentikan Genosida Palestina

Monday, August 11, 2025 | Monday, August 11, 2025 WIB

 


Oleh

Tsabita (Pegiat Literasi)


Kekejaman Zionis masih terus berlangsung. Pelaparan menjadi senjata baru genosida di Palestina. Sejak 2 Maret 2025, Gaza telah di blokade total, bantuan-bantuan tertahan di perbatasan Mesir dan Yordania. Dalam kondisi krisis, 2 juta warga Gaza harus bertahan dengan apa yang ada di sekitar mereka. Gaza masih terus bertarung nyawa. Pelaparan menjadi senjata baru genosida Zionis Yahudi Israel.


Korban jiwa terus meningkat. Puluhan ribu tewas dan luka-luka. Jumlah warga Palestina di jalur Gaza yang dilanda perang telah mencapai 55.362 orang dengan 128.741 orang lainnya luka-luka. Data tersebut dikeluarkan oleh otoritas Kesehatan Gaza pada minggu, 15 Juni 2025, sejak konflik antara Palestina dan Israel memanas pada 7 Oktober 2023.


Kekejaman Zionis yang melakukan penembakan di pusat distribusi bantuan kemanusiaan telah menambah daftar panjang korban jiwa. Juru bicara kantor hak asasi manusia (HAM) PBB, Thameen Al-Kheetan mengatakan, lebih dari 1000 warga Palestina kini telah dibunuh militer Israel saat mencoba mendapatkan makanan di Gaza sejak Yayasan kemanusiaan Gaza (GHF) mulai beroperasi pada 27 Mei.


Ancaman bukan hanya dari bom, tetapi juga bencana kelaparan telah merenggut banyak nyawa. Membiarkan kaum muslim Gaza satu per satu mati perlahan karena menahan lapar. Sebanyak 900.000 anak di Gaza menderita kelaparan, dan 70.000 orang di antara mereka mengalami malnutrisi. Jumlah total kematian akibat kekurangan gizi mencapai 101 orang.


Sejumlah negara Arab termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Mesir bergabung menyerukan agar Hamas menyerahkan senjata dan mengakhiri kekuasaannya di Jalur Gaza. Seruan ini disampaikan dalam upaya mengakhiri perang yang menghancurkan wilayah tersebut dan menghidupkan kembali solusi dua negara (two state nation) bagi Israel dan Palestina.


"Dalam konteks penghentian perang di Gaza, Hamas harus mengakhiri pemerintahannya dan menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina, dengan dukungan dan keterlibatan internasional, sesuai tujuan pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka," demikian bunyi pernyataan tersebut. (www.mediaindonesia.com/16/6/2025)


 *Akar Masalah* 


Keberadaan Zionis di tanah Palestina adalah hasil dari perjanjian keji internasional negara-negara front Barat, yang menjadi langkah awal penjajahan Zionis di Palestina yang terus dipelihara oleh negara pengemban ideologi kapitalisme yaitu perjanjian Skyes-picot dan deklarasi Balfour dari Inggris-Amerika Serikat yang menjadikan Zionis sebagai penjaga kepentingan di wilayah Timur Tengah dan mendukung mereka dalam aksi genosida di Palestina hingga sekarang.


Pergerakan pasukan dari negeri-negeri Islam terhalang oleh nasionalisme dan batas negara (nation-state). Dengan adanya nation-state dan nasionalisme umat Islam tidak mampu membebaskan Palestina dari entitas Yahudi. Adanya perjanjian sykes-picot yang membuat kaum muslim terkotak kotak menjadi nation state, sehingga tidak merasa ikut campur dengan permasalahan yang ada di negeri lain. Agar kaum muslimin tidak memiliki perasaan untuk bersatu kembali maka paham nasionalisme yang di buat barat merasuk di benak kaum muslimin.


Sementara itu, PAN Arabisme yang menjadi cikal bakal nasionalisme di negeri-negeri muslim sehingga umat islam jadi terpecah belah dan lemah, menjadi mudah bagi Barat untuk mampu mengendalikan kaum muslim dengan kekuasaanya. Karena itu, perlawanan entitas Yahudi dengan mengirim tentara adalah hal yang nihil terjadi karena paham yang rusak tersebut.


Disisi lain, wacana solusi dua negara (two state nation) tidak akan mampu menyelesaikan persoalan Palestina, justru akan memberi kesempatan bagi zionis untuk menguasai wilayah Palestina. Sebagaimana firman Allah SWT, “orang- orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Muhammad) sehingga engkau mengikuti agama mereka.” (QS Al-Baqarah 2:120)


Allah SWT juga berfirman dalam QS Ali-Imran 3:118, “Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar.”

Pelaparan Gaza merupakan persoalan sistematis yang harus segera dituntaskan. Umat Islam seharusnya menolak solusi dua negara karena secara fakta Palestina merupakan tanah kaum muslimin. Melegalkan penduduk zionis masuk ke tanah umat Islam sama saja memihak pada penjajah dan mengabaikan saudara seakidah dan penghinaan kepada umat Islam.


 *Tinjauan Islam* 


Persoalan Palestina bukan hanya masalah bangsa Arab melainkan persoalan seluruh umat muslim. Spirit menolong Gaza tidak hanya sebatas alasan kemanusiaan saja, tapi karena kewajiban yang bernilai ibadah. Umat muslim tidak tersekat sekat melainkan Bersatu layaknya satu tubuh.


Rasulullah SAW bersabda “Perumpamaan orang orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi, bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (ikut merasakannya).” (HR.Bukhari dan Muslim)


Umat muslim dipersatukan dengan ikatan akidah Islam yang membuat mereka bersaudara, syariat Islam yang selaras dengan pemikiran dan perasaan umat dan mampu menjaga juga melindungi pemikiran masyarakat. bukan atas dasar ikatan lemah yang bersifat emosional, yang hanya muncul Ketika di suatu negeri terancam bahaya, tetapi ketika dalam keadaan aman maka sirnalah kekuatan negeri tersebut dalam memperdulikan kondisi negara lain jika terjadi penjajahan dan pembantaian.


Allah SWT berfirman, “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” (QS. Ali Imran 3:103)


Palestina merupakan tanah milik kaum muslim yang pertama kali dibebaskan pada masa khalifah Umar bin Khattab ra. dan untuk kedua kalinya dibebaskan oleh sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Islam melindungi hak kaum muslim. Pada masa pemerintahan sultan Abdul Hamid II, seorang tokoh dari Zionis, Theodor Herzl ingin membeli tanah Palestina dengan menawarkan sejumlah uang dan janji politik kepada Khalifah Abdul Hamid II agar mengizinkan pemukiman yahudi secara besar-besaran di Palestina. Namun sang khalifah tegas menolak tawaran tersebut karena ia mengatakan tanah itu telah diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan umat Islam. 


Tampak jelas bahwa kehormatan, kemuliaan dan pembebasan Palestina hanya terwujud dengan adanya negara Islam. umat butuh perisai. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya imam (khalifah) itu laksana perisai yang (orang orang) akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaannya)” (HR Al-Bukhari)


Ini menunjukkan umat butuh perisai, kemuliaan Islam harus diperjuangkan kembali dengan adanya sebuah kepemimpinan yang akan menyatukan umat muslim dengan melakukam dakwah ideologis yang tulus mengajak umat untuk berjuang.


Dengan rahmat Allah, jalan dakwah akan mendapatkan hasil sepanjang menapaki thariqah Rasulullah, sebagaimana yang diemban oleh jamaah dakwah ideologis yang tulus menerapkan Islam kaffah. Wallahu a’lam bishawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update