Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akhiri Pendudukan Gaza, Bebaskan Segera dengan Jihad dan Khilafah!

Wednesday, August 13, 2025 | Wednesday, August 13, 2025 WIB Last Updated 2025-08-13T04:55:58Z
Akhiri Pendudukan Gaza, Bebaskan Segera dengan Jihad dan Khilafah!

Oleh: Astri Ummu Zahwa, S.S


Kondisi Gaza semakin memprihatinkan. Kelaparan di Gaza makin menunjukkan krisis kemanusiaan yang sangat serius dan membutuhkan bantuan internasional segera. Krisis pangan ini merupakan hasil dari kebijakan sistematis yang mempersempit akses terhadap kebutuhan dasar.

Blokade berkepanjangan yang dilakukan oleh Israel telah menghambat bantuan kemanusiaan dan mengisolasi 2 juta warga dari dunia luar. WHO melaporkan, setidaknya ada 63 kasus malnutrisi pada Juli 2025, termasuk 24 di antaranya dialami oleh balita. Tingkat malnutrisi akut global di Gaza meningkat tiga kali lipat sejak Juni, dengan hampir satu dari lima anak di bawah lima tahun mengalami malnutrisi akut.

Pada Maret 2024, UNICEF mencatat malnutrisi akut pada anak di bawah dua tahun naik dari 15,6 persen menjadi 31 persen dalam kurun sebulan di Gaza Utara. Setidaknya 23 anak meninggal akibat krisis itu.


Senin, 7 Juli 2025 lalu, organisasi dokter untuk kemanusiaan Israel, Physicians for Human Rights Israel (PHRI), memuat laporan tentang praktik genosida di Gaza. Laporan bertajuk “Destruction of Conditions of Life: a Health Analysis of The Gaza Genocide” tersebut menyebut kebrutalan Israel sebagai tindakan yang disengaja, kumulatif, dan berkelanjutan.

Laporan itu juga membeberkan temuan lain: 92 persen balita (khususnya usia 6 bulan hingga 2 tahun) mengalami kekurangan makanan, minimal 85 anak telah meninggal karena kelaparan, 9 dari 10 warga Gaza telah dipindahkan paksa, 92 persen rumah hancur atau rusak, termasuk layanan kesehatan penting.

 

PHRI menyatakan bahwa tindakan tersebut setara dengan genosida, merujuk pada definisi yang tercantum dalam Konvensi Genosida 1948. Terlebih, pada 19 Juli 2024 lalu, Mahkamah Internasional juga menyatakan bahwa kehadiran Israel di wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza, adalah ilegal. (tirto.id, 01/08/2025)


Delapan negara Eropa mengecam keras rencana pemerintah Israel untuk menduduki sepenuhnya Kota Gaza dan dengan tegas menolak segala perubahan demografis maupun teritorial.

Dalam pernyataan bersama, Ahad (10/8/2025), para menteri luar negeri dari Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Norwegia, Portugal, Slovenia, dan Spanyol menyatakan kecaman keras atas pengumuman terbaru Pemerintah Israel mengenai intensifikasi pendudukan dan serangan militer, termasuk di Kota Gaza.


Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana pendudukan Kepala Otoritas Benjamin Netanyahu pada Jumat pagi, yang kemudian ditentang luas.

Para menteri luar negeri tersebut mencatat bahwa rencana pendudukan tersebut akan menyebabkan jumlah kematian yang sangat tinggi dan tidak dapat diterima dan pengusiran paksa hampir 1 juta warga sipil Palestina.

Para menteri tersebut juga memperingatkan bahwa intensifikasi serangan militer dan pendudukan Kota Gaza merupakan hambatan serius terhadap upaya penerapan solusi dua negara.

“Jalur Gaza harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Negara Palestina bersama Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur,” kata pernyataan itu, seraya menyebutkan bahwa pengakuan Palestina dan Israel merupakan jaminan keamanan terbaik bagi keduanya dan akan menjamin stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah.


Israel sedang menghadapi kecaman internasional yang meningkat akibat perang mematikan di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 61.400 orang sejak Oktober 2023. Kampanye militer itu telah menghancurkan wilayah kantong tersebut dan membuatnya berada di ambang kelaparan. (Republika.co.id, 01/08/2025)


*Butuh kekuatan Besar*


Melihat apa yang terjadi di Gaza, tampak jelas bahwa untuk menolong muslim Gaza, tidak mungkin hanya bermodal gerakan dan semangat kemanusiaan, sekalipun bukan berarti apa yang sudah dilakukan itu sia-sia. Tidak mungkin juga masalah Palestina diselesaikan oleh solusi-solusi absurd yang mereka tawarkan, termasuk solusi dua negara yang sejatinya tidak mungkin diterima oleh Zionis. Masalah Palestina dan Gaza hakikatnya merupakan urusan politik dan lahir dari keputusan-keputusan politik yang harus dilawan dengan gerakan dan langkah-langkah politik yang dilakukan oleh sebuah negara dengan kekuatan besar. Ia akan menggabungkan seluruh kekuatan umat hingga tampil sebagai negara mandiri dan kuat. Ia adalah Khilafah, yang akan memobilisir tentara dan senjata untuk menolong Gaza dan membebaskan Palestina dengan jihad fi sabilillah.


Khilafahlah yang akan mengembalikan wibawa umat sebagaimana seharusnya. Khilafah adalah janji Allah dan bisyarah Rasulullah saw. yang pasti wujudnya.

Kemunculan Khilafah ini sangat ditakuti penguasa Amerika dan sekutunya, termasuk oleh pemimpin Zionis yang hari ini tengah menghinakan Palestina, khususnya Gaza. Netanyahu, pada 23-4-2025, pernah berkata, “Kami bertekad untuk membebaskan para tawanan dan kami tidak akan membiarkan berdirinya Khilafah Islam (Kekhalifahan) mana pun, baik di utara maupun di selatan, atau di tempat lain mana pun. Jika para ekstremis mengalahkan kami, dunia Barat akan menjadi target mereka berikutnya.” Apa yang ia katakan ini sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Presiden Amerika ke-43, George W. Bush jauh sebelumnya, “Mereka berharap untuk mendirikan utopia politik yang penuh kekerasan di seluruh Timur Tengah, yang mereka sebut Kekhalifahan, di mana semua orang akan diperintah sesuai dengan ideologi kebencian mereka.”

Ketakutan ini tampak sudah merasuk dalam darah dan daging mereka sehingga menciptakan berbagai drama dan narasi sesat demi memonsterisasi Islam politik dan konsep negara Khilafah. 


*Gaza Bebas dengan Jihad dan Khilafah*


Allah swt berfirman,

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ

“Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 190).


Juga ayat,

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

“Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, kalian wajib menolong mereka.”(QS Al-Anfal [8]: 72).


Demikian halnya Rasulullah saw. di dalam hadis,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Bukhari dan Muslim).


Umat Islam bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota tubuh merasakan sakit, seluruh tubuh akan merasakan dampaknya. Begitu pula dengan sesama muslim sehingga menunjukkan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Gaza adalah bagian tubuh kaum muslim yang teraniaya. Maka kaum muslimin wajib untuk segera membebaskannya.


Sebagaimana wasiat Terakhir Jurnalis Al Jazeera Anas Al Sharif Sebelum Dibunuh Israhell,

"Aku mendesak kalian: jangan biarkan rantai membungkam kalian, jangan biarkan perbatasan membatasi kalian. Jadilah jembatan menuju kemerdekaan tanah ini dan rakyatnya, hingga matahari kehormatan dan kebebasan terbit kembali di atas tanah air kita yang dirampas. Jangan lupakan Gaza… Dan jangan lupakan aku dalam doa-doa tulus kalian untuk pengampunan dan penerimaan."


Untuk itu sudah seharusnya kaum muslimin memantapkan langkah, membulatkan tekad, untuk berjuang bagi tegaknya Khilafah, karena Khilafahlah yang akan menghimpun hampir dua miliar umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Dengan persatuan itu, umat Islam akan memiliki kekuatan menghadapi seluruh makar yang dilakukan oleh musuh Islam di berbagai wilayah dunia Islam. Di Uighur, Rohingya, dan terkhusus Palestina.


Dengan semangat jihad, semangat yang menggelora menyongsong panggilan Allah, dan yakin bahwa tidak ada yang buruk dalam aktivitas jihad. Menang mendapat kebaikan, syahid juga kebaikan. InsyaaAllah dengan persatuan di bawah naungan Daulah Khilafah, umat Islam akan memiliki kekuatan luar biasa menghadapi siapa pun, termasuk mereka-mereka yang ini hari melindungi negara Zionis yang telah menghancurkan wilayah yang diberkati. Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update