Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kurikulum Cinta = Deradikalisasi Sejak Dini!!

Wednesday, August 13, 2025 | Wednesday, August 13, 2025 WIB Last Updated 2025-08-13T06:05:55Z
Kurikulum Cinta = Deradikalisasi Sejak Dini!!

Penulis : Leli Amaliah, S. Kom


Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) resmi meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Kamis, 24 Juli 2025 di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Kurikulum Berbasis Cinta ini sebagai wajah baru pendidikan Islam sebagai transformasi besar dalam ekosistem pendidikan nasional sebagai respon terhadap krisis kemanusiaan, intoleransi, dan degradasi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Selain itu, disebutkan juga bahwa Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada transfer ilmu saja, tetapi juga bermaksud agar tertanam nilai-nilai cinta, kebersamaan, dan tanggungjawab ekologis sejak dini, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. (Kemenag.gp.id, 24/07/2025) 


Kurikulum Cinta yang dihadirkan sebagai upaya dalam menciptakan kepedulian sosial, empati dan menghormati sesama manusia secara terbuka ditujukan sebagai strategis deradikalisasi melalui jalur pendidikan. Dengan menggunakan istilah cinta membuat tampak terlihat baik ternyata menyimpan bahaya yang luar biasa dimana membentuk pola pikir generasi untuk menjauhi Islam secara kaffah, mencurigai saudara seiman dan mengarahkan mereka untuk tunduk pada narasi Barat. 


Masalah mendasar pada Kurikulum cinta ini adalah landasan yang digunakannya adalah sekularisme. Dimana tidak menjadikan akidah Islam sebagai pondasi. Sekularisme merupakan pemisahan agama dari kehidupan dan menjadikan akal sebagai penentu dalam menilai baik dan buruk. Sehingga pendidikan yang berasaskan sekularisme akan membentuk generasi yang ragu terhadap ajaran agama Islam dan takut menyuarakan Islam secara politik serta menjadi alergi terhadap syariat Islam. 


Islam menetapkan bahwa Kurikulum harus berbasis akidah Islam karena akidah adalah asas kehidupan seorang muslim termasuk asas negara Islam. Negara berkewajiban dalam menjaga akidah rakyatnya. Termasuk dalam pendidikan karena pendidikan merupakan bidang stategis yang menentukan masa depan bangsa. Sistem pendidikan Islam adalah benteng bagi umat dari kerusakan moral dan perbuatan maksiat. Pendidikan Islam bukan hanya sekedar transfer ilmu tetapi memiliki karakter istimewa yang menjadikannya unggul atas peradaban manapun. 


Pendidikan yang ideal seharusnya membentuk kepribadian Islam bukan hanya sekedar moralitas umum. Kepribadian Islam hanya bisa terbentuk dari akidah yang melandasi pola pikir Islam dan pola sikap Islam. 


Dengan demikian, pendidikan bukan hanya mencetak manusia yang ramah tapi juga yang tangguh secara pemikiran, baik akhlaknya dan siap memperjuangkan nilai-nilai Islam ditengah tantangan zaman saat ini. Seorang Muslim wajib meyakini bahwa hanya Islam agama yang benar dan hanya dengan penerapan Islam kaffah kebaikan akan terwujud.


Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update