Oleh : Nina Iryani S.Pd
Dilansir dari TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA, anak punk menganiaya ustad asal Ciamis gara-gara tak terima ditegur. Penganiayaan berupa pemukulan itu terjadi di jalan raya Jamanis-Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (2/7/2025) malam.
Sebelum kejadian, korban yang bernama Syamsul Romli membeli oleh-oleh bersama anaknya di wilayah Jamanis. Pada saat pulang, dia melihat ada anak punk yang sedang berjalan sempoyongan diduga dalam keadaan mabuk pukul 19.30 WIB.
Anak punk tersebut yang bernama Ayi (26) malah langsung melakukan tindakan kekerasan menggunakan senjata tajam berupa taring babi saat ditegur. Korban mengalami luka di pelipis kiri.
Korban pun ditolong warga sekitar dan dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat penanganan medis. Selanjutnya kasus ini juga dilaporkan ke Polsek Jamanis.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, membenarkan adanya aksi kekerasan yang dilakukan anak punk terhadap warga asal Ciamis terjadi di wilayah Jamanis.
Herman mengatakan pihaknya telah mengamankan pelaku dan barang bukti saat melakukan aksi kekerasan.
"Pelaku mabuk seusai minum minuman keras dengan di oplos" ucap Herman. Kamis (3/7/2025).
Herman mengungkapkan korban mengalami luka di pelipis kiri akibat benda tajam milik pelaku.
"Pelaku memukul menggunakan taring babi ke korban. Sobek pelipis kiri tapi tidak terlalu gede" ucap Herman.
Betapa miris nya pemuda hari ini mabuk dianggap biasa. Ditegur tidak terima, menganiaya tiada rasa takut. Krisis moral, bergaya hidup sesuka hati seolah tidak akan meninggalkan dunia ini.
Bukan hanya kejadian ini keadaan pemuda rusak dan merusak. Begitu banyak kasus-kasus serupa bahkan lebih parah lagi. Dimana penganiayaan, bully, mengancam bahkan pembunuhan terus meroket.
Allah SWT berfirman :
"Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan (kedzaliman) penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizalimi (lagi). Pasti Allah akan menolongnya. Sungguh Allah maha pemaaf. Maha pengampun"
(TQS. Al-Hajj ayat 60).
Allah SWT berfirman:
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik"
(TQS. Al-A'raf ayat 56).
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih"
(TQS. Asy-Syura ayat 42).
Demikian, maka harusnya:
1. Dilarang menganiaya (mendzalimi) dalam bentuk apapun.
2. Menghargai nasihat yang baik dan memperbaiki.
3. Menyadari kesalahan dan memperbaiki diri demi kebaikan dunia akhirat.
4. Menjadi generasi Rabbani, generasi yang berilmu, bertakwa dan agen perubahan lebih baik demi kesejahteraan kini, esok dan seterusnya.
5. Jadi lebih baik mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari hal yang kecil.
6. Menimba ilmu seluas-luasnya terutama ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu bermanfaat lainnya.
7. Dakwah kan walau hanya satu ayat.
8. Ajak perubahan lebih baik pada keluarga, masyarakat dan negara untuk menerapkan Islam kaffah agar sejahtera dunia akhirat.
Hanya saja, sistem sekuler yang diterapkan saat ini, bahkan miras dilegalkan. Penganiayaan hukumannya ringan bahkan bagi mereka yang memiliki banyak uang atau terkenal atau memiliki jabatan dengan mudah lolos dari jeratan hukum.
Kerusakan demi kerusakan terus bertambah jika hukum sekuler terus dibiarkan berkuasa. Generasi muda yang seharusnya menjadi penerus terbaik demi kelangsungan hidup yang lebih baik, seolah tidak rapat diharapkan.
Oleh karenanya, mari sama-sama kita perbaiki yang rusak, hidup harus lebih baik dan bahagia dunia akhirat dengan terus berdakwah, terus menimba ilmu, terus berjuang hingga janji Allah yaitu diterapkan nya hukum-hukum Islam terwujud.
Wallahu 'alam bissawab

No comments:
Post a Comment