Oleh: Emy
(Ibu rumah tangga)
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengklaim kemiskinan di kabupaten Bandung, Jawa Barat saat ini hanya menyisakan 0,5 persen. "Mengurangi kemiskinan ini merupakan suatu kewajiban kita bersama. Termasuk kabupaten Bandung, terutama dalam mengentaskan kemuskinan ekstrem yang tahun 2026 targetkan nol persen," kata Dadang dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu, 23 Juni 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Pada Desember 2024, Kemiskinan ekstrem di kabupaten Bandung tercatat berada pada angka 0,5 persen. Angka itu turun dibandingkan tahun 2021, yakni 1,78 persen.
Berdasarkan data SEN atau data tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Data SEN ini salah satu patokan untuk bagaimana kita melakukan intervensi," ucapnya. Salah satunya, menurut Dadang, dengan perencanaan matang terkait penggunaan anggaran. Dengan demikian, target kemiskinan 0 persen pada 2026 diharapkan dapat tercapai. Selain itu, Dadang mengaku Pemerintah kabupaten Bandung juga menyelesaikan sebanyak 29.347 rumah tidak layak huni, dan ditargetkan akan rampung dalam tiga tahun kedepan. "Tentunya dalam kurun waktu yang singkat ini 0,5 persen miskin ekstrem di kabupaten Bandung, dan untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem itu membutuhkan anggaran Rp 50 juta per kepala keluarga ," tuturnya.
Semenjak negeri ini merdeka dan sudah beberapa periode pergantian presiden, tetapi masalah kemiskinan masih terus menjadi masalah besar. Walaupun dengan berbagai cara dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dinegeri ini tidahlah menjadikan perubahan, termasuk dengan memberikan kebijakan berupa bantuan berkala untuk masyarakat miskin bukanlah cara yang efektif, tidak akan dapat menghapus kemiskinan ekstrem dan hanya kebijakan tambal sulam saja, dan tidak akan membuat rakyat sejahtera. Bahkan kebijakan itu tidak merata dan salah sasaran. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan adalah, lapangan kerja yang semakin sempit bahkan PHK semakin meningkat, dan mengakibatkan tidak sedikit rakyat yang menganggur, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Rendahnya daya beli dan mengakibatkan banyak usaha yang sepi, bahkan sampai gulung tikar.
Selain itu, adanya campur tangan para kapitalis dalam segala bidang seperti pendidikan, kesehatan dan bahkan perumahan semuanya di jadikan ladang bisnis, sehingga untuk mendapatkan pasilitas itu masyarakat harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit, bahkan tidak terjangkau oleh rakyat kecil. Belum lagi, dengan permasalahan perumahan masih banyak terdapat pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, dimana terdapat rumah-rumah yang kumuh dan jauh dari kata layak huni. Walaupun saat ini pemerintah menargetkan kemiskinan 0 %, dengan memperbaiki rumah layak huni tetapi tidak akan dapat terwujud, dibanding dengan kemiskinan yang terkatagori ekstrem yang terjadi dinegeri ini.
Tentunya ada penyebab kenapa tingkat kemiskinan ekstrem dinegeri ini, khususnya di kabupaten Bandung. Karena negara tidak mengelola sendiri sumber daya alam yang melimpah untuk kepentingan rakyatnya. Dalam hal ini, justru sumber daya alam diserahkan kepada kepada pihak swasta dan pemilik modal. Akibat dari penerapan sistem kapitalis ini, menyebabkan distribusi kekayaan yang tidak adil, akibatnya kekayaan hanya berputar pada segelintir orang saja, sehingga yang kaya semakin kaya dan yang miskin tetaplah miskin. Maka selama sistem kapitalis diadopsi oleh negara ini, maka kemiskinan secara umum dan kemiskinan ekstrem 0% hanyalah halusinasi saja.
Didalam sistem Islam, dalam mewujudkan mengentaskan kemiskinan berbasis pada penerapan Islam secara kaffah, sehingga kesejahteraan rakyat akan tercapai. Dalam sistem perekonomian Islam, negara akan menjamin kebutuhan pokok diantaranya sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan sehingga rakyat sejahtera secara merata, tidak ada katagori rakyat miskin. Dalam sistem Islam akan memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya secara mandiri dan tidak bergantung dan menyenangkannya pada swasta, karena pemimpin dalam Islam berfungsi sebagai pengurus dan pelindung rakyatnya.
Oleh karena itu, tanpa dukungan seluruh umat muslim,tentunya sistem Islam tidak akan tegak dan terwujud dengan sendirinya. Mereka tidaklah menyadari tentang kewajiban dan kebaikan hidup dibawah naungan Daulah Islam. Secara tidak sadar, mereka sedang merasakan keburukan yang menimpa hari ini adalah konsekuensi hidup dalam sistem kapitalis sekuler yang tidak berdasarkan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, sudah saatnya kita menerapkan Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan. Karena dengan menerapkan syariat Islam akan membawa keberkahan di dunia dan akhirat kelak.
Wallahu a'lam bish'showab.

No comments:
Post a Comment