Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bullying Merajalela, Tanda Demokrasi Lemah

Saturday, July 05, 2025 | Saturday, July 05, 2025 WIB
Bullying Merajalela, Tanda Demokrasi Lemah

Nurhayati, S.H


Kasus perundungan viral terjadi di Kampung Sadang Sukaasih, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bocah berusia 13 tahun dipaksa meminum minuman beralkohol oleh teman sebayanya. Karena menolak, ia ditendang hingga kepalanya berdarah lalu diceburkan ke dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih 3 meter. Polsek Ciparay tengah menangani kasus ini.


Sebenarnya pertikaian maupun pertengkaran dengan sesama teman sebaya diusia sekolah dasar dan menengah merupakan hal biasa. Sebab manusia sebagai makhluk sosial dengan pemikiran yang berbeda-beda, membuat satu dengan lainnya saling berbeda pendapat. Akan tetapi jika pertengkaran disebabkan hal yang tidak wajar lalu disusul dengan aksi penyiksaan, ada yang salah dalam pendidikan dan pengasuhannya.


Apalagi jika menyentuh ranah kriminal, ini adalah masalah besar yang membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak terkait. Terutama yang memiliki andil paling besar yaitu sistem pendidikannya. Karena jika anak usia sekolah dasar dan menengah berani melakukan tindak kekerasan yang mengarah pada perbuatan kriminal, bisa dipastikan ia tak mendapat pendidikan yang cukup tentang nilai-nilai moral.


Perundungan merajalela di Lembaga Pendidikan yang seharusnya menjadi wadah menuntut ilmu dan perbaikan adab. Tindakannya makin hari makin memprihatinkan, berani menganiaya hingga melakukan percobaan pembunuhan terhadap teman sebaya. Jika aparat kepolisian turun tangan, artinya sekolah gagal mendidik para siswa dan mencegah terjadinya pertikaian.


Kasus perundungan menjadi PR besar dunia Pendidikan. Ketidakmampuan demokrasi menciptakan sistem pendidikan yang kondusif dan aman bagi pelajar membuat bullying jadi kebiasaan. Yang kuat menindas yang lemah, yang lemah terpaksa mengalah. Sekolah sibuk membangun branding kelas intelektual, namun abai terhadap pendidikan iman, adab, dan akhlak.


Padahal, persoalan perundungan disekolah bukan masalah baru dalam dunia pendidikan. Ini adalah PR lama pemerintah yang tak kunjung diselesaikan. Ibarat jamur dimusim hujan, bullying senantiasa membayangi dunia pendidikan. Tanpa sadar menjadi proses alami anak-anak tumbuh bermental penjahat atau berkembang dengan trauma penyiksaan.


Tidak ada regulasi pasti tuk menghentikan perundungan disekolah maupun pencegahannya. Sistem pendidikan tak berdaya dalam asuhan demokrasi yang kian melemah. Mau jadi apa negara ini jika pendidikannya mencetak generasi yang biasa membully? Mau dibawa kemana negeri ini kalau generasinya tumbuh dalam suasana rundung merundung.


Kondisi ini berkebalikan dengan sistem islam. Dalam islam, pendidikan merupakan bagian urgent yang penyelenggaraannya berasaskan akidah islam. Sebagai pelaksana sistem pendidikan, negara bertanggung jawab penuh menciptakan pendidikan yang aman dan kondusif bagi pelajar dan tenaga pendidiknya.


Kesejahteraan guru diperhatikan. Karena para guru berkewajiban mendidik siswa siswinya menjadi generasi intelektual yang bertakwa kepada Allah, memiliki adab yang mulia, berakhlak karimah. Termasuk memperhatikan adab dan akhlak kepada teman dan guru. Jangankan kasus perundungan, persoalan seperti perseteruan verbal yang mengarah hingga ke fisik akan segera didisiplinkan.


Sistem pendidikan islam akan mengajarkan para siswa untuk saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan pendapat. Mereka akan diberi pemahaman tentang pentingnya menjauhi hal yang diharamkan dan melaksanakan perkara-perkara yang halal saja. Semua perbuatan manusia harus dipertanggungjawabkan, termasuk ketika ia berani melanggar perintah Allah.


Islam menjadikan bailgh sebagai titik awal pertanggungjawaban seorang manusia. Ketika seseorang telah baligh lalu ia melakukan tindak kejahatan, maka baginya akan berlaku sanksi islam yang tegas. Para pelajar akan dipahamkan tentang hal ini. Sehingga mereka menjadi mengerti konsekuensi atas setiap perbuatan mereka dan akan lebih berhati-hati dalam bertindak.


Adapun perangkat negara yang lain seperti sistem informasi dan sistem sanksi, diarahkan untuk menguatkan arah Pendidikan yang dibuat oleh negara. Dengan demikian akan lahir generasi yang berkepribadian Islam yang siap mengemban amanah tanggung jawab negeri, menjadikan islam sebagai peradaban terbaik dunia.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update