Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mewujudkan Kekuatan dan Persatuan Hakiki Umat Islam Oleh: Lina Sri Rosalina

Monday, July 14, 2025 | July 14, 2025 WIB Last Updated 2025-07-13T17:49:56Z


 

Kita menyaksikan secara langsung tragedi yang mengenaskan di Palestina. Hampir setiap hari berita beredar mengenai pengeboman rakyat Palestina baik siang maupun malam. Rumah sakit dihancurkan, anak-anak, wanita dan para orang tua dibantai, mesjid-mesjid dibumihanguskan, blokade total dilakukan. Akan tetapi, tidak ada satupun para penguasa di negeri muslim yang dengan tegas untuk menghentikan perang tersebut. Yang ada hanyalah kutukan, kecaman dan seruan diplomasi kosong semata serta penyaluran bantuan kemanusiaan yang tidak pernah mampu menghentikan rudal dan bom.


Genosida di Gaza yang masih berlangsung hingga saat ini bukanlah sekedar tragedi kemanusiaan tapi merupakan bukti dari kelemahan dunia Islam saat ini. Padahal secara jumlah, unat Islam mencapai lebih dari 1,8 milliar jiwa. Ini adalah simbol dari keterpecahbelahan dunia Islam.


Pada saat umat Islam di Palestina menderita akibat penjajahan dan genosida Zionis, tak ada pembelaan yang berarti dari para pemimpin Islam. Tak ada langkah nyata untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha dan tanah suci kaum muslimin dari penjajahan. Yang ada justru pengkhianatan demi pengkhianatan, normalisasi hubungan dan penandatanganan perjanjian damai dengan Zionis. Apalagi sekarang dimunculkan solusi ,dua negara atas konflik Palestina-Zionis Israel, ini adalah pengkhianatan terang-terangan. Bagaimana mungkin seorang pemimpin Muslim mendukung solusi yang justru melegalkan eksistensi entitas Yahudi yang telah mencaplok tanah umat Islam, membunuh anak-anak dan wanita serta mengusir jutaan rakyat Palestina. Solusi dua negara mereka sebut sebagai "jalan damai" padahal itu adalah jalan untuk melegitimasi dan mengokohkan penjajahan. 


Pengakuan terhadap penjajah Yahudi bukan hanya bertentangan dengan akal dan kemanusiaan, tetapi juga bertentangan dengan syariat Islam. Dalam Islam, penjajahan tidak dinegosiasikan tetapi merupakan musuh yang wajib diperangi dan diusir. Allah SWT berfirman "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian dan janganlah kalian melampaui batas. Sungguh Allah tidak menyukai kaum yang melampaui batas. Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian." (QS al-Baqarah [2]: 190-191.


Wahai kaum.Muslim! Tidak cukup dengan kita marah, tidak cukup dengan hanya mengecam, saatnya kita sadar bahwa yang dibutuhkan umat saat ini bukanlah kompromi politik tetapi kita membutuhkan untuk menyatukan umat Islam dengan mengonsolidasikan kekuatan negeri-negeri muslim dan mengirimkan pasukan untuk membebaskan Palestina sebagaimana dahulu Salahuddin membebaskan al-Quds dari cengkeraman salibis. 

×
Berita Terbaru Update