Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Duka Palestina Dan Fajar Kebangkitan Umat

Saturday, July 05, 2025 | Saturday, July 05, 2025 WIB
Nuning Murniyati Ningsih


Nuning Murniyati Ningsih

Aktivis Muslimah

 

Jumlah korban tewas Palestina di Jalur Gaza meningkat menjadi 56.412 orang, dengan 133.054 orang lainnya terluka sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, hal ini disampaikan otoritas kesehatan Gaza pada hari Sabtu (28/6). Dalam 24 jam terakhir, serangan Israel merenggut 81 nyawa warga Palestina dan menyebabkan 422 orang lainnya terluka.(www.cnbcindonesia.com/28/6/2025)

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah menyepakati kesepakatan rencana untuk mengakhiri perang di Gaza. Seperti dilaporkan Israel Hayom, Kamis (26/6/2025), Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyepakati rencana gencatan senjata di Gaza yang akan diterapkan dalam tempo dua pekan ke depan. Dilaporkan, bahwa tujuan utama Trump dan Netanyahu dari gencatan senjata di Gaza adalah percepatan dengan negara-negara Arab, sebagai bagian dari perluasan Abraham Accords.(news.repubika.id/27/6/2025)

 

Situasi Gaza makin memprihatinkan di tengah pengkhianatan para penguasa muslim. Perang Iran justru makin menunjukkan tidak satupun penguasa muslim yang benar-benar serius menolong Gaza, sangat miris melihat keadaan saudara-saudara kita di Palestina saat ini dan kita hanya berdiam diri tak dapat melakukan pertolongan yang berarti untuk mereka. Sedangkan para penguasa muslim tidak benar-benar melakukan aksi nyata untuk melonong saudara-saudara kita di Palestina.

 

Sungguh perih melihat kondisi ini. Saudara kita sesama muslim di Palestina terus berduka entah sampai kapan. Tanah mereka dirampas oleh Zion*s dan nyawa mereka pun dihabisi. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Lebih perih lagi saat kita menyadari bahwa genosida brutal ini terjadi akibat pengkhianatan saudara muslim mereka, yaitu para penguasa muslim.

 

Dorongan sebagian penguasa muslim termasuk indonesia untuk menekan Zion*s menerima solusi dua negara adalah solusi untuk membodoh-bodohi umat dan sangat absurd. Zion*s dan AS sampai kapan pun tidak akan menerima Palestina merdeka dengan kemerdekaan penuh. Begitu pun warga Palestina yang tulus dan lurus. Mereka tidak mungkin menerima ada sejengkal pun tanah kaum muslimin diberikan kepada penjajah. Mereka tidak mungkin mau mengkhianati perjanjian Umariyah dan pengorbanan para syuhada yang sudah mempertahankan tanah Palestina dengan nyawa mereka. Artinya pembantaian akan terus terjadi dan perlawanan juga tidak akan pernah surut.

 

Semestinya kita ingat peringatan dari Allah Taala,

 

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْۗ

 

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau mengikuti agama mereka.” (QS Al-Baqarah [2]: 120).

 

Juga peringatan Allah Taala pada QS Ali Imran ayat 118,

 

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاۤءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُۗ

 

“Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar.”

 

Dengan kabar yang sudah sangat jelas dari Allah SWT tersebut, Bagaimana bisa para penguasa muslim masih percaya dengan solusi dua negara dan AS serta Zion*s akan membiarkan Palestina merdeka secara hakiki? Perlawanan muslim Palestina sesuai dengan perintah Allah Taala pada umat Islam untuk melakukan jihad (perang) terhadap musuh Allah Taala dan kaum muslim. Firman-Nya,

 

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَبِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ

 

“Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka.” (QS Al-Anfal [8]: 60).

 

Rasulullah saw. secara spesifik memerintahkan jihad melawan Yahudi dalam sabda beliau, “Kalian memerangi orang-orang Yahudi hingga mereka berlarian dan bersembunyi di balik pepohonan dan bebatuan.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Bahkan, jihad di Gaza merupakan jihad yang paling utama. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik jihad kalian adalah ribath (berjaga di perbatasan) dan sebaik-baik ribath adalah di Asqalan (sebuah wilayah di Gaza).” (HR Ath-Thabrani).

 

Umat Islam harus fokus dan percaya bahwa solusi masalah Gaza dan Palestina adalah kehadiran Khilafah yang akan mengomando jihad. Umat tidak boleh terdistrak oleh opini bahwa seruan ini berarti rida rakyat Gaza terus dibantai. Umat harus ingat bahwa seruan solusi dua negara sudah dinarasikan sejak dulu, dan sepanjang itu pula pembantaian terus terjadi. Dan hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa solusi dua negara hanyalah angan semata yang tak mungkin terwujud.

 

Kemerdekaan Palestina secara hakiki bukanlah sebuah kemustahilan karena pernah terwujud secara nyata, bukan dengan solusi negara-negara imperialis Barat, tetapi menggunakan solusi Islam. Realitasnya tampak secara terang benderang dalam bentangan sejarah Khilafah sejak masa Khulafaurasyidin hingga Utsmaniyah.

 

Khilafah akan menyediakan alutsista tercanggih dengan mendirikan industri berasas perang. Di dalam kitab Ajhizah Daulah al-Khilafah fi al-Hukmi wa al-Idarati (Struktur Negara Khilafah, Pemerintahan dan Administrasi) hlm. 108 disebutkan, “Semua industri di dalam Negara Khilafah wajib dibangun di atas asas politik perang. Semua pabrik, baik yang menghasilkan industri berat atau menghasilkan industri ringan, dibangun di atas asas politik ini. Tujuannya untuk memudahkan pengalihan produksinya ke produksi perang kapan saja negara memerlukan hal itu.”

 

Pembantaian di Gaza harusnya menjadi momen bangkitnya kesadaran umat bahwa berharap pada solusi Barat justru menjauhkan pada solusi hakiki. Solusi hakiki adalah menghadirkan Khilafah sebagai warisan nabi yang terbukti telah menjadi penjaga umat dan telah membawa umat kepada kebangkitan hakiki. Pada solusi hakiki ini kita harus maksimal dalam ikhtiar dan doa untuk mewujudkan demi saudara-saudara kita di Palestina dan demi Islam.

 

Umat harus mendukung dan segera terjun bergerak dalam perjuangan menegakkan Khilafah bersama kelompok dakwah ideologis. Ini adalah bukti keseriusan kita menolong Gaza-Palestina, dan juga mengangkat umat yang lainnya dari kehinaan akibat hidup dalam naungan sistem sekuler kapitalisme.

 

Khilafah terbukti berperan sebagai perisai (junnah) bagi Palestina dan seluruh kaum muslim. Rasulullah saw. bersabda,

 

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

 

“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaqun ’Alayh dll.).

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update