Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Benarkah Kemajuan Wilayah Di Ukur Dengan Besarnya Skor?

Friday, July 04, 2025 | Friday, July 04, 2025 WIB Last Updated 2025-07-04T03:34:16Z
Benarkah Kemajuan Wilayah Di Ukur Dengan Besarnya Skor?


Oleh : Nia Umma Zhafran

 (Aktivis Muslimah)


Mengutip dari balebandung.com (18/06), Kabupaten Bandung menduduki peringkat ke-2 sebagai kabupaten termaju untuk tingkat Jawa Barat. Hasil ini berdasarkan riset Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025, sejumlah kabupaten mencatat skor tinggi dalam berbagai pilar penting seperti ekonomi, sumber daya manusia, kelembagaan, infrastruktur, inovasi dan teknologi. Artinya, kemajuan mereka benar-benar menyeluruh.


Kabupaten Bandung meraih skor 3,86 yang fokus pada pengembangan infrastruktur, UMKM berbasis teknologi, pertanian modern, dan konservasi lingkungan. Layanan publik juga semakin digital dan merata ke pelosok sejak di era kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Skor ini dinilai cukup tinggi dan tidak terlampau jauh dengan daerah termaju pertama di Indonesia yaitu Badung Bali dengan skor indeks 4,14.


Benarkah kemanjuan suatu daerah dengan tingginya skor ini selaras dengan realita dilapangan?

Sering ukuran kemajuan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi saja, padahal pertumbuhan ekonomi tinggi sekalipun sering tidak mencerminkan pemerataan kesejahtraan yang sesungguhnya. 


Pada faktanya secara realitas jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bandung pada 2023 masih tinggi yaitu 6,40 % (245.000 ribu orang),  banyak perusahaan di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Bandung, mengalami kebangkrutan dan tutup pada tahun 2024/2025, dengan alasan mulai dari dampak ekonomi global hingga persaingan bisnis yang ketat.Hal ini tentu berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan menambah banyaknya pengangguran.


Tingginya angka pengangguran di wilayah Kabupaten Bandung menjadi pintu masuk maraknya kriminalitasingkat kriminalis. Angka putus sekolahpun masih tinggi terjadi, rata-rata terdapat 2,5 hingga 3 anak usia 16-18 tahun (SMP dan SMA) putus sekolah setiap hari karena menikah dini, dan faktor ekonomi. 


Juga permasalah sampah, Timbulan sampah di Kabupaten Bandung mencapai angka yang cukup tinggi, yaitu sekitar 1.200-1.500 ton per hari, dengan jumlah penduduk mencapai 3,6 juta jiwa. Infrastruktur di kawasan Bandung Selatan masih banyak jalan dan jembatan yang rusak. Belum lagi stunting dan masih banyak PR yang lainnya. Jadi yang dinamakan daerah maju dalam sistem sekuler tetap saja menyisakan banyak masalah. 


Penilaian BRIN ini hanyalah ilusi semata. Kemajuan yang dihasilkan dalam pembangunan kapitalisme, bukanlah kemajuan yang hakiki.


Indonesia termasuk wilayah Kabupaten Bandung, masih menerapkan sistem ekonomi kapitalisme yang fokus pada pertumbuhan ekonomi secara global, bukan kesejahteraan rakyat orang per orang. Oleh karenanya, selama masih menggunakan kapitalisme, kemakmuran tidak akan terwujud secara merata, karena seharusnya kemajuan itu harus meliputi semua daerah, bukan  segelintir saja.


Kemajuan negara ataupun kota bisa terlihat jika masyarakatnya sudah sejahtera dalam setiap aspek kehidupan. Seperti halnya misi utama Nabi Muhammad saw., dalam membangun masyarakat yang sejahtera yang nyatanya merupakan cita-cita Al Quran. (Lihat: TQS Saba: 15)


Dan yang terpenting, kemajuan pembangunan yang hakiki harus didahului terwujudnya kebangkitan pemikiran dan kemandirian. Sementara, negeri ini hanya menjadi pembebek tanpa memiliki arah pembangunan yang jelas dan terjajah dalam segala aspek. Oleh karenanya, berharap visi Indonesia untuk menjadi negara maju seolah hanya mimpi tanpa realisasi.


Maka memahami konsep dasar kesejahteraan dan langkah dalam meraihnya sangatlah penting bagi setiap manusia, khususnya mengenai konsep Al Quran dalam mewujudkan kesejahteraan yang di cita-citakan. Dan hanya dengan sistem Islamlah semua dapat terwujud. Dengan adanya Intitusi Islam yakni khilafah, hukum-hukum Islam pula akan bisa ditegakkan tanpa nanti tanpa tapi.


WalLaahu a'lam bishshowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update