Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Palestina dan Hilangnya Rasa Kemanusiaan.

Monday, June 09, 2025 | Monday, June 09, 2025 WIB

 


Oleh: Rasyidah (Pegiat Literasi)


Penjajahan Israel atas Palestina masih terus digencarkan. Sampai detik ini penjajahan atas Palestina tak kunjung usai. Sungguh, menyakitkan mendengar luka duka atas saudara musim di sana.


Dilansir Beritasatu.com (7/6/2025), Sedikitnya 17 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia pada dini hari waktu setempat, bertepatan dengan hari kedua perayaan Idul adha, imbas serangan udara dan tembakan militer Israel di wilayah selatan Jalur Gaza, terutama di daerah Khan Younis dan Rafah.


Tidak hanya serangan senjata yang terus di gencarkan oleh Zionis, mereka juga menyampaikan bahwa otoritas militer Israel mengeluarkan larangan bagi warga Palestina di Jalur Gaza untuk mendekati pusat-pusat distribusi bantuan. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam pernyataan di platform X, menyampaikan bahwa penutupan pusat distribusi dilakukan untuk keperluan renovasi, reorganisasi, dan peningkatan efisiensi.


Hingga hari ini, Palestina masih menjadi sasaran genosida penjajah Zionis Yahudi, Bahkan bayi-bayi yang masih merah yang tak memiliki dosa. Bagi Zionis, dosa mereka adalah karena mereka bayi muslim keturunan Palestina. Zionis juga menjadikan kelaparan sebagai senjata untuk membunuh secara pelan-pelan generasi Palestina.


Palestina semakin lemah ketika kaum muslimin yang lain tak kunjung memberi bantuan kekuatan militer. Meski bantuan kemanusiaan terus dilakukan, tapi hal tersebut tak mampu menghentikan kejahatan perang yang dilancarkan Israel.


Bahkan di hari raya serangan pun tak berkurang. Mirisnya, negara-negara besar dunia diam. Bahkan penguasa muslim juga hanya sibuk retorika tanpa tindakan nyata dengan mengirimkan pasukan untuk mengusir penjajah. Mereka diam meski rasa kemanusiaan terkoyak. Padahal rasa itu adalah rasa fitrah bagi manusia, untuk menolong sesamanya, apalagi bayi yang lemah tak berdaya.


Hilangnya rasa kemanusiaan sesungguhnya menunjukkan matinya sifat dasar manusia. Para pemimpin Muslim mewujudkan simpatinya, hanya dalam bentuk kecaman maupun desakan semata dan justru mendorong penyelesaian Palestina dengan solusi two state solution rancangan PBB. Padahal solusi ini sungguh sangat tidak masuk akal.


Dan ini adalah buah kapitalisme yang mengagungkan nilai materi dan rasa superior disertai dengan kebencian atas manusia lainnya. Kekejaman yang begitu rupa tak mengusik nurani para pemimpin muslim. Nasionalisme yang lahir dari Barat pun menghalangi untuk bersikap adil pada muslim palestina. Tak ada seorang penguasa negeri muslim pun yang membebaskannya dengan kekuatan senjata, meski umat sudah menyerukan jihad.


Jihad tak mungkin terwujud tanpa adanya seruan negara. Dan model negara hari ini tak mungkin menyerukan jihad, apalagi mereka justru bergandengan tangan dengan penjajah Yahudi.


Harapan Palestina akan kebebasan yang sesungguhnya hanya satu, adalah bersatunya kekuatan muslim global dari kecaman Amerika dan sekutunya. Palestina bisa bebas dan kaum muslim jadi kuat ketika di akomodir dibawah payung Khilafah Islamiyah. Seruan jihad hanya mungkin dikumandangkan oleh khilafah. Oleh karena itu, umat harus berjuang menegakkan khilafah. Tegaknya khilafah tak mungkin terwujud ketika umat masih hidup dalam naungan kapitalisme sekularisme.


Upaya yang dapat dilakukan tidak lain adalah dengan jihad. Yakni perang melawan penjajahan zionis dan mengusirnya dari tanah Palestina dengan kekuatan militer. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 191: "Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu ...."


Karena itu, para penguasa Arab dan negeri muslim seharusnya mengerahkan tentara mereka untuk membantu para pejuang mujahidin demi mengusir kaum penjajah Yahudi dari negara itu. Terlebih jihad (berperang melawan musuh) merupakan amalan yang utama yang akan mendapatkan balasan berupa kenikmatan surga-Nya kelak di akhirat.


Permasalahan Palestina tidak akan bisa diselesaikan kecuali oleh kaum Muslim sendiri. Butuh ada negara Islam sebagai penggerak yang akan menjadi pimpinan yang menjadi garda terdepan mengerahkan pasukan tentara kaum muslim untuk memerangi kaum kafir. Maka dari itu, upaya menegakkan Khilafah membutuhkan kepemimpinan jamaah dakwah ideologis yang konsisten menyerukan tegaknya Khilafah. Jamaah ini akan membangun kesadaran umat, dan menunjukkan jalan kemuliaan bagi umat. Umat sudah seharusnya menjawab seruan jamaah dakwah ini dan berjuang bersama menjemput nashrullah.


Sebagaimana janji Allah dalam surat Al Isra’ ayat 8, tidak mungkin membebaskan Palestina dari cengkeraman Yahudi Israel, kecuali melalui kekuatan pasukan yang hebat di bawah komando Amirul Mukminin. Dan pasukan yang hebat itu hanya dimiliki oleh negara yang besar dan kuat, yang menerapkan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan dalam naungan Daulah Islam. 


Menegakkan kembali sistem khilafah adalah kewajiban bersama kaum muslim. Khilafah telah terbukti berhasil melumpuhkan rencana kafir untuk menduduki Palestina. Dengan adanya khilafah maka umat islam memiliki kewibawaan dihadapan orang-orang kafir. Dengan komando khalifah pula seluruh tentara kaum muslimin akan bersatu berjihad untuk mengambil kembali tanah palestina ini kepangkuan umat Islam. Wallahu'alam bishawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update