Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sembako Bersubsidi Ala Kapitalisme, Mampukah Mensejahterakan Rakyat?

Monday, April 07, 2025 | April 07, 2025 WIB Last Updated 2025-04-07T12:07:00Z

 


Oleh Ruri

Pegiat Dakwah


Sudah menjadi tradisi setiap menjelang momen Idul Fitri kebutuhan ekonomi masyarakat pasti meningkat. Untuk itu, dalam memenuhinya maka pemerintah berupaya mengoptimalisasikan hal tersebut. 


Sama halnya upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 2025, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan, bahwa akan di gelar operasi pasar dengan menjual paket sembako murah bersubsidi, sebanyak 10.244 paket sudah  disiapkan berdasarkan pendataan keluarga penerima manfaat (KPM) di setiap kecamatan.


Operasi pasar yang digelar pada 17 hingga 21 Maret ini dilaksanakan untuk di delapan kecamatan diantaranya di wilayah Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, Margahayu, Kutawaringin, Solokanjeruk, Ibun dan Baleendah. 


Adapun paket sembako tersebut yang harga dasarnya Rp190.000 per paket, di subsidi menjadi Rp98.000, dan ditebus Rp92.000 per paket dengan berisikan beras lima kilogram, gula tiga kilogram dan minyak sebesar tiga liter.


Untuk penerima manfaat program subsidi itu sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ada di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung yaitu masyarakat kategori miskin rentan. Jadi tidak seluruh masyarakat diberikan dan datanya sudah ada di masing-masing kecamatan. 


Dadang memastikan pula bahwa kondisi ketersediaan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung aman dan stabil sampai dengan Idul Fitri 1446 Hijriah. Setiap sepekan sekali akan memantau ke lapangan ketersediaan stok pangan sampai lebaran nanti. (antaranews.com, Rabu 09/03/2025) 


Permasalahan Muncul Akibat Sistem Saat Ini


Kebutuhan masyarakat semakin meningkat dikarenakan permintaan konsumen yang bertambah. Hal ini biasa terjadi di momen-momen tertentu seperti saat ini khususnya menjelang Idul Fitri. Otomatis harga-harga kebutuhan pun merangkak naik, meski demikian daya beli masyarakat tetap tinggi karena mau tidak mau tetap membeli untuk stok persediaan selama hari raya. 


Upaya pemerintah Kabupaten Bandung dalam mengoptimalisasikan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang dilakukan belum lah efektif, karena sembako bersubsidi tersebut tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 


Walaupun pemerintah menyatakan stok sembako di Kabupaten Bandung dikatakan aman dan mencukupi, namun masih ada rakyat yang sulit mengaksesnya. Ketersediaan stok hanya untuk beberapa wilayah saja. Selain itu juga harus mengikuti persyaratan dan prosedur yang telah ditentukan, sedangkan tidak semua masyarakat dapat memenuhinya. 


Mirisnya, ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut. Dimana sembako bersubsidi di manipulasi seperti bahan makanan pokok(beras) yang tidak layak di konsumsi, makanan yang sudah habis masa pemakaiannya, kemasan yang rusak dan lain sebagainya. 


Seharusnya pemerintah mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, menetapkan harga yang murah, dan akses yang mudah seharusnya didapatkan oleh seluruh rakyat secara merata bukan hanya di salah satu daerah saja. Maka, jelaslah operasi pasar ataupun pasar murah yang rutin diadakan menjelang hari raya tidak efektif menyelesaikan persoalan kebutuhan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan rakyat.

 

Inilah faktanya permasalahan hidup terus muncul di sistem yang saat ini diterapkan, yaitu kapitalisme sekuler. Sistem yang menjauhkan agama dalam mengatur kehidupan umat, sehingga kerap terjadi permasalahan. 


Di sistem ini pula kebijakan-kebijakan sering berubah-ubah, mereka hanya mencari keuntungan semata tetapi rakyat yang menderita. Aturan yang dibuat manusia jelas-jelas menyengsarakan. Ditambah lagi pengelolaan SDA saat ini yang diserahkan kepada pihak swasta atau asing, kita hanya dibayarkan pajak nya saja. 


Islam Solusi Semua Permasalahan Hidup


Dalam Islam, semua permasalahan hidup dapat tersolusikan dengan baik, terutama perihal memenuhi kebutuhan umat. Seorang pemimpin yang akan bertanggungjawab dalam meri'ayah seluruh umat, dengan melalui penerapan aturan yang datang dari Sang Khalik secara menyeluruh. Rasulullah saw. bersabda: 

"Imam/khalifah adalah ra'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya. " (HR al-Bukhari) 


Adapun mekanisme dalam mengoptimalisasikan kebutuhan umat, langkah yang akan dilakukan yaitu: pertama, negara akan menjamin semua kebutuhan seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan yang lainnya.


Kedua, negara mengatur pengelolaan kepemilikan. Ada tiga aspek kepemilikan dalam Islam, yaitu, individu, umum, dan negara. Kepemilikan individu memungkinkan siapa pun mencari harta untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang dibolehkan Islam. 


Adapun kepemilikan umum dikelola negara dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat, yaitu bisa berupa harga murah, bahkan gratis. Harta milik umum ini berupa barang tambang, minyak, sungai, danau, hutan, jalan umum, listrik, dan lain-lain. Harta ini wajib dikelola negara dan tidak boleh diberikan pengelolaannya kepada pihak swasta atau asing. 


Semua pembiayaannya berasal dari baitulmal (kas negara) yang bersumber dari berbagai macam pos seperti jizyah, Kharaj, fa'i, ghanimah dan yang lainnya. Selain itu negara melakukan pemantauan distribusi dan pengendalian harga komoditas-komoditas pangan setiap hari dan segera melakukan antisipasi sesuai syariat ketika ada gejolak harga.


Negara juga akan memastikan tidak ada praktik-praktik curang seperti penimbunan, kecurangan, permainan harga, monopoli/oligopoli, dan mafia impor sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.


Demikianlah Islam mengatur kehidupan umat dengan baik dan terperinci. Semua akan bisa terwujud apabila negeri ini mengatur kehidupan umat melalui penerapan syariat-Nya, sehingga umat sejahtera, aman, tentram, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. 


Wallahu'alam bishshawab.

×
Berita Terbaru Update