Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Derita Anak Yatim Gaza, Cukupkah Hanya Doa

Thursday, April 10, 2025 | Thursday, April 10, 2025 WIB
Derita Anak Yatim Gaza, Cukupkah Hanya Doa

Oleh : Anna Ummu Maryam 

Pegiat Literasi Peduli Negeri


Perang telah mengubah Jalur Gaza menjadi tanah yang tidak aman bagi anak-anak di Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa lebih dari 39.000 anak di Jalur Gaza telah kehilangan satu atau kedua orangtua mereka akibat serangan Israel yang terus-menerus sejak 7 Oktober 2023.


Menurut Biro Statistik Palestina seperti dilansir Al Mayadeen, Jalur Gaza kini menghadapi krisis yatim terbesar dalam sejarah modern. Dalam pernyataan yang dikeluarkan menjelang Hari Anak Palestina, biro tersebut mengonfirmasi bahwa 39.384 anak telah menjadi yatim sepanjang 534 hari pengeboman. 


Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 anak kehilangan kedua orangtua dan kini "menghadapi kehidupan tanpa dukungan atau perawatan."Sementara itu, sedikitnya 100 anak Palestina tewas atau terluka setiap harinya di Jalur Gaza sejak Israel melanggar gencatan senjata pada 18 Maret 2025, kata kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini, mengutip UNICEF pada Jumat.( Liputan6.com, 06/04/2025) 


Serangan yang bertubi-tubi dilakukan oleh zionis Israel terhadap warga Gaza telah mempertegas pada mata mata yang buta, telinga yang tuli dan akal yang sehat bahwa kejahatan perang ini seharusnya segera dihentikan. Karena ini adalah peperangan genosida yang meluluhlantakkan sebuah generasi manusia.


Yang yang paling penting untuk kita ketahui bahwa zionis dengan congkaknya mempertintinkan serangan pembunuhan yang dilakukan  bahwa dapat diliput secara langsung. Artinya mengapa tidak ada rasa ketakutan dalam hati mereka karena tidak lain ada dukungan negara adidaya sebagai dalangnya.


Zionis Kian Sadis Hasil Sistem Kapitalis 


Kita tak bisa pungkiri bahwa negara adidaya adalah pemasok senjata, pembuat huru hara dan tameng yang menjaga mereka sehingga mereka dapat terus melakukan aksi pembunuhan paling sadis di era modern ini.


Kemanusiaan hanya omong besar para penguasa dalam sistem Kapitalis. Ini hanya sebuah kedok untuk menutupi kebusukan para kapital sehingga dianggap peduli dan ikut andil dalam perdamaian dan kemanusiaan namun ternyata itu adalah racun yang mematikan.


Bagaimana tidak, atas dasar kemanusiaan dan perdamaian pula yang menjadikan negara tetangga Gaza tidak berani melakukan tindakan balasan atas pembunuhan saudara seiman mereka. Dan seolah menyetujui bahwa perdamaian haruslah diberikan kepada zionis agar mereka menghentikan serangan mereka.


Artinya para penguasa muslim telah dibutakan matanya dan dikeraskan hatinya sehingga mereka secara sadar dan langsung dapat menyaksikan kekejaman Zionis-Israel laknatullah beraksi di negeri yang mulia tersebut.


Sistem kapitalis telah mematikan rasa kemanusiaan, telah menghilangkan perdamaian menjadi arena bagi para manusia laknatullah yang tanpa ampun membunuh dengan sadisnya. Sistem ini telah menjadi mesin pemusnah generasi manusia terbaik dimuka bumi.


Telah meyatimkan anak anak digaza  secara tersistem sehingga tidak ada pilihan lain kecuali kematianlah yang akan menghampiri mereka. Seolah mereka tidak layak hidup dan bersama keluarganya. Semoga Allah SWT membalas kekejaman Zionis-Israel laknatullah sesegera mungkin.


Kaum Muslimin Harus Bersatu Membebaskan Gaza


Gaza membara telah memanggil jiwa- jiwa kesatria bertaqwa untuk menolong mereka. Namun seolah harapan itu belum sepenuhnya mereka dapatkan. Apakah kita merasa aman dengan ibadah kita sedangkan kita tidak peduli para muslim lainnya?. 


Karakter kaum muslim itu yaitu :


Pertama, bahwa kaum muslim itu harus saling mencintai.


"Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya di sekitar 'Arasy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang mengenakan pakaian dari cahaya dan wajah mereka bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada. Mereka didengki oleh para nabi dan syuhada." Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling berkumpul karena Allah dan saling mengunjungi karena Allah." (HR. An-Nasai di dalam As-Sunan Al-Kubra).


Kedua, bahwa persatuan kaum muslimin itu adalah sumber kekuatan


"Perumpamaan orang-orang yang beriman, dalam saling mencintai, saling menyantuni sesama mereka, adalah laksana kesatuan tubuh. Apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh badan turut merasakannya. (HR. Muslim).


Ketiga, menolong saudara seiman itu adalah kewajiban.


"Barangsiapa membela kehormatan saudaranya (sesama Muslim), maka hal itu menjadi penghalang untuknya dari api neraka. (HR Tirmidzi).


Dan masih banyak lagi hadist lain yang belum bisa membuat kita terbebas dosa dari penderitaan yang terjadi di Gaza. Masa depan Gaza ada ditangan mereka sendiri. Yaitu penerapan sistem Islam kaffah yaitu kepemimpinan politik Islam atau keberadaan sebuah negara khilafah yang menerapkan aturan Islam secara sempurna.


Keempat, muslim hidup dalam negara dengan sistem Islam kaffah.


Keberadaan negara ini akan menjadi pelindung dan support sistem terbaik dalam melahirkan peradaban dan generasi cemerlang dimasa depan. Mereka akan terlindungi dan hidup dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan dalam mengarungi kehidupan.


Maka sudah saatnya khilafah menjadi hal penting untuk diperjuangkan oleh seluruh kaum muslimin. Karena negaralah yang akan memimpin seluruh pasukan jihad untuk melakukan perang dan syahid adalah mimpi tertinggi muslim.


Keberadaan negara khilafahlah akan menjadi lawan seimbang negara kafir yang bersembunyi dibalik zionis Israel yang membunuh kaum muslimin. Hal ini pulalah yang menjadi mimpi buruk bagi musuh musuh Allah SWT. Maka marilah kita menuju pada kemenangan Islam yang hakiki.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update