Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Gaza kelak akan menuntut tanggungjawab kita

Wednesday, April 09, 2025 | Wednesday, April 09, 2025 WIB
Anak Gaza kelak akan menuntut tanggungjawab kita

Oleh: Roslina Sari 

(Penulis & Aktivis Muslimah Deli Serdang). 


JAKARTA, (ERAKINI) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sedikitnya 100 anak telah terbunuh atau terluka setiap hari di Gaza sejak serangan dimulai kembali pada 18 Maret, bahkan saat Amerika Serikat menggarisbawahi dukungan berkelanjutan bagi Israel.


Adapun badan-badan Palestina dan PBB memperingati Hari Anak Palestina dengan kisah-kisah yang 'mengerikan' tentang korban jiwa anak-anak akibat serangan Israel di Gaza.


"Tidak ada yang membenarkan pembunuhan anak-anak," tulis Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), di X pada hari Sabtu (5/4/2025) dikutip dari Arab News.


Ia mengatakan Israel mengubah wilayah yang dikepung menjadi "tanah terlarang" bagi anak-anak dan menyesalkan bahwa "nyawa anak-anak" "dipotong dalam perang yang bukan disebabkan oleh anak-anak".

Sarung Esbeha

"Ini adalah noda pada kemanusiaan kita bersama," kata Lazzarini.


Sementara itu, UNICEF mengatakan sedikitnya 322 anak dilaporkan tewas sejak Israel memperbarui serangannya pada 18 Maret 2025, menghancurkan gencatan senjata dua bulan yang mulai berlaku pada 19 Januari 2025.


Kebiadaban Zionis tiada tara, puluhan ribu anak-anak menjadi korban genosida, juga meninggalkan kepedihan berupa anak-anak yang menjadi yatim karena kehilangan orang tua. Tercatat ada 39 ribu anak yatim akibat genosida di Gaza. Setiap hari 100 anak Gaza meninggal.

Semua fakta ini terjadi di tengah narasi soal HAM dan tetek bengek aturan internasional dan perangkat hukum soal perlindungan dan pemenuhan hak anak.


Nyatanya aturan-aturan tersebut tak mampu menghentikan, apalagi mencegah penderitaan anak-anak Palestina. Semua narasi dari lembaga-lembaga Internasional tersebut tak lain hanyalah slogan kosong, hak azasi manusia, sejumlah undang-undang perlindungan hak anak hanyalah illusi.  Narasi HAM yang digembar-gemborkan  tidak ada kenyataannya. Karena semua itu tidak berlaku untuk hak anak -anak Gaza, mereka bungkam dan tidak bisa berbuat satupun untuk menyelamatkan anak-anak Gaza dari kebiadaban dan pembunuhan Israel dan Amerika. Tiada perlindungan sedikitpun yang diberikan oleh lembaga-lembaga internasional tersebut sampai hari ini anak -anak Gaza menjadi syuhada. 


Semua ini semestinya menyadarkan umat, bahwa tidak ada yang bisa mereka harapkan dari lembaga-lembaga internasional dan semua aturan yang dilahirkannya. Karena lembaga-lembaga itu dan semua aturannya hanya berpihak kepada tuannya yaitu Amerika sebagai penguasa penjajah kapitalis global. Narasi HAM dan perlindungan anak tidak berlaku untuk generasi islam dan kaum muslimin. Umat harus sadar dan berhenti berharap pada lembaga-lembaga internasional ini. Mana mungkin kaum yang sangat membenci islam akan memberikan perlindungan kepada kaum muslimin dan generasinya. Bahkan mereka bergembira bahwa anak anak gaza itu lenyap dari bumi ini. Semua instrumen atas perintah Amerika penjajah dan Amerika pendukung utama genosida/pembersihan rakyat Gaza. Dan membunuh anak-anak Gaza akan memutus pertumbuhan rakyat Gaza. Dengan begitu tujuan para penjajah jahat itu akan tercapai. 


Sadarilah...Masa depan Gaza- Palestina ada pada tangan mereka sendiri, yakni pada kepemimpinan politik Islam atau Khilafah yang semestinya sungguh-sungguh mereka perjuangkan. Penduduk Gaza harus yakin, bahwa hanya dengan sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah Palestina akan dibebaskan, penduduk Gaza harus berhenti percaya kepada sistem apapun dan siapapun yang selama ini dikemas baik dan berpura-pura baik dihadapan mereka. Sistem politik demokrasi, nasionalisme, dan penguasa Arab tidak lebih adalah boneka Amerika yang semuanya adalah pendukung dan dibalik pembantaian penduduk Gaza. Penduduk Gaza harus serius untuk memperjuangkan tegaknya Khilafah kembali. 


Mengapa harus Khilafah? 

Khilafah berfungsi sebagai ra'in dan junnah, tidak akan pernah membiarkan kezaliman menimpa rakyatnya. Hal ini telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW selalu kepala negara di Madinah dan para Kholifah sesudah beliau SAW yaitu para Khulafaur rasydin, Khilafah Umayyah diteruskan Khilafah abbasiyah sampai Khilafah Utsmaniyah. Bagaimana perlindungan Rasulullah sebagai pemimpin negara ketika mendengarkan pengaduan tentang penghianatan yahudi,  Rasulullah SAW mengepung  selama 15 hari bani Qaynuqa ketika menghianati perjanjian dengan daulah islam dengan adanya adu domba mereka antara suku aus dan khazraj dan seorang yahudi yang  melecehkan kehormatan seorang muslimah yang sedang berbelanja di pasar yahudi dengan menyingkap jilbabnya dan membunuh seorang muslim yang membela kehormatan muslimah yang dilecehkan oleh Yahudi tersebut. Rasulullah SAW bertindak tegas kepada yahudi tersebut dengan membalas hukum mati yahudi tersebut. 

Hampir saja semua kaum laki-laki Bani Qainuqa ini dihukum mati oleh Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam. Namun keputusan itu berubah ketika dedengkot kemunafikan, Abdullah bin Ubay mendesak Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam untuk memaafkan mereka. Dan akhirnya Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam bermurah hati dan memerintahkan mengusir Bani Qainuqa ini untuk pergi sejauh-jauhnya. 


Khilafah terbukti selama belasan abad berhasil menjadi benteng pelindung yang aman dan memberikan support sistem terbaik bagi tumbuh kembang anak, sehingga mereka bisa menjadi generasi cemerlang, membangun peradaban emas dari masa ke masa.

Para Kholifah telah memberikan keamanan, kenyamanan, perlindungan, kesejahteraan terhadap anak. Karena anak adalah generasi penerus yang menjaga  estafet kepemimpinan islam selanjutnya. Hal-hal yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya anak dan hal yang menghalangi generasi berfikir cemerlang maka akan dihilangkan. 


Khilafah adalah pelaksana utama seluruh syariah Islam. Negara memiliki wewenang memberikan sanksi sesuai ketetapan syariah Islam, termasuk kepada pelaku tindak kejahatan terhadap anak. Sanksi yang diberikan sesuai dengan tindak kejahatan atau kekerasan yang dilakukan si pelaku. 


Sebagai pengurus rakyat, Khalifah akan melindungi rakyatnya dari marabahaya. Kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban pada Hari Kiamat atas amanah kepemimpinannya itu. Sabda Rasulullah saw.:


الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Imam adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus (HR al-Bukhari).


Khalifah juga adalah junnah (perisai) (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud). Khalifah wajib melindungi dan menjaga agama rakyatnya agar tetap dalam ketakwaan kepada Allah SWT. Dia juga wajib memelihara agar sandang, pangan dan papan rakyatnya serta kebutuhan kolektif mereka seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan tercukupi dan terjaga. Mereka paham bahwa amanah mengurus urusan rakyat ini akan dimintai pertanggungjawaban hingga ke akhirat. 


Oleh karena itu, setiap muslim wajib terlibat dalam memperjuangkan kembalinya Khilafah agar mereka punya hujjah bahwa mereka tidak diam berpangku tangan melihat anak-anak Gaza dan orang tua mereka dibantai oleh Zionis dan sekutu-sekutunya. Abainya umat atau lalainya umat dari kondisi anak -anak Gaza dan orang tua mereka yang dibantai, kelak akan menjadi penghisaban atas diri kita dihadapan Allah. Ketika seorang muslim bisa makan enak, dapat berkumpul bersama anak-anaknya, merasakan kehidupan nyaman, namun diam dan berpangku tangan. Bahkan tidak mau memperjuangkan tegaknya Khilafah agar ada seorang Kholifah yang menyelamatkan anak-anak Gaza dan orang tuanya dari pembantaian kebiadaban Israel, akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di yaumil masyar. Anak-anak Gaza itu akan menjadi saksi atau diamnya dan membisu umat muslim, apalagi para penguasa muslim yang mempunyai kekuatan, kekuasaan dan tentara namun tidak segera menolong anak-anak Gaza. Bahkan para penghianat itu bekerjasama untuk menggenosida Gaza dengan bungkamnya mereka. Takut lah bahwa anak Gaza akan menuntut kelak tanggungjawab kita semua dihari pengadilan Allah. Takutlah.. Takutlah pada Allah wahai kaum muslimin, wahai para penguasa, wahai tentara muslimin!!. 


Persoalan anak-anak Gaza akan selesai, ketika persoalan Palestina juga terselesaikan secara tuntas, dan solusi tuntas hanya dapat terwujud dengan jihad dan Khilafah. Jika Khilafah ada Khilafah akan membebaskan tanah Palestina dan al Aqsa dari penjajah kera Zionis laknatullah. Khilafah akan mengusir para penjajah dan memerangi tentara Zionis Israel laknatullah dan sekutunya dari Palestina. Khilafah dipimpin oleh Kholifah kaum muslimin akan memobilisasi tentara muslimin untuk jihad fisabilillah. Dan Israel laknatullah pun akan hengkang dari tanah yang diberkahi. Mereka akan diperangi dan dihukum mati atas kebiadaban mereka dan pembunuhan mereka terhadap penduduk Gaza. 

Jika Palestina bebas kembali maka anak-anak Gaza pun akan terselamatkan. Generasi cemerlang gaza pun akan terjaga. 


Wahai umat 2 milyar. Tidak ada solusi lain selain menegakkan Khilafah. Dan jihad fisabilillah sebagai solusi tuntas dan totalitas Palestina dan anak-anak Gaza. 

Sadarlah dan bangunlah dari kebisuan dan diamnya kita. Seluruh umat, seluruh kaum muslimin dan penduduk Gaza wajib bersungguh-sungguh untuk menegakkan Khilafah. 


Allahu Subhanahu wa Ta'ala telah berjanji akan menjadi kan umat islam kembali berkuasa dan akan menghilangkan ketakutan pada aman sentosa jika kita menegakkan kembali sistem Khilafah. Sebagaimana firmanNya  dalam QS. An-nur(24):55


وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ.

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridai; dan Dia sungguh akan mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Siapa yang kufur setelah (janji) tersebut, mereka itulah orang-orang


Wallahu a'lam bisshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update