Oleh: Susi Damayanti, S.Pd.
(Aktivis Muslimah)
Kondisi saudara kita di Palestina mengalami nasib yang sangat memilukan. Rumah-rumah mereka dihancurkan, anak-anak tidak lagi memiliki orang tua, saudara, keluarga karena ulah pongah sang penjajah yang membantai dan membombardir mereka. Watak penjajah tidak pernah berubah yaitu demi meraih Gold, Glory dan Gospel. Hal ini selalu dipaksakan kepada negara-negara jajahannya.
Tak terhitung jumlah korban yang tewas akibat kepongahan Israel yang didukung oleh Amerika. Jumlah korban tewas di Gaza 40% lebih tinggi dari angka resmi yang selama ini dipampang di berbagai media. Gaza City, Palestina (ANTARA,22/2/2025) - tim medis dan penyelamat Palestina menemukan 7 jenazah lagi di bawah reruntuhan di Jalur Gaza sehingga jumlah korban tewas akibat Perang genosida Israel sejak Oktober 2023 meningkat menjadi 48.329 orang, kata Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu 22 Februari. Selain itu hampir 111.753 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023
PBB mempropagandakan solusi untuk masalah ini yaitu dengan cara memberikan solusi dua negara. Yaitu menciptakan Dua negara di wilayah bekas mandat Palestina. Sementara Amerika dipimpin oleh seorang perdana menteri Donald Trump yang memiliki hak istimewa di PBB yaitu sebagai pemegang kebijakan hak Veto memberikan solusi untuk masalah ini dengan cara mengambil alih Jalur Gaza Palestina, sementara penduduk Gaza akan di relokasi ke negara-negara sekitar atau negara-negara yang bersedia menampung penduduk Gaza.
Washington DC, Rabu (4/2/25) - Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS ingin mengambil alih Jalur Gaza dan membangun kembali Enclove itu setelah warga Palestina dipindahkan keluar. Wilayah itu akan dibangun menjadi kawasan mewah dan menarik seperti pantai Riviera di Prancis Tenggara.
AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan Kami akan menyelesaikan pekerjaan itu juga, Kami akan memikirkan dan bertanggung jawab melucuti seluruh bom berbahaya yang belum meledak dan senjata-senjata lain di tempat itu. Jika diperlukan Kami yang melakukan hal tersebut. Kami akan mengambil alih bagian atau wilayah itu, Kami akan membangunnya, menciptakan beribu-ribu pekerjaan, dan akan jadi sesuatu yang bisa sangat di banggakan oleh keseluruhan Timur Tengah" ujar Trump
Ketika ditanya Siapa yang nantinya akan tinggal di Jalur Gaza, Ia menjawab tempat itu bisa menjadi tempat tinggal "warga dunia". Pemindahan warga Gaza secara permanen ke negara tetangga Mesir dan Yordania
Inilah keinginan Trump untuk mengambil alih Gaza dan memindahkan 2 juta warga Palestina yang tinggal di sana ke negara-negara tetangga secara permanen.
Jika hal ini terjadi, ini akan menjadi pelanggaran berat terhadap rakyat Palestina yang dikenal sebagai just cogens yang aturan-aturan utama dan mendasar yang mendasari hukum internasional telah dicampakkan.
Reaksi Dunia terhadap Relokasi Palestina
Pawai di London yang melibatkan lebih dari 150.000 orang yang turun ke jalan dalam unjuk rasa solidaritas yang kuat dengan rakyat Palestina. Zaher Birawi, ketua forum Palestina di Inggris (PFB), mengomentari eskalasi tersebut "dunia harus mengambil sikap tegas terhadap kejahatan ini dan menolak segala upaya untuk menghapus rakyat Palestina. Ketahanan rakyat Palestina telah terbukti berkali-kali, dan tidak ada manuver politik yang akan mengubah klaim mereka atas tanah air mereka.
Usulan presiden Amerika Serikat Donald Trump merelokasi warga Gaza ke negara-negara lain memicu penolakan luas dari komunitas Internasional. Berbagai negara menentang gagasan ini dengan alasan yang beragam mulai dari pelanggaran hukum Internasional hingga ancaman stabilitas regional.
Negara-negara yang tegas menolak ide relokasi warga Gaza adalah Mesir, Yordania, China, Turki, Qatar, UEA, Jerman, Rusia, Prancis, Irlandia, Inggris, Arab Saudi, Iran, Malaysia, Spanyol, Indonesia dan China.
Rencana presiden AS Donald Trump mengambil alih Jalur Gaza Palestina merupakan upaya pembersihan etnis. Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan rencana presiden AS Donald Trump merelokasi penduduk Gaza dan mengembangkan daerah kantong Palestina akan sama dengan pembersihan etnis". Hal ini beresiko membuat negara Palestina mustahil selamanya. Ini merupakan ancaman bagi perdamaian dunia dan ketertiban Internasional
Pandangan Islam terhadap Palestina
Tanah Palestina merupakan tanah yang ada di Syam. Tidak boleh diserahkan kepada kafir penjajah, tidak boleh diberikan dan di kuasakan kepada mereka-mereka yang tidak amanah. Apalagi kepada mereka-mereka yang berpikiran hidup hanya untuk mencapai kesenangan dunia dengan menjadikan tanah yang diberkahi menjadi Real Estate. Palestina sudah diamanahkan kepada kaum muslim sejak era kekhilafan Umar Bin Khattab
Palestina adalah sebuah negara yang diberkahi. Ada tempat suci yang harus dijaga, antara lain masjid Al Aqsa. Masjid Al Aqsa adalah satu diantara tiga masjid yang dijanjikan Allah selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ibadah di Masjidil Aqsa sama dengan 500 kali lipat di masjid yang lain. Selain itu Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama kaum muslim juga tempat Rasulullah Isra Mi'raj. Dan sampai hari ini kita menjalankan shalat lima kali dalam sehari semalam adalah wahyu Rasulullah ketika Isra Mi'raj.
Siapapun yang diamanahi Allah dengan tanah yang diberkahi tersebut maka hendaknya ia menjaga amanah tersebut. Itulah yang dilakukan oleh warga Palestina untuk menjaga tanah yang diberkahi. Kewajiban ini tidak hanya bagi penduduk Palestina tapi juga kewajiban bagi penduduk muslim dunia.
Kesombongan AS hanya akan tumbang di hadapan negara adidaya baru yang memiliki kekuatan lebih besar atau minimal setara dengannya. Satu-satunya calon adidaya yang akan menjadi pesaing AS adalah negara Islam atau Khilafah yang menerapkan Islam secara Kaffah. Ideologi Islam yang berasal dari Sang Pencipta adalah satu-satunya ideologi yang benar yang mampu membawa manusia pada kehidupan yang aman dan sejahtera
Islam telah mengharamkan penindasan, perampasan, pembunuhan, dan segala bentuk kezaliman. Allah telah menjelaskan di dalam Quran surat Al-Maidah ayat 32 "Siapapun yang membunuh seseorang bukan karena orang yang dibunuh itu telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.
Bagi Zionis dan para pendukungnya yang telah menumpahkan darah rakyat Palestina, membunuh bayi-bayi dan wanita, serta merusak dan menghancurkan tanah Al Quds yang mulia, Khilafah akan menyerukan jihad semesta dan mengusir mereka dari tiap jengkal Negeri muslim. Khilafah juga akan selalu bersiaga memenuhi seruan Allah dalam surat Al Anfal ayat 39 “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata". Alhasil Khilafah yang bisa membungkam kesombongan Zionis dan keserakahan AS beserta antek-anteknya sekaligus menghentikan segala bentuk penjajahan dan penindasan atas dunia.
Wallahu a'lam Bis Showab
