Oleh Marni
Aktivis Muslimah
Ramadan akan segera berlalu, tentu dalam dalam suasana penuh rasa haru. Di sisi lain Idul Fitri datang, tentu dalam suasana penuh harapan akan kemenangan dan kegembiraan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan.
Rasulullah saw bersabda, Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Tuhannya (HR al-Bukhari dan Muslim).
Kemenangan sejati adalah saat kita mampu meraih predikat takwa.
Namun, tahun ini Ramadan yang suci harus dijalani dengan ragam persoalan besar seperti ekonomi yang sulit, sosial yang buruk, pendidikan yang mahal, peradilan yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, dan sebagainya, akibat penerapan sistem kapitalisme-sekuler. Sehingga suasana Idul Fitri kali ini, akan diwarnai oleh kenyataan pahit bahwa kita masih berada dalam kegelapan (kesulitan hidup). Maka tidak aneh jika di media sosial muncul tagar #IndonesiaGelap. Rakyat Indonesia merasakan masa depan bangsa khususnya kaum muda, gelap tidak ada harapan kebaikan.
Kondisi sulit tidak hanya di Indonesia. Dunia Islam pun, tak jauh berbeda, sama-sama gelap. Salah satu bukti nyata adalah penderitaan rakyat Palestina. Selama lebih dari tujuh dekade mereka di bawah penjajahan entitas Yahudi. Entitas Yahudi dapat menduduki Palestina dan berbuat brutal di sana, karena didukung penuh oleh Amerika Serikat dan Barat imperialis.
Sudah puluhan ribu warga Palestina, terutama anak-anak dan perempuan dibantai oleh tentara Zionis. Gencatan senjata pun dilanggar oleh entitas Yahudi laknatullah. Maha benar Allah Yang berfirman, Mereka (kaum kafir) tidak akan berhenti memerangi kalian sampai mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian jika saja mereka sanggup (TQS al-Baqarah [2]: 217).
Di sisi lain sebagian penguasa Muslim dan Arab justru memilih berdamai dan menormalisasi hubungan dengan entitas Yahudi, mengabaikan penderitaan saudara-saudara mereka di Palestina.
Fakta lainnya, Dunia Islam berada dalam kegelapan akibat hegemoni Amerika Serikat dan Barat melalui imperialisme modern. Negara-negara muslim yang kaya sumber daya justru dikuasai oleh kepentingan asing melalui berbagai cara seperti: Pertama, intervensi politik dengan banyak pemimpin boneka Barat. Kedua, ketergantungan ekonomi karena dijerat dengan utang. Ketiga, pelemahan militer dengan dijauhkan dari kemandirian militer dan terus dipaksa bergantung pada senjata buatan Barat.
Padahal Allah SWT telah melarang kaum muslim terutama para penguasanya, untuk menjadikan kaum kafir sebagai penolong atau pemimpin mereka. QS Al Maidah:51, Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai penolong/pemimpin kalian.
Kondisi dunia saat ini secara keseluruhan sebetulnya telah lama berada dalam kegelapan akibat penerapan ideologi kapitalisme-sekuler. Ideologi rusak ini telah menciptakan berbagai krisis dunia, seperti: krisis ekonomi, krisis moral dan sosial, krisis lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam serta krisis kepemimpinan global.
Kapitalisme-sekuler adalah sistem yang bertentangan dengan Islam karena menolak tunduk pada hukum-hukum Allah SWT dalam kehidupan. Mereka mengakui adanya Tuhan secara formalitas sebagai Pencipta, tapi tidak mau diatur oleh aturan-Nya. Kehidupan dijalani dengan peraturan buatan manusia yang cacat dan tidak adil. Akibatnya, dunia terus diliputi berbagai penderitaan akibat penerapan sistem ini.
Padahal Allah SWT telah memberikan solusi yang jelas bagi setiap persoalan hidup yang dihadapi manusia. Hal ini tercantum dalam firman-Nya, QS An Nahl ayat 89, Kami telah menurunkan Kitab al-Quran ini sebagai penjelasan atas segala sesuatu sekaligus sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum Muslim.
Allah SWT, Sang Pencipta manusia dan alam semesta telah memberikan petunjuk menjalani kehidupan di dunia, berupa Al Qur'an dan as Sunnah. Seharusnya manusia taat pada sang Pencipta yaitu Allah SWT dengan menerapkan isi Al Qur'an dan as Sunnah dalam ideologi Islam. Petunjuk dari Allah sudah pasti benar dan adil. Sudah pasti akan mengeluarkan manusia dari kebodohan kepada keselamatan.
Maka dari itu, satu-satunya jalan keluar dari kegelapan yang melanda negeri ini, Dunia Islam juga dunia secara keseluruhan menuju cahaya yang terang-benderang (Cahaya Islam) adalah dengan menerapkan syariat Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana firman-Nya dalam QS Al Baqarah: 208, Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara total (menyeluruh).
Hanya dengan cahaya Islam kegelapan akibat penerapan kapitalisme-sekuler dapat dihilangkan. Dengan cahaya Islam umat akan dapat meraih kembali kejayaan mereka sebagaimana generasi pada masa lalu. Sudah saatnya kita meninggalkan ideologi kapitalisme-sekuler dan segera kembali pada ideologi Islam yang sempurna, yang hanya mungkin bisa diterapkan oleh institusi pemerintahan Islam global yaitu Khilafah 'ala Minhaaj an Nubuwwah.
Wallahualam bissawab

No comments:
Post a Comment