Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gencatan Senjata di Gaza Hanya Tipu Daya Zionis

Thursday, February 06, 2025 | Thursday, February 06, 2025 WIB

 


Oleh Ambu Marni

Aktivis Muslimah


Sejak operasi pembebasan Palestina (Badai Al-Alqsa), 16 bulan yang lalu, aksi pembantaian (genosida) zionis Yahudi terhadap warga Gaza masih terus berlangsung. Zionis Yahudi tetap melakukan kejahatan itu meski banyak negara dan warga dunia  mengecam kebiadaban mereka.

Sampai pertengahan bulan Januari ini,  diperkirakan 46 ribu jiwa meninggal. Lebih dari 100 ribu orang menjadi cacat permanen dan sekitar 11 ribu orang menjadi korban tertimbun reruntuhan bangunan. Jalur Gaza luluh lantak dibombardir Zionis Yahudi laknatullah.

VOA Indonesia. com (17/1/2025) mengabarkan bahwa tanggal 15 Januari 2025 telah terjadi kesepakatan gencatan senjata antara Hamas (Palestina) dengan Zionis Yahudi.  Kesepakatan gencatan senjata berlaku mulai tanggal 19 Januari 2025.  Kesepakatan itu tentu saja disambut gembira oleh rakyat Palestina dan Internasional.  Namun sayang, beberapa jam kemudian, Zionis Yahudi kembali membombardir rumah sakit, tempat penampungan dan rumah warga Gaza, hingga jatuh korban 82 orang meninggal dunia.

K.H. Rokhmat S. Labib, seorang ulama Aswaja mengeluarkan pendapat di tengah aksi Pembebasan Palestina, tanggal 26 Januari 2025 di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat,Jakarta, bahwa gencatan senjata antara pasukan Hamas dan Zionis Yahudi bukan solusi.  Kesepakatan gencatan senjata tidak akan mengakhiri penjajahan Zionis Yahudi dan genosida terhadap rakyat Palestina (Muslimah News, 31/1/2025).

Kyai Rokhmat S. Labib mengemukakan argumen bahwa gencatan senjata bukan solusi. Pertama,  Zionis Yahudi itu tidak akan pernah menepati janji-janji mereka. Dari dulu sudah dilakukan beberapa kali gencatan senjata, Zionis kembali menggempur Palestina.  Kedua, gencatan senjata itu sifatnya sementara, artinya begitu gencatan senjata selesai sesuai kesepakatan, mereka akan kembali menyerang kaum muslim dengan bom dan rudal. Karena mereka ingin merebut tanah Palestina seluruhnya, Ketiga gencatan senjata itu bukan solusi yang sesuai syariat Islam.

Solusi sesuai syariat Islam dalam menghadapi kafir yang menyerang kaum muslim ada dalam Firman Allah SWT, "Perangilah mereka (kaum kafir) di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian." (TQS. Al Baqarah: 191)

Ayat tersebut benar-benar cocok dengan kejadian di Palestina dimana kaum Yahudi datang ke Palestina, mereka merampas rumah dan tanah kaum muslim.  Mereka mengusir, menumpahkan darah dan melakukan pembantaian terhadap kaum muslim sehingga mereka dapat menegakkan negara Israel di atas tanah kaum muslim.  Hal ini sudah berlangsung puluhan tahun.  

Pasukan jahat Zionis harus dilawan dengan pasukan muslim yang kuat. Dan pasukan muslim hanya bisa diwujudkan dalam negara dengan sistem Islam yaitu khilafah. Kita tidak bisa mengandalkan bantuan dari negeri-negeri muslim karena mereka tersekat oleh batas negara dan bangsa yang hakikatnya diciptakan oleh penjajah Barat. Negara dan bangsa menjadi pemisah muslim sedunia, tidak bisa saling bantu. Terbukti rakyat Palestina berjuang sendirian mempertahankan tanah yang diberkahi.

Allah SWT memerintahkan kaum muslim untuk melawan, ketika kaum muslim diperangi dan diusir dari tanah airnya. Artinya tidak ada pilihan lain,  kita wajib memerangi mereka dengan jihad fisabilillah.  Hanya saja,  jihad sekarang ini belum bisa dilakukan karena tidak ada institusinya (khilafah) dan umat Islam tidak punya pemimpin (khalifah). Karena khalifahlah yang menggerakkan kaum muslim untuk berjihad.

Umat Islam harus disadarkan kembali bahwa gencatan senjata tidak akan menyelesaikan penjajahan dan genosida rakyat Palestina oleh Zionis Yahudi. Gencatan senjata hanya tipu daya Zionis Yahudi. Maka semakin nyata umat ini membutuhkan institusi khilafah untuk melepaskan mereka dari berbagai penderitaan dan penjajahan termasuk untuk membebaskan Gaza Palestina.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update