Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aktivitas Tambal Jalan Rusak oleh Masyarakat Siompu

Friday, February 28, 2025 | Friday, February 28, 2025 WIB

 


Oleh: Feby Arfanti (Mahasiswi STAI YPIQ Baubau) 


Masyarakat Desa Tongali dan Lapara Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melakukan penambalan jalan poros Siompu di perbatasan Desa Tongali dan Lapara. Masyarakat bersama anggota Koramil 1413/07 Batauga, Sertu Ahmad Taufik secara gotong royong menambal sendiri jalanannya yang rusak di daerah itu. (rri.co.id, 24/02/2025)


Sebelumnya, jalan ini merupakan akses utama masyarakat siompu, dimana jalan ini menghubungkan desa perdesa hingga kecamatan. Jalan poros siompu mengalami kerusakan parah di beberapa titik, diantaranya jalan bagian Tongali, Lapara sampai Batuawu hingga di titik lainnya bagian Lakininti sampai depan kantor Camat Siompu Barat.


Menanggapi keresahan masyarakat sekitar dengan keadaan jalan yang rusak, hingga beberapa kali menimbulkan kecelakaan di titik tertentu, masyarakat desa Tongali dan Lapara melakukan penambalan di titik kerusakan jalan tersebut.


Jalan sekitar Tongali dan Lapara, terhitung sudah empat kali di lakukan nya penambalan. Empat kali penambalan adalah hasil daripada inisiatif masyarakat yang mana penambalan jalan tersebut dananya di ambil dari hasil sumbangan masyarakat sekitar. Dan kali keempat ini, material/bahan yang di gunakan yaitu aspal, kalau yang sebelum-sebelumnya mengunakan semen. Dana yang terpakai sebesar 6 juta lebih. Aspal 8 ton seharga 3 juta lebih, belum lagi ongkos kapal Fery 2 juta dan mobil 1 juta lebih. 


Dari sini apakah para pemangku jabatan tidak malu kalau masyarakatnya yang harus turun tangan untuk memperbaiki kerusakan jalan yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Miris sekali, kemanakah DPRD Busel selama ini dalam lima tahun terakhir menduduki kursi jabatannya. Harusnya kalianlah yang menjembatani masyarakat sebagai fasilitator guna melihat apa-apa yang di perlukan masyarakat atau apa yang menjadi keresahan masyarakat saat ini.


Hari ini memang telah berganti pemimpin akan tetapi dari pojok DPRD Busel yang menjabat di periode kemarin hanya sedikit yang melengser. Itu artinya yang menjabat hari ini adalah orang-orang yang sama. Teruntuk Siompu sendiri memiliki DPRD Busel berjumlah enam orang, sebagian udah menjabat dari periode sebelumnya. 


Kalian yang kami harapkan nyatanya tidak membawakan perubahan untuk kampungnya sendiri, dimanakah kesadaran anda?.

Kami menanyakan kembali kontribusi anda sebagai wakil rakyat, siompu adalah rumah tempat tinggal anda sendiri, tidakkah kau rapikan dulu rumah yang hampir porak-poranda itu. Kami bangga siompu memiliki kalangan elit teratas yang kemudian datang dengan penyambutan dan arak-arakan oleh masyarakat sekitar tetapi adakah kepedulianmu dengan keadaan siompu hari ini. Mustahil selama perjalan ke siompu tidak merasakan guncangan jalanan rusak yang boleh di kata hampir memakan korban. 


Inilah ironi pemangku jabatan hari ini, seolah-olah lepas kendali dengan tanggung jawab yang di embannya. Terlebih lagi hidup dalam sistem kapitalisme yang mana menjauhkan agama dari kehidupan menjadikan para pemimpin-pemimpin hari ini tidak amanah dengan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.


Berbeda halnya dengan sistem Islam. Islam sangat memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar dan sangat-sangat memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Lihat saja pada keteguhan Umar bin Khattab sebagai seorang pemimpin kala itu, ia takut akan pertanggung jawabannya di hadapan Allah SWT sebagai seorang Khalifah. 


Bermula dari informasi salah seorang ajudannya tentang peristiwa yang terjadi di tanah Iraq telah membuatnya sedih dan gelisah. Lantaran Seekor keledai tergelincir kakinya lalu jatuh ke jurang akibat jalan yang dilewati rusak dan berlobang. Melihat kesedihan khalifahnya, sang ajudan pun berkata: “Wahai Amirul Mukminin, bukankah yang mati hanya seekor keledai?” dengan nada serius dan wajah menahan marah Umar bin Khattab bekata: “Apakah engkau sanggup menjawab di hadapan Allah ketika ditanya tentang apa yang telah engkau lakukan ketika memimpin rakyatmu?”


Hebatnya Umar bin Khattab ra. ini bukan tersebab oleh dirinya semata, akan tetapi karena keislamannya, dan terpenting adalah sistem Islam yang menaunginya. Rasulullah SAW. bersabda,”Imam adalah ra’in (pengurus) dan ia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya” (HR. Al Bukhori). 


Dengan begitu sudahkah para pemimpin hari ini menjadi ra'in (pengurus) dan bertanggung jawab atas urusan rakyatnya, sudahkah memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan menyediakan fasilitas yang lebih layak dan memadai. Semoga dengan kepemimpinan yang berganti ini, di harapkan dapat membawa perubahan teruntuk Busel dan sekitarnya, termasuk siompu tercinta.

Wallahu'alam bish-shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update