Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wujudkan Kemuliaan Kaum Muslim di Bulan Rajab

Monday, January 20, 2025 | Monday, January 20, 2025 WIB

 

Oleh Heni Ummu Faiz
Ibu Pemerhati Umat

Rajab merupakan bulan yang sangat mulia dan bulan berlimpah pahala. Sudah selayaknya kita memanfaatkan bulan tersebut sebaik mungkin. Karena bulan ini pahala akan dilipatgandakan bukan hanya itu kemaksiatan sangat dilarang dilakukan di bulan ini. Hal ini akan bisa kita lihat QS At-Taubah [9]: 36. Banyak peristiwa yang terjadi di bulan Rajab yang sebagian kaum Muslim tidak mengetahuinya. Salah satunya adalah ada sebuah momen yang tidak diketahui oleh masyarakat pada umumnya bahwa ada peristiwa besar yang sangat menyedihkan dan menjadi cikal bakal hancurnya izzah kaum Muslim yakni runtuhnya institusi negara Islam yakni khilafah. Runtuhnya khilafah Islam tepatnya Khilafah Utsmaniyah yakni 27 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M). Bahkan para ulama melihat kejadian ini sebagai tragedi besar dalam sejarah Islam.

Sejak hancurnya institusi negara ini umat Islam tercerai berai hingga mudah dikotak-kotakkan sebanyak 50 negara. Sekat nasionalisme telah menghancurkan umat Islam. Pada akhirnya umat Islam berjuang sendiri-sendiri. Celakanya akibat runtuhnya khilafah tak ada keinginan kuat untuk membela saudara seakidah seperti halnya derita rakyat Palestina.

Hingga hari ini rakyat Palestina terus dijajah dan tak ada pertolongan dari penguasa negeri-negeri muslim untuk mengirimkan tentaranya. Sungguh ironis. Sudah seharusnya saat Rajab ini kita terus melangitkan doa-doa agar umat Islam ini segera sadar bahwa rakyat Palestina adalah saudara kita yang patut kita tolong. Melakukan amalan sunah, menggencarkan dakwah kepada umat untuk memahamkan kondisi umat Islam tentang persatuan umat.
Jangan dibiarkan Rajab berlalu begitu saja tanpa diisi dengan amalan -amalan sunah, dakwah dan menjauhi berbagai kemaksiatan.

Seperti nash berikut ini dalam QS At-Taubah [9] : 36. “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Penjelasan ayat tersebut pun telah diperkuat dengan hadis Nabi Muhammad shalallahu alayhi wasallam : “Setahun ada dua belas bulan. Di antaranya empat bulan haram (mulia), tiga bulan berturut-turut, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, serta Rajab Mudhar yang berada di antara Jumadil-akhir dan Sya’ban.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Saatnya Umat Islam Berbenah

Ketika bulan Rajab diperingati di seluruh dunia sebagai momentum mengingat perjuangan Nabi Muhammad saw. maka seharusnya kita sebagai umat-Nya menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama rahmatan lil a’lamiin. Agama sekaligus ideologi yang dulu pernah memimpin dunia dan menjadi mercusuar peradaban manusia yang mulia. Sebagaimana saat kepemimpinan Umat bin Al-Khatab ra. Rajab tahun 15 H (637 M), mampu membebaskan Baitul Maqdis. dari belenggu Romawi. Pada tanggal 2 Oktober 1187 dibebaskan lagi oleh
Kemudian pembebasan kedua pun terjadi pada bulan Rajab tahun 583 H, tepatnya tanggal 2 Oktober tahun 1187 oleh Salahuddin Al Ayyubi dan peristiwa ini dikenal dengan perang salib.

Saat itu Islam diterapkan secara kafah dan mampu memperlihatkan izzahnya, sehingga umat di luar Islam pun segan tak berani melakukan pelecehan, intimidasi apalagi menjajah. Hal tersebut karena khilafah hadir di tengah kaum muslim. Sedangkan negara Islam hadir sebagai perisai yang membantu rakyatnya. Saat itu, kaum muslim yang hidup di bawah khilafah satu sama lain laksanakan satu tubuh.

Hal ini sebagaimana sabda Rasullullah saw. “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis tersebut menjadi indikasi untuk menerapkan sistem Islam kafah dalam seluruh aktivitas kehidupan. Karena dengan sistem Islam kafah (khilafah) umat Islam yang hari ini tak berdaya akan menjadi mulia. Karena khalifah tidak akan membiarkan rakyatnya dijajah seperti halnya di Palestina.

Terkait hadis tersebut, Imam Al-Mawardi mengatakan, “Tugas khalifah adalah menjaga agama, menegakkan hukum Islam, dan melindungi wilayah kaum muslim dari serangan musuh.” (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, hlm. 13–15).

Walhasil, saatnya Rajab ini dijadikan momen untuk mewujudkan kembali kemuliaan umat Islam. Melepaskan dari cengkeraman kapitalisme sekuler.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update