Puisi: Jam Gadang, Roh yang Tak Pudar
(Puisi ini merupakan salah satu karya dalam menyambut momentum satu abad berdirinya Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat).
Di atas punggung bukit gombang kau menjulang diam
Membelah selimut embun yang menggantung di mata pagi,
Menyaksikan detik-detik usia berjatuhan tanpa jeda
Puluhan putaran tahun mengubah warna tanah minang
Semilir musim menaburkan kisah para pendahulu
Tentang bumi yang dipeluk petuah tua dan diselimut sumpah yang tetap menyala
Pada tiap gaung suaramu, berdenyut keberanian orang orang yang tak mudah retak
Menghitung perjalanan cahaya sejak fajar membuka mata,
Hingga malam merunduk di pangkuan sepi
Anyaman rumpun bambu dan pelukan tanah merah pada tubuhmu
Menyimpan gema tangis, riuh bahagia, serta cita-cita yang tetap berakar
Usia panjang yang melintasi ratusan putaran masa
Melainkan cahaya kemuliaan yang bertengger anggun di pucuk zaman
Jam gadang,
Pada genap usia seabadmu, kalim melepaskan harap setinggi burung-burung doa,
Agar engkau tetap menjulang seperti ingatan yang tak selessi dipeluk negeri,
Hidup abadi di ruang batin setiap anak tanah ini.
#PuisiJamGadang #100TahunJamGadang #SastraMinang #Bukittinggi #Padang #Sumatera Barat #LiterasiSekolah

No comments:
Post a Comment