Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan Terbaik Lahir Dari Sistem Islam

Friday, January 24, 2025 | Friday, January 24, 2025 WIB

 


Oleh: Nadia Salsabyla

 

Pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan kewajiban pemerintah untuk memenuhinya. Sebagaimana tertulis dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 2, “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Hanya saja, di zaman yang apapun dipandang sebagai ladang cuan ini, rasanya sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan haknya.

 

Sebagaimana kasus yang belakangan viral, wali kelas SD Swasta Abdi Sukma yang menghukum seorang siswa duduk di lantai karena menunggak pembayaran SPP. Dikutip dari beritasatu.co setelah viralnya video tersebut, Dinas Pendidikan kota Medan, Sumatera Utara segera memeriksa wali kelas yang bersangutan di ruang kepala sekolah.

 

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian pun menanggapi, tindakan guru SD yang meminta siswanya duduk di lantai karena menunggak biaya SPP, merupakan tindakan yang tidak etis dan melanggar prinsip-prinsip pendidikan. Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, “Ya tentu ini memprihatinkan. Kepada semua penyelenggara sekolah, swasta, negeri. Please, kalau ada masalah, sampaikan kepada pemerintah". (Kompas 11/1/25)

 

Pendidikan yang harusnya diterima secara gratis oleh masyarakat, kini harus mereka upayakan setengah mati. Belum lagi resiko pembuliyan yang mungkin muncul di sekolah akibat telat membayar SPP. Hal ini tentu akan berdampak pada psikologis siswa yang bersangkutan dan justru mengganggu proses pembelajaran.

 

Kapitalisasi Pendidikan

Tindakan guru yang menghukum muridnya duduk di lantai karena belum membayar SPP tentu tidak bisa dibenarkan. Namun lebih dari itu, ada hal yang harusnya lebih kita perhatikan yaitu pendidikan yang dikapitalisasi. Betapa sulitnya jadi orang tua zaman sekarang, kebutuhan serba naik, sedangkan pemasukan sangat minim. Pendidikan yang katanya harus dibiayai negara saja nyatanya belum mampu dirasakan masyarakat secara luas. Belum lagi fakta pendidiknya, ada saja oknum-oknum yang memanfaatkan jabatan demi kesejahteraan pribadi.

 

Sungguh, ini merupakan hal yang normal terjadi dalam sistem demokrasi kapitalis. Landasan hukumnya sekulerisme, atau pemisahan agama dari kehidupan. Agama tidak boleh ikut campur ranah kehidupan, sehingga manusia dengan segala kelemahannyalah yang mengatur ranah ini. Tentu ada dorongan materi juga di dalamnya. Dorongan untuk menghasilkan keuntungan di setiap kebijakan, termasuk pendidikan.

 

Di sistem ini lembaga pendidikan berlomba mencari donatur atau membuka bisnis demi memenuhi kebutuhan upah guru, pengadaan sarana dan prasarana, juga kebutuhan pendidikan lainnya yang tidak dipenuhi negara. Jika pendidikan saja tidak mampu dijamin sepenuhnya oleh negara, lantas kepada siapa rakyat harus mengadu? Bagaimana pula dengan nasib generasi yang akan datang jika penddikan tidak mampu menyentuh mereka secara merata?.

 

Sistem Pendidikan Terbaik

Adapun di dalam Islam, pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Sebagaimana negara akan memastikan sandang, pangan, papan tiap warganya, demikan pula negara memastikan warganya bisa mengenyam pendidikan. Bukan sekedar membuka atau sebatas membangun sekolah. Namun memastikan proses pendidikan bisa berlagsung tanpa dipungut biaya. Bahkan setiap siswa akan mendapat buku, uang saku dan asrama secara gratis.

 

Hal ini sangat mungkin terjadi dalam sistem Islam karena memiliki sumber dana yang banyak dan dikelola oleh baitul mal. Di dalamnya terdapat pos yang memang diperuntukkan bagi pembiayaan pendidikan seluruh warga negara. Terbukti di masa peradaban Islam, banyak terlahir ulama terkemuka di berbagai bidang ilmu pengetahuan meski tidak terlahir sebagai orang berada.

 

Keagungan sistem Islam begitu dikagumi para peniliti dan penulis Barat hingga mereka menuliskan sejarah keindahannya di berbagai buku. Salah satunya adalah John Patrick Lynch dalam bukunya Aistotle’s School disebutkan bahwa pada tahun 1502 lady Margaret mengusulkan untuk mencontoh praktik dana wakaf pendidikan yang diterapkan dalam sistem Islam demi membiayai dua universitas besar hingga saat ini, Oxford dan Cambrigde.

 

Demikianl kemuliaan Islam tidak bisa diragukan lagi. Taat kepada syariat Allah, akan menghantarkan pada keberkahan dan kemuliaan. Kufur terhadap syariat Allah, akan mengundang adzab yang pedih. Allah ta’ala berfirmandi surat Al A'raf ayat 96 yang artinya, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan”.

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update