Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HIV AIDS DI KALANGAN PELAJAR MAKIN BANYAK. KOK BISA?

Saturday, January 25, 2025 | Saturday, January 25, 2025 WIB
HIV AIDS DI KALANGAN PELAJAR MAKIN BANYAK. KOK BISA?

Oleh : Eliska Sari, S.Pd

Salah satu penyakit menular yang kini mulai marak menjangkiti remaja adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus) & AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) . Sepanjang Januari hingga September 2024 saja, Indonesia mencatat lebih dari 35 ribu kasus HIV , 12 ribu kasus AIDS , dan 6 persen diantaranya adalah remaja dibawah usia 20 tahun. Artinya 2000 lebih remaja usia dibawah 20 tahun di Indonesia menjadi pengidap penyakit ini, padahal usia tersebut adalah usia pelajar.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur seorang siswa positif mengidap HIV dan anemia aplastik. Disdikbud Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengatakan siswa yang mengidap HIV tetap mendapatkan kesempatan belajar yang sama & tidak mempersoalkan mengapa siswa tersebut bisa tertular. "Kami tidak mempersoalkan bagaimana proses anak ini tertular, karena itu ranah medis. Yang pasti, kondisi kesehatannya sangat rawan terhadap infeksi, bukan menularkan ke orang lain, tetapi rentan tertular penyakit karena imunitasnya menurun” ujarnya

Jika melihat dari sisi psikologi, tentu tidak mudah di posisi orang-orang yang mengidap penyakit ini, terutama di usia yang masih sangat muda. Tapi mengingat terus meningkatnya pengidap penyakit ini , bahkan bertambah puluhan ribu di setiap tahunnya, seharusnya negara saat ini benar-benar mengkritisi apa sebab proses penularan HIV yang menyerang anak/pelajar saat ini. Tidak hanya fokus kepada pengobatan dan penyembuhan pasca mereka sudah tertular.

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa penularan HIV/AIDS sangat erat dengan penyimpangan perilaku seksual, terutama perilaku seks bebas & homoseksual. Ditambah lagi, hari ini para pelaku homoseksual dan sejenisnya (bahkan yang sudah mengidap HIV) tidak lagi malu-malu menampakkan identitas mereka sebagai homoseksual yang mengidap HIV. Tentu fenomena semacam ini akan memperpanjang kasus buruk penyakit HIV AIDS yang akan terus menular.

Sehingga sangat penting bagi negara saat ini untuk memecahkan akar masalahnya, bukan sekedar mengambil solusi jangka pendek seperti penggunaan jarum suntik steril atau bahkan solusi yang menimbulkan masalah baru dengan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan pelajar. Tapi fokus pada akar masalah yaitu adanya gaya hidup liberal yang serba bebas di kalangan remaja, sehingga banyak dari mereka yang menjadi pelaku pergaulan bebas bahkan dengan berganti-ganti pasangan, pelaku homoseksual sampai pengguna narkoba.

Dalam Islam ada sistem pergaulan, pendidikan, sanksi hukum yang saling support sehingga menjaga remaja jauh dari penyakit HIV AIDS. Dari sistem pergaulan remaja akan dipahamkan bagaimana menjaga diri dengan batasan-batasan yang jelas, sistem pendidikan pun tidak abai terhadap siswa yang tertular penyakit ini , mereka akan diselesaikan secara serius dan yang tidak kalah penting juga menjaga siswa-siswa lainnya agar tidak menjadi korban selanjutnya yang semakin menambah angka remaja yang tertular penyakit ini. Sanksi hukum pun jelas bagi pelaku homoseksual, pengguna narkotika, yang kita sepakat bahwa ini adalah perilaku menyimpang, maka tidak akan dibiarkan mereka berkeliaran bebas bahkan dengan bangga mempromosikan diri sebagai pelaku penyimpangan tersebut.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update