Zahrul Hayati
Apa yang terjadi di Palestina adalah perang ideologi dan akidah antara kaum Muslimin dan kaum kafir.
Bukan konflik sejarah, geografi atau pun teritorial.
Perang di Gaza awalnya adalah pembelaan dan mengambil kembali hak-hak dan tanah yang telah dicuri dirampas oleh Zionis Yahudi. Tujuan sangat jelas bagi manusia normal dan waras.
Melalui PBB, hukum internasional telah mengakui legitimasi pembelaan rakyat Palestina atas hak-hak dan tanah mereka yang dirampas. Adapun tindakan orang Yahudi terhadap wilayah yang mereka jajah, baik Gaza maupun Tepi Barat, merupakan pelanggaran nyata terhadap undang-undang ini.
Sebagaimana kita ketahui, entitas Zionis melancarkan perang genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 45.200 orang. Sebanyak 14.500 anak Palestina meninggal dunia dalam serangan yang dilancarkan entitas Yahudi.
Menurut Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Selasa (24-12-2024), satu anak tewas setiap jamnya di jalur Gaza akibat serangan brutal entitas Yahudi.
Siapapun yang menyaksikan penderitaan warga Gaza, termasuk anak-anak disana, akan mendapati bahwa apa yang dilakukan entitas Zionis itu sudah di luar batas kemanusiaan. Kejahatan yang dilakukan puluhan tahun intens dilakukan dua tahun terakhir, tentu tidak bisa di maafkan. Lantas apa kontribusi dunia internasional atas fakta genosida di Palestina? Faktanya, mereka hanya mengecam tanpa ada tindakan riil menghentikan serangan.
Apalagi genosida oleh Zionis Yahudi di Gaza berjalan atas berjalan atas dukungan Pemerintah AS. Setiap tahun Pemerintah AS menggelontorkan anggaran US$ 3,8 miliar (setara Rp 55 triliun). Sebanyak 69 persen persenjataan milik Zionis Yahudi juga berasal dari Amerika Serikat.
Sungguh penderitaan yang dialami penduduk Gaza jauh melebihi apa yang sedang dialami penduduk Hollywood dalam kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat. Kebakaran yang terjadi terjadi di Los Angeles hari ini sudah menyebabkan total kerugian Rp 1.000 triliun. Angka ini hampir tiga kali lipat dari bantuan Amerika Serikat (AS) untuk operasi militer Zionis. Luas kawasan yang terbakar pun mencapai 360 hektar. Nyaris setara dengan wilayah Gaza. Pemerintah AS sampai hari ini masih kelimpungan menangani kebakaran dan menolong warganya. Inilah kuasa Allah SWT.
-
Kapitalisme Biang Masalah
-
Sistem kapitalisme yang diberlakukan di dunia hari ini telah menunjukkan penghianatan nyata terhadap apa yang terjadi genosida di Palestina. AS selayaknya menjadi pihak yang bertanggung jawab atas terbunuhnya ratusan ribu nyawa warga Palestina, termasuk anak-anak. Pasalnya, perang genosida di Gaza didukung penuh oleh AS dan Barat.
Walhasil, Barat tidak akan membiarkan Khilafah kembali bangkit dan akan terus menjalankan strategi mendukung entitas Yahudi dengan beragam aksi kejahatannya di bumi Syam. Selain itu, keberadaan Yahudi di Palestina akan mempermudah AS menjajah kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu persoalan Palestina merupakan masalah clash (perseteruan) antara dua peradaban, yakni Islam dan Barat.
Membebaskan Palestina dan Masjidil al-Aqsha adalah fardhu atas kaum Muslim. Akan tetapi, kaum Muslim haram meminta bantuan kepada negara-negara Barat dan lembaga-lembaga internasional untuk menunaikan kewajiban tersebut. Negara-negara Barat adalah bidan yang membantu kelahiran negara Zionis di tanah Palestina.
-
Penghianatan yang Nyata.
-
Sungguh, hari ini kita tidak bisa berharap para pemimpin Islam akan bertindak seperti Khalifah Umar dan Sultan Shalahuddin yang tegas melawan penjajahan. Mereka hanya bisa mencuci tangan dan berdiri dibelakang musuh yang mengibarkan bendera palsu perdamaian.
Mereka pura-pura lupa bahwa syariat Islam jelas-jelas mengharamkan berdamai dengan musuh yang merampas tanah miliknya.
Tidak ada pihak selain Islam yang berhak mengatur dan memberikan jalan keluarnya.
Para pemimpin Dunia Islam telah berkhianat dengan mendiamkan penjajahan ini. Setiap kali terjadi agresi militer Yahudi terhadap warga Palestina dan al-Aqsha, mereka hanya mengecam beretorika, dan mendukung solusi dua negara. Bahkan sudah ada enam negeri Muslim yang terang-terangan menjalin hubungan akrab dengan negara Zionis Yahudi; Turki, Yordania, Bahrain, Mesir, UAE, Maroko dan Sudan.
Sudah seharusnya tentara-tentara Turki, Mesir, Yordania, Libanon, Arab Saudi, dimana pun negerinya, merasa malu memiliki alutsista (alat utama sistem senjata), tapi hanya diparkirkan di barak-barak militer.
Padahal
Allah SWT telah mengancam:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil kaum Yahudi dan Nasrani menjadi wali (sahabat, teman, pelindung) Sebagian mereka adalah wali dari sebagian yang lain. Siapa saja diantara kalian yang mengambil mereka menjadi wali, sungguh dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim (QS Al-Maidah:51)
-
Jihad dan Khilafah Solusi Tuntas Palestina.
-
Wahai kaum muslimin, nasib Gaza tidak ditentukan oleh bangsa lain, tetapi wajib oleh kalian sendiri. Allah SWT telah mewajibkan umat ini untuk mengusir para penjajah dari tanah air mereka. Allah SWT berfirman:
Perangilah mereka (kaum kafir) dimana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian (TQS Al-Baqarah:191).
Gencatan senjata di Gaza, baik sementara maupun permanen, tidak di izinkan oleh Islam. Sesungguhnya yang wajib atas kaum muslim adalah berjihad melawan Zionis Yahudi dan itu fardhu ain karena Zionis Yahudi telah merampas, merampok dan menduduki negeri kaum muslim. Apalagi di sana ada Masjidil Aqsha yang diberkahi.
Kewajiban tetap kaum muslimin adalah jihad dan memobilisasi tentara militer sebagaimana Shalahuddin Al Ayyubi membebaskannya dari tentara salib.
Umat tidak akan pernah puas dan tidak akan lelah hingga "membebaskan Palestina." Sebagai mana dilakukan oleh Shalahuddin, sang pembebas.
"Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan." (QS Al-Anfal: 72)
Semoga tanah suci Palestina pada masa ini juga menjadi tempat Pertempuran Hittin yang baru, pertempuran untuk mencapai pembebasan dan mengubur para penjajah Zionis Laknatullah.
Gencatan senjata maupun solusi dua negara hanyalah solusi semu bagi Palestina.
Butuh solusi hakiki dan fundamental untuk menyelamatkan saudara kita di Palestina dengan Jihad dan Khilafah.
Semoga Allah mengetuk pintu hati para penguasa Muslim untuk bersegera mengirimkan pasukannya mengusir zionis Yahudi dari bumi Palestina.
Inilah yang harus selalu di ingatkan di setiap waktu dan tempat kepada umat dan pemimpin untuk merealisasikan nya.
Wallahu a'lam bish showaab.

No comments:
Post a Comment