Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PENGANGGURAN MENINGKAT, SIAPA YANG SALAH?

Thursday, November 07, 2024 | Thursday, November 07, 2024 WIB

Oleh: Jeli Murniati

(Penulis dan Aktivis Dakwah)

Sebanyak 248 perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan diduga tidak tertib dalam melaporkan lowongan pekerjaan ke Disnakertrans Kabupaten Kutai Barat. Dari jumlah tersebut, hanya 20 perusahaan yang melapor, itu pun tidak secara rinci jumlah tenaga kerja yang bekerja di sana.

Disnakertrans Kubar sangat menyayangkan tindakan 248 perusahaan yang tidak tertib. Dia menyebut, data rincian mengenai masyarakat asli Kubar yang dipekerjakan di perusahaan tersebut sangat penting. Sebab, data ini dibutuhkan Disnakertrans karena akan berpengaruh pada jumlah angka pengangguran di Kubar yang terus meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Kubar untuk tahun 2023 mencapai 6,16 persen meningkat ketimbang tahun 2022 yang berada pada angka 4,62.

Tingginya angka pengangguran setiap tahunnya menandakan sinyal kegagalan negara dalam menciptakan lapangan kerja. Disisi lain Disnakertrans menganggap laporan dari para perusahaan di Kubar sangat penting pada jumlah angka pengangguran, lalu siapa sebenarnya yang bertanggungjawab pada masalah pengangguran yang semakin tinggi dan lapangan kerja yang semakin langka?

*Negara Vs Perusahaan*

Lapangan pekerjaan memegang peranan penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan setiap individu. Dengan lapangan pekerjaan yang merata akan membuat angka pengangguran pun turun, tapi dilihat dari data Badan Pusat Statistik, angka pengangguran di Kubar lebih tepatnya mengalami kelonjakan dari 2022 sekitar 4,62 persen menjadi 6,16 persen di tahun 2023. Artinya dari tahun 2022-2023 tidak ada kenaikan dalam hal pemerataan lapangan kerja, malah semakin langka sampai-sampai angka pengangguran naik drastis. Para pencari kerja pun mengeluh dengan sangat berat dikarenakan sulitnya mencari pekerjaan. Dengan keadaan sekarang yang mana kebutuhan hidup semakin banyak dan mahal, serta sulitnya mencari pekerjaan benar-benar menjadi jalan buntu untuk masyarakat.

248 perusahaan yang berada di Kubar disalahkan karena angka pengangguran yang semakin tinggi, karena tidak ada laporan mengenai berapa banyak warga lokal Kubar yang bekerja dan juga sulitnya mengakses informasi lowongan pekerjaan. Kalau kita lihat 248 perusahaan ini adalah perusahaan pengelola tambang dan perkebunan yang notabene nya adalah milik swasta, jadi tidak ada kewajiban penuh bagi mereka untuk melaporkan lowongan pekerjaan dan tidak ada hukuman terkait hal tersebut. Dan mereka pun lebih tertarik pada para pekerja luar daerah yang memiliki kapabilitas sesuai dengan fashion perusahaan, bukan berarti warga lokal kurang dalam pengalaman dan kemampuan. Hanya saja perusahaan lebih mendepankan seseorang yang mampu memberikan mereka hasil lebih banyak dan bekerja lebih banyak untuk keuntungan perusahaan. Kurangnya minat pada warga lokal juga adalah karena Pendidikan mereka yang rendah, rata-rata mereka hanya bersekolah sampai SD dan SMP, sulit untuk kembali melanjutkan sekolah Menengah Atas atau bahkan Sarjana terapan dikarenakan kesulitan ekonomi. Tidak ada harapan kesejahteraan pada saat sistem yang dipakai masih sistem kapitalis-sekulerisme.

Dibawah naungan kapitalis-sekulerisme tidak heran jika Pertambangan dikelola oleh perorangan yang tujuannya meraih keuntungan untuk dirinya sendiri, padahal seharusnya pengelolaan tambang itu dikembalikan pada negara, dan harus negara yang mengelolanya agar dapat memberikan lapangan pekerjaan yang merata bagi rakyatnya, dan tidak ada lagi yang Namanya mengimpor tenaga kerja asing. Tapi nyatanya hal itu sulit dilakukan jika negara masih bersistem kapitalis-sekulerisme.

Jadi tidak heran jika perusahaan-perusahaan saat ini tidak ada kewajiban untuk menurunkan angka pengangguran, apalagi perusahaan swasta yang mereka tidak di bawah naungan negara. Masalah tingginya pengangguran serta langkanya lapangan pekerjaan adalah urusan yang harus diurus oleh negara. Para warga Kubar notabenenya adalah Bertani dan berkebun, maka seharusnya negaralah yang memberikan lapangan pekerjaan, seperti memberikan modal, support sistem sampai dengan pemberian lahan untuk menunjang lapangan pekerjaan di Kubar. Minimnya lapangan pekerjaan adalah kesalahan negara yang tidak memperhatikan tingginya angka pengangguran sampai-sampai membuat banyak permasalahan yang muncul. mulai dari angka perceraian yang meningkat karena tidak ada biaya untuk kebutuhan hidup yang semakin mahal, judol dimana-mana karena harapan mendapatkan uang secara instan, bahkan sampai mengutang yang berujung pembunuhan.
Artinya masalah pengangguran ini adalah hal yang sangat krusial untuk segera ditangani. Negara tidak bisa hanya berharap pada perusahaan pertambangan untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa negara sendiri yang turun tangan untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang merata.

Bahkan adanya keberadaan perusahaan pertambangan bukanlah jaminan kesejahteraan masyarakat, karena fokus perusahaan adalah keuntungan untuk perusahaan mereka. Apalagi rata-rata perusahaan tambang yang ada bukan dikelola oleh negara melainkan oleh asing dan aseng, sehingga para pekerjanya pun banyak di impor dari negara asing. Hal ini membuat SDM lulusan SMA sulit terserap dan juga menambah kesulitan kompetitif lapangan kerja.
Maka bagaimana seharusnya Negara bertindak sebagai pemangku kebijakan dan penyelesai masalah dalam setiap aspek?

*Islam dengan Segala Solusinya*

Islam bukan hanya sekedar agama, melainkan juga sebuah sistem yang punya seperangkat aturan untuk menyelesaikan segala problem manusia. Berbeda dengan kapitalis-sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga mereka membuat peraturan sendiri yang akhirnya menimbulkan berbagai kerusakan. Peraturan Islam berasal dari sang Khalik sehingga setiap peraturan yang dihasilkan hanya akan membawa kesejahteraan untuk seluruh umat. Contohnya saja secara sistem perekonimian, ekonomi kapitalisme sangat kontras dengan sistem islam yang sudah terbukti mampu menyejahterakan seluruh warganya hingga berabad-abad lamanya.

Sistem Islam melahirkan pemimpin yang menempatkan dirinya sebagai pengurus dan juga penjaga umat. Sehingga para pemimpin dalam sistem Islam akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugasnya sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Sebagai contoh, Negara Islam dalam menjamin kesejahteraan maka akan mewajibkan para laki-laki untuk bekerja. Bukan hanya mewajibkan tapi juga memberi dukungan dengan cara menyediakan Pendidikan yang memadai sehingga seluruh warga khususnya laki-laki akan memiliki keahlian yang memadai dan berkepribadian Islam yang baik, Pendidikan pun akan digratiskan sehingga semua rakyat bisa bersekolah tanpa memikirkan biaya yang mahal.

Negara Islam juga wajib menyediakan lapangan kerja yang luas, dan menyediakan modal untuk lahan pertanian yang bersih dari asing, serta mengembangkan sektor-sektor yang potensinya sangat besar, seperti pertambangan, perikanan, perkebunan, pertanian, industry dll yang akan dikelola langsung oleh negara sesuai dengan aturan Islam, tanpa melibatkan lagi tangan-tangan asing. Terlebih lagi Negara tidak akan membiarkan adanya perusahaan Tambang yang dikelola swasta atau asing. Karena Islam mengharamkan untuk individu mengusai barang milik seluruh rakyat, dan hanya negaralah yang boleh mengelola dan nantinya dikembalikan kembali kepada rakyat. Dan hal ini hanya bisa diterapkan jika negara mengambil sistem Islam bagi kehidupan bernegara.

Dengan pemimpin yang mampu melaksanakan tanggungjawabnya sesuai dengan syariat Islam, maka kesejahteraan itu akan tercipta, karena apa-apa yang dilakukan pemimpin untuk rakyatnya maka akan dimintai pertanggungjawaban.
Hal ini juga berdasarkan sabda Rasulullah saw.:
Imam adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang yang dia pimpin (HR al-Bukhari).
Sesungguhnya cara-cara Islam dalam menangani permasalahan lapangan kerja dan pengangguran ini sudah terbukti mampu menyejahterahkan rakyatnya hingga berabad-abad. Lihatlah kisah saat khalifah Umar bin Abdul Aziz menjadikan rakyatnya tidak ada yang berhak menerima zakat, karena semua rakyatnya telah terpenuhi kebutuhannya. Juga kisah kegemilangan Khalifah Harun Arrasyid yang mengosongkan baitulmal hingga tidak ada satu pun rakyatnya yang kelaparan. Begitulah gambaran jika syari’at Islam di terapkan secara sempurna. _Wallahualam Bisshawab_

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update