Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemuda dan Potensinya dalam Membangun Peradaban

Friday, November 15, 2024 | November 15, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:34:38Z

 

Oleh : Syamsiah (Aktivis Muslimah)

 

Pemuda saat ini sangatlah dibutuhkan peranannya dalam upaya Pembangunan Nasional Indonesia. Karena pada hakikatnya pemuda adalah pemilik masa depan. Negara harus memberikan perhatian yang lebih besar kepada agenda-agenda pengembangan kepemudaan sebagai bagian penting dalam Pembangunan Indonesia, baik dalam posisinya sebagai subjek Pembangunan maupun sebagai Objek Pembangunan.

 

Hal ini diungkapkan oleh Pj Wali Kota Baubau Dr. H. Muh. Rasman Manafi, SP, M.Si  Ketika membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96.

Dilihat dari Capaian Indeks Pembangunan Pemuda atau IPP, sebagai indikator kualitas kepemudaan pada tahaun 2024. Indeks Pembangunan Pemuda berada pada 56,33 persen, dengan rincian capaian domain Pendidikan sebesar 70 persen, domain Kesehatan dan kesejahteraan sebesar 65 persen, domain gender dan diskriminasi sebesar 53,33 persen. Untuk domain lapangan dan kesempatan kerja sebesar 45 persen dan domain partisipasi dan kepemimpinan sebesar 43,33 persen (Sultra Kini, 28/10/2024).

 

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dinilai menjadi salah satu instrument kemajuan Pembangunan pemuda di Indonesia.  Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan IPP dengan langkah memperluas kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan kepemudaan.  Selain itu pemerintah juga mendorong pemuda untuk berwirausaha, serta terlibat dalam bidang sosial dan politik.

 

Sesungguhnya peran pemuda dengan segala potensinya sangatlah besar dalam kemajuan peradaban suatu bangsa. Hanya saja peran dan potensi tersebut bukan diarahkan untuk merealisasikan pencapaian yang sifatnya materi semata terlebih lagi dengan teori pembangunan kapitalisme yang dipelajari oleh pemuda yang menjadi acuan dan standar keberhasilan yang harus diikuti dengan indikator keberhasilan pembangunan yang dilihat dari makin tingginya pertumbuhan ekonomi.

 

Pemuda hari ini telah terjebak dalam industirialisasi, yakni pemuda sebagai aset industri. Pemuda butuh pekerjaan untuk memenuhi gaya hidup yang hedonis. Ditambah lagi saat ini jenis profesi menjadi indikator keberhasilan seorang pemuda. Oleh karenanya para pemuda berlomba-lomba untuk bekerja di berbagai perusahaan dan akan merasaa bangga meski hanya menjadi karyawan biasa dengan gaji yang rendah.

 

Hal ini karena  dalam sistem kapitalisme pada dasarnya  keberadaan tenaga kerja adalah input produksi. Sehingga berlaku hukum biaya sekecil mungkin. Maka tidaklah mengherankan jika gaji tenaga kerja hari ini sangatlah rendah sesuai standar UMR malah ada yang lebih rendah lagi di bawah UMR.

 

Selain itu, persoalan yang menimpa pemuda pun sangat banyak. Mulai dari Judi online, Pinjol, Miras, pergaulan bebas, narkoba hingga tingginya angka pengangguran akibat kurangnya lapangan pekerjaan.

 

Hal ini harus diselesaikan dengan tuntas agar pemuda tidak kehilangan potensi dan jati diri mereka. Terlebih lagi dalam sistem pendidikan hari ini dengan program Merdeka Belajar – Kampus  Merdeka  memberikan kesempaatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat. Dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan, mejadikan kampus sebagai wadah penyedia tenaga kerja.

 

Padahal sesungguhnya pemuda sebagai agent of change sangat berpengaruh bagi perubahan dalam berbagai institusi, baik pemerintahan, perusahaan, dan juga masyarakat. Pemuda merupakan generasi harapan, mata air peradaban, penerus generasi mendatang, calon pengganti para pemimpin terdahulunya.

 

Ibnu Khaldun pun berbicara terkait kualitas pemuda dan peradaban dalam kitabnya Muqaddimah. Beliau mengatakan bahwa, “Generasi perintis adalah generasi yang memiliki semangat juang tinggi, pantang menyerah, cerdas, dan berkomitmen besar dalam membangun peradabannya.

 

Generasi Pembangun adalah generasi yang masih mewarisi semangat dan ruh perjuangan pendahulu mereka. Biasanya pada masa merekalah sebuah peradaban akan mencapai puncak kemajuannya.”

Olehnya itu, pemuda Islam harus disiapkan untuk mengemban amanah besar dalam mewujudkan tatanaan kehidupan dunia dibawah sistem pemerintahan terbaik yakni Sistem Pemerintahan Islam.

 

Al-Qur’an dan hadits banyak mengangkat kisah pemuda-pemuda yang menjadi teladan. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW, yang sebagian besar adalah pemuda saat mereka mulai mengikuti ajaran Islam. Ali bin Abi Tholib, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas, Zaid bin Tsabit dan sahabat lainnya. Mereka berperan besar dalam menyebarkan risalah Islam dan membentuk masyarakat Muslim yang kuat.

 

Sistem Pendidikan Islam yang berbasis Aqidah Islam akan melahirkan pemuda yang beriman dan bertaqwa, memiliki kepribadian Islam juga menguasai ilmu pengetahuan serta memiliki keterampilan yang berguna untuk kehidupannya. Pemikiran dan aktivitas mereka senantiasa terikat dengan syariah, serta hidup mereka semata-mata untuk dinul Islam. Tidak ada pencapaian terbaik kecuali mendapatkan ridho Allah SWT.

 

Dengan demikian, sudah saatnya gen z bangkit kembali kepada Islam. Dengannya akan membangun kekuatan untuk peradaban yang gemilang. Ada ditangan pemuda harapan besar itu. Kebangkitan  Bukan dengan sistem lain yang secara jelas memberikan kerusakan.

 

Wallahu A’lam

×
Berita Terbaru Update