Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Industri Hiburan Sumber Cuan Bagi Penjajah

Friday, November 15, 2024 | November 15, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:34:37Z

 

Oleh: Rhany (Relawan Opini Andoolo)

 

Gemerlap dunia industri memang menggiurkan bagi para seniman. Apalagi tujuannya berujung cuan yang utama, tanpa memperhatikan idealisme lagi. Banyak yang tak menyadari tujuan dibuat, bagi para penikmat asalkan enak didengar maka tak jadi masalah.

 

Apalagi baru-baru ini lagu yang sempat viral di berbagai platform musik, diketahui penyanyi utamanya mendukung terafiliasi dengan Israel, tentu profitnya pasti akan mendukung zionis.

 

Dikutip oleh Rumah Yatim, Baru-baru ini Rose Blackpink melakukan comeback lagu dengan menggaet penyanyi Bruno Mars di single terbarunya yang berjudul APT. Lagu APT ini viral sejak dirilisnya pada tanggal 18 Oktober 2024.

 

Selain prestasi dari lagu APT ini, ternyata lagu ini juga menimbulkan kontroversi. Di beberapa negara seperti Korea Selatan sampai Malaysia, lagu Rose blackpink ft Bruno Mars ini dilarang diputar. Lagu APT ini dilarang diputar di negara Korea Selatan, sebab nadanya dirasa sangat candu dengan disertai dengan lirik yang mudah dihafalkan.

 

Sedangkan di Malaysia, lagu Rose dan Bruno dilarang diputar sebab lagu ini mempunyai makna yang kurang, bertentangan dengan budaya Timur. Sesudah terjadinya beberapa kontroversi ini, sekarang telah terungkap bahwa penulis lagu APT ialah orang Israel (2/11/2024).

 

Ternyata banyak kaum muslimin tidak menyadari apa yang didengarkan dan ikut-ikutan mengikuti trend apa yang ada tanpa melihat lirik dan artinya. Lirik lagu tersebut sangatlah vulgar, dan bayangkan saja mengajak untuk party di club sambil meminum alkohol, merokok, dan berakhir dengan perzinaan. Sungguh sangatlah miris kaum muslimin dijajah dalam bentuk Industri hiburan.

 

Yang paling parah adalah mereka tidak mengetahui artis tersebut terafiliasi mendukung para zionis yang sedang menjajah saudara kita kaum muslimin di belahan gaza. Tidak peduli asal muasalnya, yang penting nomor satu adalah kesenangan menikmatinya, padahal tiap MB yang mereka putar di platform musik menyumbang penjajahan.

 

Bahkan tak jarang kita temui komentar para netizen tak mengapa, toh juga masih memberi bantuan katanya tidak ada hubungannya. Padahal alat senjata yang mereka gunakan bisa jadi itu adalah hasil kontribusi kita sendiri yang mendukung. Na’uzubillahiminzalik.

 

Bukan perkara soal kecil atau besar, atau hanya sekedar mendengarkan musik, tapi lebih soal sikap bagaimana menghadirkan respect kepada saudara dengan peduli dan tidak mendukung apapun yang mereka lakukan.

 

Karya yang mereka ciptakan tentu tujuannya adalah materi yang penting mendapat keterkenalan di dunia, standarnya, dan tolak ukurnya bukan ada pada halal dan haram. Para kapitalis akan selalu melihat peluang, apalagi mayoritas di belahan dunia sangat mencintai musik, maka dengan itu akan dilakukan apapun caranya walaupun menabrak norma dan merusak pemikiran generasi muda.

 

Sistem Islam Menjadi solusi utama akan memilah dan memilih apa yang menjadi hal yang bisa merusak individu, masyarakat maupun negara. Hiburan tak harus ada dengan melanggar aturan dari sang Maha pencipta. Wallahu A’lam

×
Berita Terbaru Update