Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Merangkul Remaja Menjadi Generasi Harapan Islam

Monday, November 04, 2024 | Monday, November 04, 2024 WIB

Oleh Neneng Sriwidianti
Pengasuh Majelis Taklim

 

Hampir 150 lebih ibu-ibu muslimah tampak menghadiri pengajian yang diselenggarakan oleh MT Sabila (Majelis Taklim Sahabat Bincang Islam) pada Ahad, 27 Oktober 2024. Tema yang diambil pada hari pagi itu adalah Merangkul Remaja Menjadi Generasi Harapan Islam.

Ustazah Susi Hilma sebagai pembicara mengawali pemaparan materinya dengan memberi gambaran bahwa Indonesia saat ini didominasi oleh Gen Z sebanyak 74,93 juta jiwa, dan milenial 69,38 juta jiwa.

Menurutnya, ada beberapa profil yang melekat pada Gen Z hari ini di antaranya:

Pertama, kasus kenakalan remaja yang tiap tahunnya mengalami kenaikan sebesar 10,7%

Kedua, penggunaan narkoba di kalangan anak muda berusia 15-35 tahun dengan persentase sebanyak 82,4% berstatus sebagai pemakai, sedangkan 47,1 % berperan sebagai pengedar, dan 31,4% menjadi kurir.

Ketiga, angka seks pra nikah di kalangan remaja 15-19 tahun, perempuan 59%, laki-laki 74%.

Keempat, penderita AIDS tahun 2005-2019 tertinggi ada pada kelompok umur 20-39 tahun yaitu sebesar 63,1%. Artinya enam dari sepuluh penderita AIDS berada pada kelompok umur 20-39 tahun.

Kelima, 41% pelajar di Indonesia berusia berusia 15 tahun pernah mengalami perundungan.

Menurut Ustazah Susi, penyebab kerusakan pada Gen Z ini adalah konsekuensi penerapan sistem sekularisme liberalisme kapitalisme yang diterapkan saat ini. Beliau mengutip firman Allah Swt.,

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan mengalami kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (TQS. Thaha:124)

Sistem sekularisme liberalisme kapitalisme, terbukti menciptakan kerusakan di berbagai sisi kehidupan:

~ Memisahkan agama dari kehidupan. Menjadikan agama sebagai sisipan dan ketika dipelajari sebatas dogma dan spiritualitas (ubudiyah), tidak menanamkan tujuan dan makna hidup, tidak menumbuhkan rasa takut kepada Allah, merusak diri, tidak menjadikan Tarbiyatul aulad sebagai kurikulum yang harus dipahami orang tua.

~ Mengusung kebebasan bertingkah laku dan kebebasan berpendapat, bebas bersikap, yang penting diri sendiri puas. Berselancar di dunia maya tanpa batas, durhaka kepada orang tua, menggunakan narkoba, merundung sesama, melakukan kekerasan, berzina, dan lain-lain.

~ Menerapkan prinsip “ia yang punya modal, ia yang dapat bertahan”. Akses terhadap sandang, pangan, papan, layanan kesehatan serta pendidikan yang layak hanya dapat dilakukan oleh ia yang punya modal. Membuat orang tua menghabiskan waktu untuk bekerja, tertekan, tidak harmonis, penuh cekcok, abai terhadap pengasuhan (menyerahkan pada gadget), rusuh, tidak sabaran, ambil jalan pintas dalam menyelesaikan masalah anak.

~ Membiarkan media dipenuhi konten merusak baik televisi, media sosial, maupun game.

~ Tidak ada sanksi tegas yang bersifat jawabir (penebus) dan zawajir (pencegah) terhadap pelaku.

~ Menjauhkan figur penguasa dari sifat raa’in (pengurus) bagi rakyatnya.

Di akhir pemaparannya, Ustazah Susi menyampaikan bahwa solusi hakiki untuk menyelamatkan Gen Z dari kerusakan adalah penerapan syariat Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan yang mencakup tiga dimensi:

Pertama, hubungan manusia dengan Allah mencakup akidah dan ibadah. Dimensi ini sudah diamalkan oleh umat Islam, walaupun sebagian besar masih meninggalkan.

Kedua, hubungan manusia dengan dirinya mencakup makanan, minuman, pakaian, dan akhlak. Dimensi kedua ini sudah diamalkan oleh umat Islam walaupun sebagian besar masih meninggalkan.

Ketiga, hubungan manusia dengan manusia yang lain, mencakup sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem pidana, sistem pendidikan, dan politik luar negeri. Di dimensi ini tidak dapat diamalkan oleh umat Islam.

Di akhir acara, Ustazah Susi mengajak seluruh ibu-ibu muslimah yang hadir untuk turut bersama-sama menyelamatkan Gen Z dari kerusakan sistem sekularisme ini dengan pemahaman Islam yang kafah agar mereka menjadi generasi harapan Islam.

Wallahu a’lam bishshawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update