Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Impor Susu Saat Panen, Siapa yang Diuntungkan?

Friday, November 15, 2024 | November 15, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:34:35Z

 

 

Oleh: Yani Astuti

(Ibu Rumah Tangga)

 

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam yang luas. Namun miris, rakyatnya justru dimiskinkan karena penerapan sistem yang salah. Sepertinya di tengah kebobrokan sistem saat ini, mustahil akan menyejahterakan rakyatnya. Lantas, di mana peran negara sebagai raa’in?

 

Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jum’at pagi 8 November 2024, terdapat pembagian susu gratis kepada warga di kawasan Simpang Lima Boyolali kota. Pembagian susu gratis menghabiskan 500 liter dalam sekejap, sekitar 15 menit saja. Hal tersebut dibagikan oleh sejumlah peternak dan pengepul susu karena adanya pembatasan dari Industri Pengolahan Susu untuk menerima pasokan susu sebagaimana diwartakan oleh tempo.com.

 

Dengan stok yang mencapai puluhan ribu liter tersebut, mereka tidak hanya membagikan kepada warga. Peternak dan pengepul susu sapi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah juga membuat aksi pembuangan susu dengan cara mandi susu di jalan. Tak hanya itu, mereka juga membuang susu dengan membawa susu hasil panen peternak ke tempat pembuangan akhir (TPS). (kumparan.com, 9-11-2024)

 

Pembuangan susu tidak hanya terjadi di Kabupaten Boyolali, tetapi kejadian serupa juga terjadi di Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini diakibatkan pasokan susu yang dibatasi oleh Industri Pengolahan Susu. Hal tersebut membuat Wakil Ketua DPR RI Saan Mustofa angkat bicara. Dirinya mengatakan, seharusnya pemerintah memberikan perhatian kepada para petani atau peternak, di Akademi Bela Negara Partai Nasdem, Jakarta, Sabtu (9-11-2024).

 

Menyebabkan Kerugian

 

Adanya pembatasan penerimaan pasokan susu yang dialami peternak dan pengepul susu merupakan suatu kerugian. Kerugian tersebut bahkan mencapai ratusan juta rupiah. Bagaimana tidak! Ada sekitar 800 peternak dalam setiap harinya dapat menghasilkan susu hingga 10 ribu liter. Sedangkan total susu yang terbuang hingga 33 ribu liter dalam waktu dua minggu terakhir.

 

Sesungguhnya aksi pembuangan susu yang dilakukan para peternak dan pengepul susu, tidak lain hanya menunjukkan rasa kecewa dan protes. Hal ini dilakukan karena Industri Pengolahan Susu (IPS) membatasi penerimaan pasokan susu. Alasan tersebut merupakan sebuah dalih bahwa pada kenyataannya negara melakukan impor susu. Impor susu inilah yang diduga penyebabkan peternak susu mengalami kesulitan menyalurkan hasil panennya ke industri pengolahan susu. Ditambah lagi adanya program makan bergizi gratis, susu yang akan diberikan diperoleh dari impor.

 

Kegagalan Negara sebagai Pengurus

 

Sungguh ironi, di saat para peternak susu sapi sedang panen dengan stok yang melimpah, negara malah melakukan impor. Tidak bisa dimungkiri bahwa memang ada masalah lain dalam pembatasan pasokan susu seperti maintenance. Akan tetapi, alternatif untuk penyerapan susu lokal saat ini tidak ada.

 

Hal ini yang membuat para peternak mengalami kerugian. Semestinya menjadi sebuah kewajiban negara dalam menjamin kepentingan rakyatnya, terutama untuk para peternak susu. Negara juga seharusnya melindungi nasib rakyat dengan berpihak kepada para peternak untuk menampung hasil susu yang didapat.

 

Namun, kenyataannya dalam sistem kapitalisme hari ini, sifat pemimpin sebagai pengurus rakyat telah hilang. Sistem ini justru membuat nasib rakyat makin buruk karena tidak mendapatkan jaminan yang semestinya dari negara. Negara dengan sistem kapitalisme akan menerapkan kebijakan ekonomi kapitalisme yang hanya memikirkan kepentingan dan menguntungkan para penguasa saja.

 

Di saat para peternak menjerit, masih ada saja yang tidak peduli akan urusan umat dengan menganggap tidak terjadi apa-apa di negeri ini. Sekarang sudah saatnya umat membuka mata bahwa apa yang dialami para peternak susu seharunya menjadikan umat sadar bahwa sistem di bawah naungan kapitalisme adalah sistem yang tidak pantas diterapkan.

 

Islam sebagai Penyolusi Urusan Umat

 

Dalam Islam, urusan umat merupakan hal yang sangat utama. Islam akan menjamin kepentingan rakyatnya, apalagi dalam urusan pengelolaan hasil panen seperti yang dialami para peternak susu sapi. Pada dasarnya, penempatan pemimpin adalah sebagai pengurus urusan umat. Rasulullah saw. bersabda,”Imam/khalafah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

 

Dengan begitu, berdirinya negara Islam, yakni Khilafah akan menjadi solusi dalam masalah yang dihadapi umat, misalnya kepada peternak susu. Dilihat dari kandungan susu yang merupakan bahan pangan yang bergizi, terlebih semua kalangan banyak yang mengonsumsinya. Dengan demikian, negara tidak akan membiarkan hasil peternak susu dibuang begitu saja.

 

Dengan demikian, negara akan memberikan jaminan dengan menerapkan sistem ekonomi Islam. Negara juga akan menstabilkan harga susu lokal dan mencegah adanya impor. Kalaupun negara melakukan impor, itu dikarenakan pasokan susu lokal dalam negeri mengalami penurunan pada susu lokal. Seperti inilah yang akan dirasakan setiap rakyat apabila sistem Islam diterapkan di negeri ini, rakyat justru akan merasa sejahtera di bawah naungan negara Islam.

Wallahualam bissawab.

×
Berita Terbaru Update