Oleh Prastika
Tenaga Pendidik dan Aktivis Muslimah
Penduduk Gaza Palestina dijadikan abu karena serangan sadis dan biadabnya oleh militer Zionis Yahudi, yang terus membombardir penduduk Gaza. Mereka semua melakukan penyerangan kepada warga sipil sudah begitu lama. Mereka melakukan hal ini sejak adanya Operasi banjir Al-Aqsa. (Tribun news, 7-10-2024)
Zionis Yahudi melakukan penyerangan terhadap penduduk Gaza sudah tentu dengan sengaja dan terprogram. Begitu banyak bom dijatuhkan hingga berjumlah 75 ribu ton (antaranews.com, 4-6-2024) melebihi jumlah ketika terjadinya pemboman di Dresden, Hambung dan London pada Perang Dunia ke-2. Begitu luar bisa bom yang diledakkan hingga menghasilkan kekuatan yang sama dengan 4,6 kali lipat bom nuklir pada saat di jatuhkannya di Hirosima, Jepang.
Dihancurleburkan masjid-masjid hingga berjumlah 814, juga gereja yang berjumlah 3 gedung, begitu pula dengan bangunan rumah sakit, sekolah, kawasan pemakaman yang jumlahnya tidak sedikit (Jakarta Islamic Centre, 8-10-2024) mereka hancurkan. Tak ketinggalan situs sejarah yang termasuk gereja dengan usia yang begitu lama hingga ratusan tahun ikut serta mereka hancurkan. Begitu biadabnya Zionis Yahudi.
Banyak penduduk mengungsi pada saat kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Akibat dari dibloknya truk-truk pengantar bantuan pangan ke Gaza oleh Zionis Yahudi penduduk Gaza alami kelaparan yang sangat parah hingga berjumlah mencapai 70 persen penduduknya alami kelaparan.
Aturan dunia dalam peperangan tidak dihiraukan oleh Zionis Yahudi. Mereka hanya memikirkan penindasan, pembantaian, dan penghancuran atas begitu banyak nyawa-nyawa tenaga medis, jurnalis, dan petugas sosial yang terbunuh. Hingga terdata sebanyak 85 petugas pertahanan sipil, 986 ahli tenaga medis, 175 orang jurnalis, tewas hingga hancur lebur.
Begitu kejamnya militer Zionis Yahudi, tak puasnya mereka terhadap warga Gaza yang sudah mereka bunuh. Selain itu mereka melakukan pengambilan organ-organ warga Gaza yang sudah mati untuk mereka jual, hingga 2.300 mayat yang mereka curi. Tidak hanya mengarah kepada kaum Muslim, tetapi warga nonmuslim pun ikut tewas akibat serangan Zionis Yahudi. Hingga pemuka agamanya ikut cemas karena dikhawatirkan warganya akan punah dan hilang.
Tak hanya menyerang ke Gaza, tetapi Zionis Yahudi juga melakukan serangan keluar wilayah Palestina. Mereka lakukan ke wilayah Libanon, Suriah, dan Yaman. Lagi-lagi yang menjadi korban banyak warga sipil yang tewas akibat diserang dan dijatuhkannya bom hingga 80 ton menyerang kawasan Libanon. Mereka menyerang kelompok perlawanan Hizbullah, tetapi lagi-lagi yang menjadi korbannya adalah warga sipil.
Begitu banyak pelajaran yang didapat akibat kekejaman Zionis Yahudi terhadap penyerangan kaum Muslim. Pertama adalah kebenaran firman Allah Swt. yang menjelaskan bahwa sifat kaum kafir memusuhi kaum Muslim yang tercantum dalam surah Al-Anfal [8] ayat 73. Ayat tersebut menjelaskan bahwa sebagian orang kafir itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Jika kalian tidak melaksanakan perintah Allah maka akan terjadi kerusakan atau kekacauan di bumi ini.
Negara-negara besar khususnya Barat yang terus-menerus membantu dan mengirimkan bantuannya berupa keuangan dan persenjataan kepada Zionis Yahudi demi untuk menghancurkan Gaza. Jumlah bantuan yang diberikan kepada Zionis tidaklah sedikit, melainkan miliaran dolar AS, sekitar 8,7 miliar dolar AS. Jumlah ini setara dengan Rp131,6. triliun, angka yang fantastis. Bantuan itu datang setelah Zionis Yahudi melakukan bombardir di Libanon. Sebelumnya juga AS telah melakukan pengiriman bantuan berupa senjata kepada Zionis Yahudi sebanyak 1 miliar US.
Dalam tafsir Imam Ali ash-Shabunidi jelaskan bahwa makna ayat di atas, Jika kalian tidak melakukan apa yang telah diperintahkan Allah kepada kalian, yakni loyalitas pada orang beriman dan memutuskan hubungan dengan orang kafir, maka akan terjadi fitnah yang besar di muka bumi ini dan banyak kerusakkan. (Ash-Shabuni, Shafwah at-Tafasir, 1/506)
Di kawasan Gaza hari ini telah terjadi penghancuran dan Genosida tak lepas dari sikap penguasa. Khususnya para pemimpin di Arab yang justru malah memberikan loyalitas pada penguasa negara-negara Barat yang jelas telah mendukung Zionis Yahudi. Malah tidak adanya pembelaan dari para penguasa Muslim untuk kaum Gaza hanya retorika dan bantuan yang seadanya saja tanpa mau memperjuangkan kebebasan kaum Gaza.
Pelajaran lainnya ialah makin jelas telihat sikap pengecut Zionis Yahudi yang terus diserang hingga terus-menerus tanpa henti dengan pengerahan bom yang berton-ton terlihat sangat ketakutan terhadap kaum Muslim. Zionis Yahudi tidak berani menyerang langsung kepada kaum Muslim, karena mereka tahu akan kalah. Mereka hanya berani kepada warga sipil yang ditawan, kepada anak- anak, wanita, lansia, juga terhadap penyandang disabilitas. Mereka pun takut pada pejuang Muslim. Bahkan pemimpin Zionis Yahudi yakni Netanyahu tengah berkeliling ke berbagai negara yang mendukung dan meminta bantuan tambahan agar warga Gaza hancur. Netanyahu sadar bahwa akibat dari peperangan yang terjadi ini sudah banyak dirasakan kerugian baik ekonomi atapun militer.
Pembenaran firman Allah yang ada pada surah Al-Maidah [3] ayat 24, “Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selagi mereka ada didalamnya. Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua. Sungguh kami hanya akan duduk-duduk menanti di sini saja.”
Juga terdapat pelajaran bahwa Allah memperlihatkan bahwa kaum muslim di Gaza begitu tegar terhadap serangan brutal kaum Zionis Yahudi yang bertubi-tubi walaupun dalam keadaan genting dan duka, juga banyak kehilangan keluarga, sanak saudara, dan hilang harta. Mereka tetap sabar dan tetap melaksanakan kewajiban kewajiban yang diperintahkan Allah, seperti tetap salat membaca Al-Qur’an, juga menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Nyatanya, kekejaman yang dilakukan Zionis Yahudi tak membuat mereka berpaling dari Islam, malah sebaliknya mereka makin taat kepada Allah dan yakin kepada Allah bahwa ujian ini datangnya dari Allah dan semunya milik Allah, maka akan kembali pula kepada Allah.
Juga adanya pelajaran bahwa dengan terjadinya serangan ini, umat bisa melihat penguasa memiliki sifat yang egois, pengecut, dan pengkhianat. Mereka tidak mau membela kehormatan umat, padahal banyak militer negeri Islam di dunia. Penguasa negeri-negeri muslim tampak enggan mengirimkannya untuk membela Gaza, tapi malah menempatkan di barak-barak mereka. Mereka hanya bermulut manis melalui politiknya dan memerintahkan doa untuk Palestina, juga dukungan-dukungan sekadarnya, hanya peduli di mulut saja tanpa tindakan yang nyata.
Padahal terdapat hadis yang menyatakan: Muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzalimi dan tidak boleh membiarkan saudaranya itu dizalimi. Hadis ini diriwayatkan melalui jalur Imam Muslim
Penderitaan yang dirasakan oleh kaum Gaza tak cukup dengan doa dan bantuan makanan dan medis saja. Bahkan PBB, Liga Arab ataupun OKI hingga detik ini sekalipun tidak bisa menyelesaikannya. Apalagi dengan perdamaian dua dunia, itu sama halnya dengan berkhianat kepada Gaza.
Solusinya adalah sudah jelas hanya solusi yang diperintahkan Allah yaitu dengan jihad dan khilafah. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah[2] ayat 191. Sudah saatnya kita semua khusunys penguasa, sekarang berjuang menegakkan kebenaran menyelamatkan kaum Muslim di dunia bangkitlah dengan berjihad.
Hikmah yang didapat terdapat pada hadis: “Siapa saja yang meninggal dunia, sementara dia belum pernah berperang atau berjihad atau maniatkan diri untuk berjihad, maka dia mati di atas satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim. )
No comments:
Post a Comment