Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Food Estate Proyek Gagal Sejahtera

Friday, October 25, 2024 | October 25, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:03Z

Oleh Rahma (Aktivis Muslimah)

Ancaman krisis pangan yang kemungkinan akan menimpa hampir semua negara, membuat pemerintah mencanangkan program ketahanan pangan melalui Proyek Food Estate. Hal tersebut diharapkan supaya Indonesia bisa mencukupi kebutuhan pangannya secara mandiri. Mega proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak era pemerimtahan Presiden Soeharto. Dan belakangan gaungnya kembali terdengar di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Proyek Food Estate Nihil Berhasil 

Sayangnya hasil implementasi Proyek Strategis Nasional ( PSN ) di era Presiden Joko Widodo kurang banyak dirasakan oleh masyarakat luas. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies ( CELIOS ) Bhima Yudistira.
Dia menyampaikan bahwa kebijakan hilirisasi tidak berkorelasi terhadap kesejahteraan orang banyak. Jadi sebagian besar daerah-daerah yang basisnya hilirisasi, utamanya nikel dan mineral, itu persentase kemiskinannya berada di atas tingkat kemiskinan nasional. Jadi pertumbuhan ekonominya tinggi, nilai ekspornya tinggi, tapi masyarakatnya miskin,” kata Bhima (Tempo.com,15-10-24).

Pemerintah ternyata mengalami kegagalan dalam mewujudkan swasembada pangan.
Sangat disayangkan rencana membangun lumbung pangan tak kunjung terwujud. Padahal Indonesia dianugerahi Allah swt dengan sumber daya alam yang melimpah dan subur.

Lumbung pangan program yang hanya dipenuhi janji manis semata. Proyek yang diharapkan bisa mensejahterakan rakyat justru mengancam pangan lokal, pembukaan hutan, deforestasi, kerusakan lingkungan dan bencana.

Proyek food estate merupakan konsep pengembagan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Proyek strategis nasional 2020 – 2024 ini diatur dalam peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI No 3 th. 2022.

Ada banyak penyebab kegagalan tersebut proyek ini. Pembangunan dalam kapitalisme nyatanya bukan untuk kepentingan rakyat, namun untuk kepentingan oligarki (para pengusaha) saja. Maka wajar jika muncul konflik dengan rakyat setempat.
Banyak rakyat tergusur tak terurus dari bumi yang sudah ditempati turun temurun. Alam yang selama ini menjadi pijakan mereka untuk menyambung hidup diambil secara paksa. Sistem liberal hanya berpihak pada yang bermodal.

Inilah sistem dari pola pikir manusia yang dengan segala kelemahannya akan menghasilkan aturan tumpang tindih dan akan selalu berbenturan yang satu dengan yang lain.
Sampai kapan umat mau hidup dalam kondisi seperti ini ? Padahal di depan mata sudah tersaji sistem sempurna dari Allah swt yang mana sang pencipta paham betul apa segala kebaikan dan keburukan bagi makhluk ciptaannya.

Ketahanan Pangan dalam Sistem Islam Bukan Mimpi

Islam membangun untuk kepentingan rakyat, dalam pengurusan negara yang memiliki mafhum ra’awiyah (mengurus rakyat), sebagai amanah yang akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah swt.

Pembangunan memperhatikan berbagai aspek termasuk kelestarian lingkungan, kestabilan kehidupan sosial, dll apalagi dalam penyediaan bahan pangan yang merupakan kebutuhan pokok rakyat.

Negara berupaya mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan supaya rakyat tidak terjajah secara ekonomi. Karena jika pangan tidak cukup dalam satu negeri maka impor pangan akan dilakukan, hal ini yang akan jadi pemicu suatu negara akan bergantung pada negara lain. Negara Islam memiliki kemandirian dalam membiayainya. Pembangunan akan dilakukan negara tanpa bergantung pada swasta atau asing. Juga tidak disetir oleh kepentingan mereka.

Islam menetapkan sumber anggaran yg banyak dan memiliki aturan bagaimana pemanfaatannya. Lahan yang ada akan dimaksimalkan dalam pengelolaannya. Akan disediakan bibit unggul, pupuk yang terjangkau harganya, peralatan, irigasi, dan segala bimbingan sampai rakyat bisa menuai hasil yang maksimal.
Proses pendistribusian akan dipantau dan diatur dengan baik oleh negara, sehingga para petani dan rakyat umum bisa menikmati dengan baik setiap hasil panennya.

Dalam Islam ketahanan pangan merupakan hal penting dalam mewujudkan kesehatan, kwalitas dan kehidupan umat manusia, sehingga akan dijaga betul oleh negara.

Allah yang menciptakan manusia, pasti mengetahui apa yang dibutuhkan oleh manusia. Bersyukur kita diciptakan Allah dan dibekali dengan aturan komplit dalam menjalani hidup.

Hal tersebut sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dengan menerapkan sebuah sistem pemerintahan Islam yang sempurna dengan mengemban sistem Daulah Islamiyah.

Sebuah sistem pemerintahan dalam naungan Khilafah telah terbukti bisa mengantarkan kaum muslim menjadi kaum terdepan dan terbaik berabad-abad lamanya.
Dalam sistem pemerintahan Islam yang bersandar pada segala aturan dari Allah swt, rakyat dijamin akan sejahtera jika mau menerapkannya dalam setiap aspek kehidupannya.

Wallahu a’lam bishawab.

×
Berita Terbaru Update