Oleh : Ummu Najmi
(Ibu Rumah Tangga)
Berulangnya penistaan terhadap agama, yang hanya terjadi pada agama Islam tidak bisa dibendung dalam sistem demokrasi yaitu ulahnya Ghufron yang mengaku bisa bahasa semut dan mengaku telah menulis 500 kitab berbahasa Suryani , bahkan ia disebut-sebut merupakan “sang wali”, mengapa hal ini terjadi? Seharusnya negara dapat mencegah agar penistaan agama tidak terjadi terus menerus.
Sebagaimana diberitakan di media Suara Nasional, Mama Gufron yang mengaku seorang wali dan mengarang 500 kitab berbahasa Suryani serta bisa Bahasa semut telah menyebarkan kesesatan. “Saya lihat ajaran Mama Gufron di youtube. Isinya sesat, “kata aktivis Islam Farid Idris dalam pernyataan kepada redaksi www.suaranasional.com, Rabu (19/6/2024).
Penyebab Munculnya Penista Agama
Sistem Demokrasi yang memuja kebebasan berpendapat dan berekspresi telah melahirkan para penista agama, mereka melegitimasi penistaan terhadap Islam. Kejadian ini sangat membahayakan karena dapat merusak akidah orang Islam yang tidak mempunyai pemahaman yang kuat terhadap agama yang akhirnya dapat menjerumuskan pada ajaran yang sesat.
Walaupun pada akhirnya para penista agama sebagian dari mereka ditangkap dan dipenjara tetapi hal itu tidak menjamin tidak akan ada lagi penista agama, namun pada faktanya tetap ada karena hukum yang ada tidak menjerakan para pelakunya. Jika penista agama ditindak tegas, ini berbenturan dengan HAM dan kebebasan berpendapat. Seharusnya ada ketegasan hukum bagi para penista agama tetapi pada saat ini peran negara sangat minimalis dalam menjaga agama bahkan cenderung pasif dan baru bertindak setelah umat Islam bergerak dan bersuara lantang.
Sistem Demokrasi telah gagal dalam melindungi dan menjaga agama, sehingga para penista agama Islam semakin menjamur dikarenakan kebebasan yang menjadi salah satu pilarnya. Sistem yang meminggirkan peran agama dalam mengatur kehidupan.
Solusi Islam Mencegah Penistaan Agama
Islam sebagai agama yang sempurna memiliki cara agar umat terhindar dari penyimpangan akidah, yaitu dengan diterapkannya syariat Islam dalam setiap aspek kehidupan di bawah pemerintahan Islam. Kemudian negara dalam Islam akan menerapkan sistem pendidikan Islam yang dapat membentuk generasi yang punya pola pikir Islam dan pola sikap Islam. Sehingga mereka memahami Islam, bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dan mereka juga memahami bahwa sesuatu yang wajib harus bersumber dari hukum syarak. Juga dalam Islam para pelanggar akan diberikan sanksi
dengan hukuman yang tegas dan menjerakan, sehingga mereka akan takut untuk melakukan pelanggaran tersebut.
Oleh karena itu sudah seharusnya kaum muslimin menjadikan Islam sebagai sandaran dalam kehidupan ini agar akidah umat dapat terjaga dan terlindungi.
Wallahu’alam bishawab.
No comments:
Post a Comment