Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Bunuh Diri Semakin Tinggi, Islam Mampu Memberikan Solusi Hakiki

Tuesday, July 16, 2024 | Tuesday, July 16, 2024 WIB

Oleh. Siti Juni Mastiah, SE
(Anggota Penulis Muslimah Jambi dan Aktivis Dakwah)

Dilansir dari Kompas.id (28/02/2024) sebanyak 859,10 persen kasus bunuh diri di Indonesia tidak terlaporkan. Tingginya stigma dan diskriminasi menjadi penyebab. Begitu pernyataan dari tim editor Kompas Indonesia, Deanisia Arlinta.

Kasus terbaru di Jambi, seorang Mahasiswi asal Lubuk Linggau Sumatera Selatan ditemukan tewas setelah menjatuhkan diri dari Gedung Bank 9 Jambi yang dijadikan pusat bisnis dan kafe. Wanita yang berinisial SAS (21) merupakan Mahasiswi semester akhir dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri Jambi. SAS diduga melompat dari gedung dengan berpura-pura menjadi pengunjung kafe di gedung tersebut.

Kapolsek Telanaipura Jambi, AKP Hanefa membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan, aksi diduga bunuh diri pada Minggu (14/7) sekitar pukul 22.00 WIB. Korban menjatuhkan diri di gedung lantai 12, ditemukan meninggal dunia. Jasad korban sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga yang menjemput ke Jambi. Dari hasil olah TKP, SAS ini browsing tentang bunuh diri dan browsing mencari tempat atau gedung yang tinggi di Jambi. (detik.com, 15/07/2024)

Dari laman Liputan6.Com (10/01/2024) bahwa kasus bunuh diri merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat terjadi pada siapapun. Faktor penyebabnya adalah psikologi, biologis, dan lingkungan. Saat ini kasus bunuh diri merupakan permasalahan yang sangat kompleks.

Inilah bukti kehidupan masyarakat yang jauh dari pemahaman agama yang benar. Sistem sekuler kapitalis yang diterapkan dalam kehidupan kita saat inilah yang menjadi pemeran utama dari faktor penyebabnya kasus bunuh diri meningkat. Hal ini karena tidak memahami hakikat kehidupan didunia ini untuk apa, dan pada saat kematian akan ada lagi hari pertanggung jawaban. Karena dalam kehidupan kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan inilah yang membuat sistem pendidikan tidak diarahkan agar terbentuk kepribadian yang agamis yakni berpola pikir dan berpola sikap sesuai aturan Islam.

Dalam sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh Daulah Islamiyah, negara akan membentuk, membina dan memberikan pemahaman kepada seluruh warga negaranya baik muslim maupun non muslim untuk memahami bahwa kehidupan di dunia ini adalah sebagai hamba yang harus mau diatur oleh aturan Sang Pencipta. Disadarkan pula bahwa akan ada kehidupan yang abadi setelah kematian yakni negeri akhirat untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan. Sistem pendidikan seperti ini hanya ada pada sistem pendidikan Islam.

Dari berbagai fakta yang ditemukan, bahwa kasus bunuh diri ini bisa terjadi akibat permasalahan ekonomi, keluarga, tekanan pekerjaan, tekanan gaya hidup, terlilit hutang, gangguan kesehatan, dan sebagainya. Problem yang kompleks ini membuktikan bahwa tidak ada pengurusan yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat jika masih mengambil solusi aturan yang berasal dari manusia. Manusia yang tabiat asalnya adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT yang sifatnya lemah, maka tidak akan mampu mengatasi permasalahan hidup yang kompleks ini dengan aturan dari manusia itu sendiri.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran Surat An Nisa ayat 26 dan 28, yang artinya “Allah hendak menerangkan syariat Nya kepada mu dan menunjukkan jalan-jalan yang terang, sebagaimana orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang soleh). Dan Dia menerima taubatmu. Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”(26). “Allah hendak memberikan keringan kepada mu, karena manusia diciptakan bersifat lemah.” (28)

Dari firman Allah ta’ala tersebut jelas sekali bahwa syariat dan hukum Allah sajalah yang pantas untuk memberikan penerangan dan kejelasan terhadap segala persoalan hidup manusia. Sehingga jika manusia salah dan khilaf maka Allah meminta kepada kita sebagai hamba Nya untuk segera bertobat. Jika saat ini, kehidupan kita tidak memakai aturan dan hukum dari Allah maka pasti persoalan kehidupan tidak akan mampu terselesaikan. Sebagaimana Allah ta’ala peringatkan dalam Surat At Thaha ayat 124, yang artinya “Barangsiapa yang berpaling dari peringatan Ku (Alquran) maka akan merasakan kehidupan yang sempit, dan pada hari kiamat akan dikumpulkan dalam keadaan buta.”

Didalam Islam, kasus bunuh diri mampu dihentikan, bahkan tidak akan terjadi, kecuali atas kehendak Allah. Karena di dalam Daulah Islam, masyarakat benar-benar akan mendapatkan pengurusan atau pengriayahan yang maksimal. Daulah Islam akan memberikan jaminan kehidupan setiap manusia terpenuhi terutama kebutuhan kehidupan primer seperti sandang, pangan, dan papan akan diperoleh setiap manusia. Begitu juga kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, dan lapangan pekerjaan, wajib dipenuhi oleh negara.

Jika masyarakat berada dalam lingkungan dan kehidupan yang mampu memberikan jaminan atas setiap kebutuhan yang diperlukan. Maka kasus bunuh diri tidak akan terjadi. Apa lagi di dalam Islam, kewajiban untuk mengkaji Islam, membina penanaman aqidah yang kuat, membentuk kepribadian Islam yang utuh, hal itu benar-benar akan dikontrol langsung oleh negara. Negara akan memberikan kesadaran kepada masyarakatnya bahwa pertama kehidupan di dunia ini hanyalah sebagai hamba Allah semata, sehingga wajib mengikuti aturan Nya. Manusia sebagai penguasanya dan sebagai khalifah dimuka bumi adalah untuk melaksanakan aturan Allah, sedangkan kedaulatan membuat aturan dan hukum hanyalah hak Allah semata. “…sesungguhnya ketetapan hukum itu hanyalah milik Allah (innil hukmu illa lillah).” (QS Yusuf : 40).

Kedua, penyadaran pada setiap manusia bahwa akan ada kehidupan setelah kematian. “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Sungguh hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh merekalah yang memperoleh kemenangan. Kehidupan di dunia ini adalah kesenangan yang memperdaya.” (T.QS. Ali Imran : 185)

Dengan hadirnya negara yang dijalankan oleh penguasa untuk memberikan jaminan hidup dalam pemenuhan kebutuhan setiap individu warga negara nya. Mampu menjaga aqidah warga negaranya sebagai pondasi dasar penerapan syariat Islam secara total. Insya Allah kasus bunuh diri tidak akan terjadi, karena sistem aturan Islam di bawah panji agama Allah yakni Daulah Khilafah Islamiyah akan membawa keberkahan dari langit dan bumi, (lihat terjemahan Alquran Al ‘Araf ayat 96)

Sungguh janji Allah tentang hadirnya kembali negara Islam pada fase terakhir kehidupan umat Islam di dunia ini merupakan suatu janji yang pasti akan terjadi. Hanya saja maukah kita ikut berpartisipasi dalam memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah dengan menyeru manusia dalam dakwah tanpa kekerasan dengan modal lisan yang Allah berikan agar terterapkannya seluruh aturan Allah di muka bumi ini ? Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update