Oleh: Emy
(Ibu rumah tangga)
Dana hibah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKPKBM), kabupaten Bandung, diduga menjadi ajang korupsi. Menurut informasi yang diberikan, oleh bidang pendidikan non formal (PNF), Agus Drajat, dana tersebut telah ditransfer melalui rekening forum, dengan peruntukan yang jelas, dan beliau menegaskan bahwa dana tersebut telah disalurkan sesuai tujuan yang telah ditentukan.
Namun ketika ketua, sekertaris dan bendahara instansi terkait ditelusuri oleh media Reformasi bangsa, ketiganya bungkam dan tampak alergi terhadap pertanyaan wartawan, mengenai penggunaan dana hibah yang diterima, pada bulan Maret 2024 sebesar Rp.250.000.000.
tidak hanya dana hibah yang ditutup tutupi, jumlah warga belajarpun enggan diketahui oleh publik.
Setiap tim media mengunjungi PKBM, menolak menyebutkan jumlah warga belajar, yang seharusnya dilakukan dengan transfaran dan tidak ada yang ditutup tutupi. Ketika diminta penjelasan, mereka seolah saling melemparkan tanggung jawab untuk mengecoh awak media. Padahal diera kepemimpinan Bupati HM. Dadang Supriatna, yang mengusung slogan “Bedas” selalu mengutamakan transfaransi, tim media reformasi bangsa.co.id, akan terus mengawal terus perkembangan kasus ini, dan memastikan dana hibah tersebut digunakan sesuai dengan peruntukan, dan transfaransi tetap terjaga.
Memang sudah tidak asing lagi, kasus korupsi yang terjadi dinegeri ini seakan sudah menjadi hal yang biasa dan membudaya. Korupsi adalah perbuatan yang dilakukan dengan tujuan, mengambil keuntungan pribadi dari harta yang bukan menjadi hak miliknya. Jelas perbuatan ini sangatlah merugikan negara ataupun instansi tertentu. Harta hasil korupsi adalah haram, sehingga menjadi salah satu penyebab yang dapat menghalangi terkabulnya suatu do’a, dan tidak adanya suatu keberkahan. Sebagaimana tercantum dalam sabda Nabi Saw “wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik.
Islam memandang korupsi adalah perbuatan khianat, khianat tidak sama dengan mengambil harta orang lain, melainkan menggelapkan harta yang diamanahkan kepadanya. Walaupun perbuatan para koruptor tidak langsung berdampak pada masyarakat pada umumnya, namun jika kita tidak peduli pada upaya pemberantasan korupsi, maka otomatis lambat laun negeri ini akan hancur berantakan. Dalam hal ini seharusnya negaralah yang berperan terhadap kasus korupsi, yang semakin menjamur dinegeri ini. Sungguh disayangkan, negara yang mayoritas muslim ini sudah tidak peduli dengan kehalalan dan keharaman, atas perbuatan yang mereka lakukan. Apalagi masyarakat yang hidup dengan gaya Hedonis, hanya ingin memuaskan keinginan dari pada kebutuhannya. Inilah buah dari sistem kapitalis sekuler, yang selalu memisahkan agama dari kehidupan, yang ada pada benaknya hanya uang dan uang.
Walaupun sudah berbagai cara dilakukan, bahkan telah dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetapi tidak menyurutkan kasus korupsi dinegeri ini, malah semakin meraja lela, tentu hal ini tidak bisa dijadikan suatu solusi. Selagi sistem kapitalis sekuler diadopsi dinegeri ini, yang menjauhkan Aqidah Islam dari segala lini maka tidak akan menemukan suatu solusi tuntas. Tidak ada solusi yang akan mengubah kehidupan manusia lebih baik hanyalah solusi Islam, karena Islamlah yang dapat memberikan solusi dari segala permasalahan umat.
Dalam hal ini, mungkin karena lemahnya penegakan hukum yang diberikan oleh negara, sehingga tidak menjadikan efek jera, hukuman yang diberikan tidak sesuai dengan yang dilakukannya sehingga mereka akan mengulangi kesalahan yang serupa. Seperti halnya kasus dana hibah FK PKBM kabupaten Bandung, diduga menjadi ajang korupsi. Oleh karena itu Islam mengajarkan bahwa koruptor akan menghadapi konsukensi diakhirat nanti.
Semakin membudayanya kasus korupsi dinegeri ini bukan tanpa sebab, lagi-lagi karena penerapan sistem yang selalu mengutamakan keuntungan saja, yaitu sistem kapitalisme sekuler dan sistem ini dalam kehidupannya agama tidak dihadirkan, sehingga ketakwaan individu tidak ada sehingga agama tidak menjadi pegangan ataupun sandaran, dan lebih miris lagi runtuhnya akhlaq dan moral. Maka dari itu sudah saatnya kita kembali pada sistem yang dirahmati Allah SWT, sistem yang bersandar pada ketentuan sang Khaliq, yang membawa keselamatan manusia di dunia dan akhirat kelak. Dan sistem yang selalu memberikan solusi tuntas atas segala permasalahan umat.
Wallahu alam Bisshowab.