Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harga Beras Naik Rakyat Menjerit

Saturday, June 15, 2024 | June 15, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:43:56Z

Oleh: Nonika Tri Malinda

Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menerbitkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa penerbitan aturan baru tersebut untuk menguatkan kebijakan relaksasi yang telah diberlakukan sebelumnya.
Arief menegaskan bahwa penyesuaian HET beras tidak terpisahkan dari upaya stabilisasi pasokan dan harga beras, dimana kebijakan di hulu (tingkat petani) juga selaras dengan di hilir (tingkat konsumen).

“Jadi selaras dengan kepentingan di hulu, dimana kita juga mengeluarkan perbadan terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras, maka di hilir perlu juga melakukan penyesuaian. Karena harga di tingkat produsen (petani) juga akan seirama dengan harga di tingkat konsumen, ungkap Arief. (Tirto, Jum’at, 7/6/2024).

Lewat surat yang ditanda tangani pada 31 Mei 2024, Kepala Bapanas mengatakan bahwa relaksasi HET dilakukan demi menjaga stabilisasi pasokan harga beras premium dan medium di pasar tradisional maupun retail modern. Relaksasi itu menaikkan HET beras premium dari sebelumnya Rp 13.900 per kg menjadi Rp 14.900 per kg (untuk wilayah Jawa, Lampung dan Sumsel). Tak hanya beras premium, HET beras medium juga di relaksasi dari sebelumnya Rp 10.900 per kg menjadi Rp 12.500 per kg. (CNBC, 1Juni 2024).

Selain melakukan relaksasi harga beras, pemerintah juga melakukan impor beras. Kuota impor tersebut ditetapkan berdasarkan Persetujuan Impor (PI) melalui Kementerian Perdagangan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).

Sekretaris Utama Badan Pangan (Bapanas), Sarwo Edhy, mengatakan penetapan berdasarkan SinasNk Rakortas sebesar 4.045.761 ton, dimana terdiri dari 3,6 juta ton beras umum dan 400 ribu ton beras khusus. Beras khusus ini biasanya untuk industri. (Tirto, Jum’at, 7/7/2024).

Harga beras yang naik setiap tahun menjadi hal yang sangat memprihatinkan, terutama bagi masyarakat yang tergolong ekonomi menengah kebawah. Hal ini bukan hanya mempengaruhi kesejahteraan masyarakat tersebut tetapi juga menyebabkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian nasional, yang akan diikuti dengan naiknya harga kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak, gula dan daging.

Penyebab naiknya harga beras disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, kelangkaan pasokan beras akibat cuaca buruk, tingginya biaya produksi hingga tidak meratanya distribusi. Selain itu kurang tanggapnya pemerintah dalam menangani pasokan beras juga berpengaruh terhadap kenaikan harga beras.

Meskipun Indonesia terkenal akan swasembada berasnya, namun pada kenyataannya produksi beras di Indonesia masih kekurangan, hal inilah yang akhirnya membuat pemerintah melakukan impor beras dari luar negeri. Semua itu disebabkan karena pemerintah kurang perhatian terhadap para petani padi, serta tidak memberikan subsidi pupuk dan benih yang berkualitas hingga beras dari Indonesia masih kalah kualitasnya dari beras luar negeri. Ditambah dengan pengaruh cuaca yang kurang mendukung.

Dalam islam, ketersediaan bahan pokok merupakan kewajiban, pemimpin akan menjamin masyarakat tidak akan kekurangan terutama bahan pangan seperti beras.
Negara juga akan mendorong para petani untuk lebih produktif dengan memberikan benih yang berkualitas. Serta pemanfaatan pembukaan lahan-lahan baru agar tercukupinya kebutuhan pangan. Sehingga harga beras akan selalu murah dan masyarakat bisa membelinya.
Negara juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu sebagai bentuk perhatian kepada rakyatnya.

Wallahu a’lam bish ashshawwab

×
Berita Terbaru Update