Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

AKHIRI PENJAJAHAN PALESTINA DENGAN SOLUSI HAKIKI

Thursday, June 13, 2024 | Thursday, June 13, 2024 WIB

Oleh : Umi Astuti
Pemerhati Keluarga dan Instruktur Go Ngaji

 

Sebuah gambar buatan Al yang menampilkan tenda- tenda pengungsi Palestina dan slogan bertuliskan” All Eyes On Rofah” menjadi perbincangan hangat di media sosial. Unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 47 juta kali oleh pengguna Instagram termasuk selebritas seperti Dua Lipa, Lewis Hamilton, serta Gigi dan B ygella Hadid.

Gambar dan slogan tersebut menjadi viral setelah serangan udara Israel dan kebakaran yang terjadi di sebuah kamp pengungsi Palestina di Kota Rafah, Gaza selatan, awal pekan ini.Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan sedikitnya 45 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam insiden tersebut. Serangan Israel tersebut mendapat kecaman internasional yang luas, tapi disebut oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “kecelakaan tragis”. Waduh- waduh cuma dianggap kecelakaan ngekek.

Setelah insiden itu, gambar tersebut menjadi viral. Saat berbicara kepada wartawan pada bulan Februari, dia mengatakan bahwa “semua mata tertuju pada Rafah” yang mengacu pada aksi pasukan Israel.Dari markas besar PBB di Jenewa, Peeperkorn mengaku khawatir “bencana yang tak terbayangkan” jika tentara Israel melakukan serangan besar-besaran ke kota tersebut. Israel serang Rafah usai Hamas sepakati proposal gencatan senjata. Rafah adalah kota tempat jutaan warga Palestina mengungsi dari serangan Israel yang seharusnya menjadi kota aman tapi nyatanya tetap menjadi sasaran Israel juga.

Duka Palestina, Duka Kita Semua

Tidak ada lagi tempat aman bagi warga Palestina, termasuk anak-anak dan kaum perempuannya. Gaza menjadi kota mati, merata dengan tanah dan reruntuhan bangunan. Inilah target Zionis yang sesungguhnya. Di hadapan dunia, mereka selalu memberi alasan serangan yang dilakukan adalah untuk menghancurkan Hamas. Nyatanya, target mereka adalah membumi hanguskan seluruh wilayah Gaza agar mudah menguasainya dengan menyerang warga sipil dan anak-anak. Masyarakat dunia pun merespons atas genosida ini. Gelombang aksi pro Palestina di berbagai belahan dunia makin meluas. Para mahasiswa dan akademisi turun ke jalan menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina. Mulai dari AS, Eropa, hingga Asia. Mereka menyeru dan menuntut agar pemerintah dunia mengambil tindakan tegas untuk menghentikan operasi militer Zionis di Gaza.

Duka Palestina adalah duka kita semua. Buka mata dan pikiran bahwa kebengisan entitas Yahudi yang sudah melebihi perilaku manusia. Bagi seorang muslim, berpihak pada Palestina adalah kewajiban dan tuntutan akidah Islam. Panggilan akidah ini harus menjadi pendorong bagi setiap muslim untuk menyuarakan dan membela Maraknya brbagai aksi pro Palestina diberbagai penjuru dunia harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran umat bahwa solusi hakiki Palestina adalah dengan jihad kaum muslimin dan persatuan umat demi tegaknya Khilafah.

Memahami Solusi Hakiki untuk Palestina

Sisi positif yang harus menjadi peluang dalam membentuk kesadaran umat dalam masalah Palestina adalah:

Pertama, isu Palestina adalah masalah Global yang dapat menyatukan pemikiran dan perasaaan umat Islam.
Kecuali bagi mereka yang iman dan rasa kemanusiaannya sudah mati. Bersatunya umat dalam persatuan akidah Islam adalah kunci bangkitnya peradaban dan kejayaan Islam. Palestina adalah barometer kondisi umat Islam sekaligus kebangkitan dan kesadaran umat akan pentingnya seorang Pemimpin yang satu bagi umat Islam sedunia dengan aturan Islam yang akan membawa kesejahteraan bagi muslim maupun orang kafir.

Kedua, 75 tahun penjajahan atas Palestina adalah bukti bahwa nasionalise adalah penghalang terbesar bagi penguasa negeri-negeri muslim mengirimkan tentara militernya memerangi Yahudi Israel juga PBB tidak bisa menyelesaikan penjahan di Palestina.
Ketiadaan Khilafah atau pemerintahan Islam menjadi awal mula malapetaka Palestina. Migrasi besar-besaran bangsa Yahudi dari Eropa, pengusiran, pencaplokan, hingga penjajahan tanah Palestina oleh entitas Yahudi terjadi tanpa henti. Fakta inilah yang harus disampaikan di tengah umat agar mereka mengingat sejarah Palestina hidup damai ketika Khilafah Islam ada dan keterpurukan melanda saat Khilafah tidak lagi menjadi perisai mereka. Kaum muslim harus memahami bahwa tanpa Khilafah, Palestina akan tetap terjajah sebab pokok persoalan utama Palestina adalah berdirinya entitas Yahudi di tanah Palestina.

Ketiga, satu-satunya solusi hakiki bagi Palestina adalah tegaknya Khilafah dan hadirnya seorang Khalifah / pemimpin yang akan mengusir dan memerangi Yahudi. Umat tidak perlu berharap pada PBB karena puluhan kebijakan nya faktanya tidak berguna jika AS dan sekutunya menggunakan hak vetonya dalam kemerdekaan Palestina.
Solusi bagi Palestina bukan pula dengan solusi dua negara (two-state solution) sebab itu berarti mengakui berdirinya “Negara” Zionis di tanah kaum muslim. Sama halnya mengkhianati perjuangan Rasulullah, para sahabat, dan para syuhada yang telah membebaskan Al-Aqsha dengan nyawa dan darah mereka. Sebagai pemilik sah tanah Palestina, kaum muslim seharusnya tidak menjadikan solusi dua negara yang digagas Barat sebagai solusi Palestina.

Oleh karena itu, seruan membela Palestina tidak boleh berhenti hanya pada aspek bantuan kemanusiaan, aksi-aksi , kecaman – kecaman tetapi lebih pada upaya penyadaran umat harus terus berjalan dan dilakukan secara terstruktur,sistematis dan masif diseluruh dunia. Umat harus memiliki pemahaman yang Shohih agar dapat terus bergerak dan berdakwah bersama- sama dengan tujuan yang sama.

Wallahu a’lam Bishowwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update