Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rafah Memanggil

Thursday, June 13, 2024 | Thursday, June 13, 2024 WIB

Oleh : Yanti Nirma

“All Eyes On Rafah” slogan ini sangat viral beberapa hari ini. Kecanggihan teknologi AI dlm mendesain gambar yang kemudian menciptakan slogan All Eyes On Rafah dan menjadi viral dan di unggah sebanyak 47juta orang pengguna di Instagram. Sejak di tampilkannya gambar dan slogan itu disamping banyak yang menggunakan sebagai bentuk rasa simpati, unjuk rasa dan juga kecaman terhadap Israel, juga menuai kritik.

Dr Paul Reilly, dosen senior Komunikasi, Media, dan Demokrasi di Universitas Glasgow, mengatakan bahwa beberapa aktivis akan merasa khawatir bahwa gambar tersebut tidak menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Gambar tersebut – yang memperlihatkan padang pasir dan tenda-tenda dengan teks “All Eyes on Rafah” di atasnya – tidak menunjukkan Kota Rafah yang sebenarnya. Yang paling mencolok adalah tidak adanya gambar mayat, darah, foto orang sungguhan, nama, atau pemandangan yang menyedihkan.

Menanggapi kritik tersebut, seniman Malaysia yang menciptakan gambar tersebut – yang dikenal dengan nama shahv4012 – menulis dalam sebuah story Instagram yang dikutip oleh majalah Time, jika ada orang-orang yang tidak puas dengan gambar dan template tersebut Ia meminta maaf jika telah melakukan kesalahan.

Apapun tujuannya yang jelas faktanya membuat simpati dan menarik perhatian banyak pihak. Gambar tersebut sangat bermanfaat karena sesuai dengan moment dan situasi serta konflik yang terjadi saat ini di Rafah Palestina juga sebagai bentuk perlawanan dan unjuk rasa mereka terhadap serangan Israel terhadap Palestina. Karena memang yang terjadi saat ini sejak di lancarkannya serangan udara oleh Israel di tempat pengungsian terakhir yaitu di Rafah, yang merupakan tempat perlindungan terakhir bagi sekitar 1,5 juta warga Palestina.

Ini adalah tentang arogansi dan keteraniayaan, arogansi bagi zionis laknatullah dan keteraniayaan bagi warga Palestina. Bukan semata tentang agama tapi ini adalah tentang kemanusiaan, jiwa-jiwa yang teraniaya, penyiksaan, bukan sekedar pembunuhan tapi pembantaian, pembakaran terhadap tubuh-tubuh yang tidak berdosa akibat arogansi dan kepentingan para elite.

Kejahatan-kejahatan yg terjadi di Palestina adalah bentuk genosida karena dengan jumlah korban anak2 bahkan penyerangannya random semua di hancurkan tidak hanya bangunan rumah sakit, tapi juga ahli medis, para dokter, relawan, semua di bantai dengan tidak berperi kemanusiaan.

Semua hukum perang pun di langgar. Kesepakatan genjatan senjata pun di abaikan. semua itu ada Amerika sebagai negara adidaya dengan hak vetonya yang bisa membantu juga memberi dukungan pada zionis laknatullah. Serangan Benyamin Netanyahu ke Palestina membabi buta tidak berfikir layaknya manusia, mereka menjadikan orang-orang Palestina layaknya manusia yang tidak punya hak hidup.

Namun gelombang dukungan terhadap Palestina terus mengalir dari berbagai negara baik dari dalam negeri hingga luar negeri, bahkan demo juga terjadi negeri – negeri besar seperti Amerika, Inggris, dll. Bahkan para artis baik lokal maupun internasional turut mengecam dan menyuarakan tentang pembelaan terharap Palestina. Para mahasiswa di luar negeri juga turut menyampaikan aksinya pembelaannya untuk Palestina Semua lini masyarakat hampir seluruh dunia baik muslim maupun non muslim ikut menyuarakan dan melakukan aksi dalam rangka pembelaannya terhadap Palestina. Semua Ini bukan perang yang sesungguhnya tapi bentuk genosida dan kejahatan perang.

Palestina Memanggil
Negeri Palestina itu akan terlihat dan sebagai pembeda. Padanya akan terlihat kekhususnya umat muslim yang mewarisi nilai hakiki dari Rasulullah, ada Alqsho sebagai kiblat pertama umat Islam yang tidak boleh kita lupakan.

Dalam Islam “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)”
(HR. Bukhari no.6011 dan Muslim no. 2586).

Tidak akan mungkin umat mencapai peradaban Islam yang tinggi dan mulia selama kita abai dan tidak peduli terhadap penistaan tanah suci umat Islam oleh zionis Israel. Karena Al-aqsa adalah kiblat pertama umat Islam sekaligus kota suci ketiga kaum muslimin seperti halnya Masjidil haram dan masjid Nabawi di Makkah dan Madinah.

Wallahu ‘alam bisawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update