Oleh : Nina Iryani S.Pd
Indonesia masih tidak baik-baik saja. Beragama masalah masih mendera negeri ini, salah satunya adalah bencana. Mulai dari kebakaran hutan, banjir, longsor dan gempa. Ada andil manusia berupa kurang seriusnya pemerintah dalam mengantisipasi terhadapnya dan penanganan pasca bencana. Sanksi terhadap pelaku yang merusak alam ini juga tidak memberikan efek jera.
Dilansir dari Jakarta, CNN Indonesia- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 4.940 bencana sepanjang 2023, jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2022.
"Indonesia merupakan satu negara dari 35 negara di dunia yang potensi resiko bencananya paling tinggi sehingga dikatakan kalau tadi di 2022, 3 ribu begitu ya, memang ribuan terus, di 2023 BNPB mencatat lebih tinggi lagi 4.940 kali bencana"kata kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jum'at (12/1).
Dilansir dari Jakarta CNN Indonesia-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat sedikitnya 6.000 orang dari sejumlah daerah di provinsi tersebut mengungsi akibat rumah, lahan dan tempat usaha mereka terdampak banjir sejak beberapa pekan terakhir ini.
"Mereka yang mengungsi berasal dari Kabupaten Rokan Hilir, Kepulauan Meranti dan dan Kota Dumai. Sedangkan warga dari kabupaten dan kota lain yang terdampak banjir belum tercatat ada yang mengungsi" kata kepala BPBD Riau M.Edy Afrizal dalam keterangannya di Pekanbaru. Seperti dikutip Antara, Sabtu (13/1).
Dilansir dari Bandung, Beritasatu.com-Banjir yang merendam ribuan rumah warga kampung Bojongasih, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, pada Minggu (14/1/2024) pagi perlahan mulai surut. Banjir diakibatkan sungai Citarum dan jebolnya tanggul anak sungai Cikapundung.
Dilansir dari Jakarta, Beritasatu.com-Hujan deras yang turun pada Kamis (11/1/2024) sore menyebabkan lima rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan di DKI Jakarta terendam banjir.
Bukan hal sulit Indonesia bangkit dari keterpurukan bencana-bencana ini, mulai dari pembuatan tanggul kokoh nan memadai, pembuangan sampah organik dan non organik pada tempatnya, perlindungan hutan lindung, efek jera pelaku perusakan, dan lain sebagainya. Indonesia kaya sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya manusia yang memiliki kualitas premium melimpah. Lalu mengapa pemerintahan kita bisa membiarkan negara kita sebagai langganan bencana?
Pengabaian keterpurukan yang terus terjadi, tata kelola lingkungan yang kurang serius bahkan sistem yang dijalankan berulang kali hanya mementingkan oknum, pemilik modal dan bahkan adanya campur tangan pejabat didalamnya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Kalian semuanya pemimpin (memelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyatnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang suami memimpin keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang ibu memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang hamba (buruh) pemimpin harta milik majikannya akan ditanya tentang pemeliharaannya. Camkan bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya." (H.R Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda:
"Patuh dan taat itu (pada pemimpin) adalah wajib bagi seseorang dalam hal apa yang ia suka atau benci. Selama tidak diperintahkan berbuat maksiat. Jika diperintahkan maksiat, maka tidak wajib patuh dan taat." (H.R Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda:
"Tiada seorang pemimpin yang menangani urusan kaum muslimin, lalu ia tidak berusaha keras untuk kemaslahatan urusan yang dipimpinnya, dan tidak memberikan instruksi kebaikan kepada mereka sebagaimana kebaikan bagi dirinya sendiri serta usahanya, melainkan ia tidak akan masuk kedalam surga bersama-sama yang dipimpinnya" (H.R At-Thabrany).
Allah berfirman:
"Barangsiapa mencari kesenangan dunia lalu dia menghalalkan semua cara, apa kata Allah? 'Kami beri' tapi di akhirat tidak mendapatkan secuil pun kenikmatan, malah nikmat di dunia yang menjadi bahan bakar. Azab untuk dirinya. Itulah istidraj, orang beriman menjadikan peristiwa apapun sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah." (TQS Hud ayat 15-16).
Demikian Allah dan Rasul-Nya menjelaskan sangat gamblang bagaimana pemimpin dan yang dipimpin, kerjasama yang baik dalam menaati Allah termasuk menjaga lingkungan dari berbagai bencana harus diperjuangkan bersama dan serius mengatasinya bersama-sama.
Sistem kapitalisme sukses menjadikan dunia ini ajang pengabaian dan ketidak seriusan mengatasi persoalan masyarakat. Janji-janji terus bergulir tapi realisasi terus dijadikan teori atau hanya mengatasi sesaat tanpa menorehkan penyelesaian jangka permanen. Pelaku kerusakan hutan, menggunungnya sampah, jebolnya tanggul-tanggul pengaliran air dan sebagainya seolah tiada penyelesaian serius dan permanen dari tahun ke tahun.
Saatnya kembali menuju sistem yang Allah buat dan yang diterapkan Rasul SAW dengan Islam kaffah entaskan persoalan bencana dengan solusi hakiki menuju kebahagiaan dan keamanan dari berbagai bencana.
Wallahu'alam bissawab.

No comments:
Post a Comment