Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bencana Berulang Akibat Kebijakan Pembangunan Kapitalisme

Tuesday, January 23, 2024 | Tuesday, January 23, 2024 WIB


Oleh : Dewi Putri, S.Pd


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat sedikitnya 6.000 orang dari sejumlah daerah di provinsi tersebut mengungsi akibat rumah, lahan dan tempat usaha mereka terdampak banjir sejak beberapa pekan terakhir ini.

"Mereka yang mengungsi berasal dari Kabupaten Rokan Hilir, Kepulauan Meranti dan Kota Dumai. Sedangkan warga dari kabupaten dan kota lain yang terdampak banjir belum tercatat ada yang mengungsi," kata Kepala BPBD Riau M. Edy Afrizal dalam keterangannya di Pekanbaru, seperti dikutip Antara, Sabtu (13/1) (cnnindonesiacom 13/01/2024).


Sungguh, bencana banjir yang terus terjadi di negeri ini seharusnya menjadi peringatan keras. Ada salah tata kelola lingkungan dan alam yang dilakukan manusia. Sebab hujan diturunkan oleh Allah, tentu sebagai anugerah bagi manusia, untuk penghidupan bukan bencana. Meskipun di saat yang sama orang yang beriman akan memandang bahwa banjir itu adalah Qadha Allah. Musibah banjir yang setiap tahun melanda negeri ini sebagai bagian dari qadha Allah yang tidak bisa ditolak. Kesabaran dan keridhaan pun menjadi dua sikap yang harus dipilih dalam menghadapi musibah ini. Sebab sikap demikian akan mengantarkan pada terhapusnya dosa. Selain itu bagi orang beriman, musibah banjir tentu akan semakin menyadarkan mereka bahwa betapa lemah manusia di dunia ini hingga tidak mampu menolak ketentuannya dan betapa manusia butuh terhadap pertolongan Allah kapan pun dan dimana pun. Tidak ada yang layak disombongkan oleh manusia di dunia ini. Namun, sikap sabar dan ridho tentu harus dibarengi dengan tindakan dan aksi ke depan, demi membangun kehidupan yang lebih baik. Termasuk mengurangi potensi terjadinya bencana dan meminimalkan atau meringankan dampaknya.


Terlihat jelas dalam kasus musibah banjir. Banjir disebabkan oleh naiknya neraca air permukaan. Neraca air ditentukan 4 faktor yaitu curah hujan, air limpahan dari wilayah sekitar, air yang diserap tanah dan ditampung oleh penampung air dan air yang dapat dibuang atau dilimpahkan ke luar. Dari keempat hal itu hanya curah hujan yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Tiga faktor lainnya sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia, termasuk kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh penguasa. Sebagaimana disampaikan bahwa  kebijakan deforestasi yang boleh dilakukan pihak korporasi secara masif telah menjadi penyebab utama berkurangnya daerah resapan air hingga berdampak mudahnya terjadi banjir saat musim hujan.


Kebijakan yang sejatinya hanya menguntungkan pemilik modal dan merugikan rakyat tersebut adalah buah dari penerapan sistem kapitalisme sekuler. Negara ini hanya bertindak sebagai regulator yang pro oligarki, bukan pengurus dan pelindung rakyat. Berbagai produk regulasi yang dihasilkan seperti undang-undang minerba dan omnibus law Cipta kerja misalnya nyata telah merusak alam dan merampas ruang hidup masyarakat.


Dengan demikian, kunci untuk mengakhiri segala musibah termasuk banjir tidak lain hanya dengan  beralih dari ideologi dan sistem sekularisme kapitalisme menuju ke sistem yang diridhoi Allah yaitu sistem Islam.


Khilafah akan melakukan pengelolaan tanah atau sumber daya alam dan lingkungan hidup sesuai syariat Islam. Sebab, Khilafah dalam Islam berfungsi sebagai junnah atau pelindung.


Oleh karena itu, Khilafah akan melakukan upaya preventif dalam mengatasi bencana banjir. Demikian pula upaya kuratif dan rehabilitatif yang terbaik. Jika musibah banjir terjadi, upaya preventif dilakukan Khilafah dengan menetapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan. 

Khilafah akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dalam mencegah bencana seperti membangun bendungan dan reboisasi.


Khilafah juga mendorong kaum muslimin untuk menghidupkan tanah mati. Hal ini akan menjadi buffer lingkungan yang kokoh. Khilafah juga akan melakukan tindakan tegas pada siapa pun yang mencemari dan berupaya untuk merusak lingkungan. Karenanya, Islam adalah solusi terbaik mencegah terjadinya bencana banjir yang merupakan buah dari penerapan sistem kapitalisme sekuler.


Wallahu'alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update