Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bencana Berulang Derita Didulang

Wednesday, January 24, 2024 | Wednesday, January 24, 2024 WIB

 



Oleh. Rahmayanti, S.Pd.


Awal tahun ini, beberapa media menyajikan berita duka tentang terjadinya bencana alam di berbagai daerah. Seperti banjir, tanah longsor, hujan ekstem dan sebagainya. Hal ini bukan berita baru akan tetapi bencana yang selalu datang berulang. Bukan sedikit kerugian masyarakat yang diderita dari bencana ini, mulai dari kehilangan harta benda maupun nyawa. 


Badan Pengulangan Bencana Daerah ( BPBD) Riau mencatat sedikitnya 6.000 orang dari sejumlah daerah di provinsi tersebut mengungsi akibat rumah, lahan dan tempat usaha mereka terdampak banjir sejak beberapa pekan terakhir ini. (cnnindonesia, 13/01/2024).


Dari ibukota dikabarkan juga hujan deras turun pada kamis 11 Januari 2024 sore menyebabkan lima rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan di DKI Jakarta terendam banjir.

Di berbagai daerah mengabarkan hal yang senada sehingga disimpulkan oleh Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 4.940 bencana sepanjang 2023.


Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Dari ribuan bencana terdapat 267 orang meninggal, 33 orang hilang, 5.785 orang mengalami luka-luka, serta 9.002.975 orang menderita dan mengungsi. Sementara 34.832 rumah mengalami kerusakan pada 2023. Bencana yang mendominasi adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir serta cuaca ekstrem. 


Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana berisiko tinggi dari 35 negara di dunia, karena letak dan kondisi alamnya. Diketahui bersama bahwa Indonesia terletak diantara dua samudera dan dua benua. Dengan kondisi ini Indonesia memiliki potensi sumber alam yang luar biasa berlimpah, tetapi juga memiliki potensi bencana yang banyak, disampaikan sampai ribuan bencana pertahun. Hal ini menjadi menggelitik dengan banyaknya bencana yang dialami dan selalu berulang  menelan tidak sedikit merenggut korban jiwa dan benda. 


Terjadinya  bencana di berbagai daerah di Indonesia erat kaitannya dengan pembangunan wilayah yang tidak direncanakan secara komprehensif dan mendalam. Inilah model pembangunan yang dibangun berasaskan kapitalisme, yang hanya mengutamakan keuntungan semata dan mengabaikan  dampak terhadap lingkungan, termasuk tata kota secara keseluruhan dalam berbagai bentuk, seperti alih fungsi lahan, pembangunan wilayah perkotaan, daerah tujuan wisata, dan sebagainya.  Seperti di kota Bandung, wilayah bagian utara yang semestinya menjadi daerah serapan, yang akhirnya menjadi daerah pemukiman.


Pembangunan perumahan telah mengubah bentang alam akibat terjadi degradasi kawasan hutan. Ditambah lagi dengan pembangunan fasilitas umum, seperti jalan, sekolah juga rumah sakit, berbagai kondisi pembangunan ini menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan. Tadinya hutan menjadi lahan pertanian, perumahan, tempat wisata, jalan dan sebagainya. 


Pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, demi mengejar uang pembangunan dilaksanakan secara sembarangan, beginilah model sistem kapitalisme yang mengutamakan keuntungan mencari materi semata.  Akhirnya rakyat yang akan menjadi korban terbesar, baik korban jiwa, harta dan penderitaan lainnya. 


Dalam Islam sungguh sangat berbeda. Islam merupakan agama sekaligus ideologi yang sempurna dan paripurna serta solusi disetiap masalah kehidupan manusia. Dalam hal mencari  materi atau keuntungan dalam hidup bukan menjadi tujuan utama. Panduan dalam kebijakan pembangunan adalah harus sesuai dengan syariat Islam agar terwujud kemaslahatan umat.


Pembangunan dalam Islam akan memperhatikan penjagaan terhadap lingkungan agar tetap terjaga harmonis. Dilaksanakan untuk kepentingan umat dan memudahkan kehidupan rakyat. Motor penggeraknya adalah penguasa atau negara kenapa, karena penguasa yang diberikan tanggung jawab sebagai pengurus rakyat yang menjalankan kewajiban melaksanakannya dengan aturan dari Allah dan Rasul-Nya bukan berdasarkan kemauan dari oligarki.


Negara yang akan turun langsung dalam perencanaan pembangunan, sehingga tidak akan menghasilkan pembangunan yang amburadul dan serampangan seperti kondisi saat ini. Negara yang akan memberikan ketentuan kawasan mana saja yang akan menjadi pemukiman, industri, perkantoran, lahan pertanian, hutan, sungai, bendungan dan sebagainya. Semisal sungai tidak diperbolehkan untuk dijadikan pemukiman di bagian bantarannya, ataupun ada yang bermukim di sana akan dipindahkan dan diberikan tepat tinggal yang layak dan aman untuk bermukim.


Negara dalam melaksanakan pembangunan fasilitas umum harus memperhatikan lokasi pemukiman sehingga masyarakat mudah mengakses. Untuk kawasan industri dan pertambangan akan berusaha dicarikan kawasan yang jauh dari pemukiman agar tidak membahayakan.


Untuk hasil hutan boleh dimanfaatkan, tetapi pengambilannya harus sesuai dengan kebutuhan tidak dieksploitasi dan merusak alam. Begitu juga dengan pertambangan harus mempertimbangkan dampak analisis lingkungan agar tidak merusak dan menggangu masyarakat. Dengan pembanguan penuh perencanaan yang matang bisa dikatakan sebagai mitigasi atau usaha pencegahan sebelum, pas terjadi dan pasca terjadinya bencana yang bisa kapan saja melanda, agar bisa di minimalkan korban.  


Inilah konsep dalam Islam pembangunan yang berdasarkan syariat Islam bertujuan untuk kemaslahatan rakyat. Menghasilkan kenyamanan tata kelola yang menjadi simbol peradaban maju pusat politik, ekonomi, pemerintahan ilmu pengetahuan dan pusat pendidikan.


 Marilah kita upayakan agar syariat Islam secara keseluruhan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari  untuk menjemput kesejahteraan secara merata dan meminimalkan bencana. 


Wallahu a’lam bishawab 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update