Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ruang Hidup Berkurang, Harga Rumah Menjadi Mahal

Saturday, December 09, 2023 | December 09, 2023 WIB Last Updated 2023-12-08T22:56:38Z


Oleh Gemi


Harga rumah di Indonesia terus mengalami kenaikan. Hal ini diakui oleh Sekretaris Direktorat Jendral Kekayaan Negara Kementrian keuangan, Dedy Syarif Usman. Dedy mengatakan kekhawatiran terhadap kenaikan harga rumah itu memunculkan istilah Milenial Generation Homeless. Istilah ini merujuk kepada fenomena anak muda tak mampu membeli rumah karena harganya selangit disebabkan gaji yang di terima dengan kewajiban uang muka dan cicilan itu agak sulit. 


"Rp.108,5 triliun kita bangunan Rumah untuk Rakyat." Ujar Dedy di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 4 September 2023. (Republika).


Direktur Eksekutif Segara Institut, Piter Abdullah mengatakan harga rumah memang sulit turun karena segala bahan pembuatan bangunan rumah naik, seperti harga besi, semen dan tanah. 


"Setelah kita pahami harga tanah atau lahan harganya di perkotaan relatif mahal, dimana tempatnya sempit dan terbatas. Jadi untuk mengejar Blacklog atau permintaan kebutuhan perumahan agar seimbang caranya bukan menurunkan harga rumah karena kalau harga turun para pengembang tidak mau lagi membangun perumahan. Itu bahaya untuk kita." Ujarnya dalam Webinar Pembangunan Perumahan untuk Rakyat yang di gelar Republika bekerja sama dengan Bank BTN, Selasa, 24 Oktober 2023. (Republika).


Dari pemaparan diatas, jelas terlihat bagaimana sistem kapitalisme mengurusi urusan rakyat dalam hal papan, yaitu rumah. Sistem ekonomi kapitalisme membiarkan umat hidup sengsara dengan mahalnya biaya pembuatan rumah, sementara rumah adalah kebutuhan pokok bagi rakyat.  


Berbeda halnya dengan sistem ekonomi Islam yang menyejahterakan rakyat. Politik ekonomi Islam adalah menjamin terealisasinya pemenuhan semua kebutuhan setiap orang secara menyeluruh termasuk kebutuhan sekunder dan tersier sesuai dengan kadar kesanggupan negara. 


Sebagai individu yang hidup dalam sebuah masyarakat yang memiliki gaya hidup tertentu, hukum-hukum syariat telah menjamin tercapainya pemenuhan semua kebutuhan primer setiap warga negara Islam secara menyeluruh dengan cara mewajibkan setiap laki-laki yang mampu untuk bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan primernya sendiri dan kebutuhan nafkah bagi keluarganya.


Sistem ekonomi Islam mampu menjamin penyediaan rumah oleh negara berdasarkan kaidah kepemilikan, pengelolaan kepemilikan dan distribusi kekayaan di tengah-tengah manusia. Dengan sistem tersebut seluruh individu dapat merasakan kesejahteraan hidup di bawah naungan Islam.

×
Berita Terbaru Update