Kata "hijrah" mungkin tak asing didengar oleh kita dan masyarakat. Kata Hijrah sering disematkan pada orang yang mau beralih dari perilaku yang kurang baik menjadi lebih baik.
Hijrah bisa ditandai dari perbaikan ibadahnya, akhlaknya, perbuatannya pakaiannya serta makanannya. Betapa mengagumkan orang yang sudah menginginkan berhijrah, berarti mereka tidak menyia-nyiakan hidayah dari penciptanya.
Dalam proses hijrah pasti akan banyak hambatan. Namun mereka yang kokoh keimanannya akan mampu menembus berbagai penghalang demi menjemput hidayah. Sebab mereka yakin Allah menciptakan ujian dan Allah pula yang akan memberi jalan keluar.
Ternyata aktivitas hijrah telah dicontohkan oleh Rasulullah SWA. Dari hasil Hijrah, Rasulullah dapat menerapkan semua syariat Islam di semua aspek kehidupan di kota suci Madinah. Karena sesungguhnya tujuan utama Rasulullah berhijrah ialah semata-mata agar islam dapat diaplikasikan secara menyeluruh dalam semua aspek kehidupan.
Ini artinya hijrah Rasulullah bukan hijrah biasa, melainkan sebagai pembuktian akan ketaatan kepada Allah SWT. Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk masuk Islam secara kaffah, itulah perintah Allah SWT yang harus segera ditunaikan oleh Rasulullah termasuk umatnya.
Ibrah dari hijrah pun telah dirasakan oleh umatnya. Saat Islam kaffah terealisasi, maka terbentuklah kekuatan yang mampu menyelamatkan manusia dari segala bentuk kezaliman. Mekkah termasuk kota yang awalnya menolak dakwah Rasulullah. Namun, ketika sistem islam berdiri di Madinah, sistem jahiliyah Mekkah pun akhirnya punah.
Maka, hijrah yang sempurna adalah hijrah secara kaffah hingga dia mampu mendakwahkannya. Keberhasilan dakwah Islam kaffah tentu akan mempengaruhi kehidupan manusia, sebagaimana ditulis dalam sejarah. Sebab, islam diciptakan bukan hanya untuk mengatur urusan manusia dengan penciptanya saja, tapi juga Islam mengatur urusan manusia dengan dirinya sendiri, dan urusan dengan sesama manusia seperti pada bidang Ekonomi, Hukum, Pendidikan, kesehatan, pergaulan, Politik, Sosial Budaya dan semua nya pun diatur oleh Islam.
Dengan demikian, segala masalah yang dihadapi manusia islam memiliki solusinya. Asalkan umat bersedia menerapkan Islam kaffah, maka semua masalah umat akan terselesaikan.
Perubahan Mekkah yang terjadi dikala itu menjadi bukti bahwa islam mampu merubah pola sikap mereka, sehingga wilayah mereka merdeka.
Umat Islam saat itu berjaya dalam naungan sistem Islam. Bahkan, pada masa kekhalifahan Umayyah, Yahya bin said selaku petugas zakat mal di era kepemimpinan khalifah Umar Bin Abdul Aziz tidak sama sekali menemukan mustahiq zakat di waktu itu.
Aturan Islam telah berhasil memandu khalifah Umar bin Abdul Aziz memelihara keuangan kas negara dengan benar. Tanpa ragu dan pandang bulu, Khalifah umar membersihkan harta para pejabat dan keluarganya sendiri, serta memecat pejabat yang korup. Sehingga, kecurangan dalam kas pemerintahan dapat dihentikan.
Inilah salah satu dampak panjang keadaan umat setelah Rasulullah hijrah. Umat merasakan kesejahteraan karena pemimpin sholeh yang disupport oleh sistem yang benar. Wallahualam..

No comments:
Post a Comment