Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Butuh Sistem Terbaik agar Ekonomi Negara Meningkat

Saturday, December 09, 2023 | December 09, 2023 WIB Last Updated 2023-12-08T22:32:16Z


Oleh Nazwa Hasna Humaira

Aktivis Dakwah


Saat ini pemerintah Kabupaten Bandung mengimbau kepada para pemuda untuk mampu mengoptimalkan transformasi ekonomi berbasis digital. Pasalnya, peran generasi muda menjadi unsur lokomotif perubahan atau agent of change dan sebagai aset untuk memajukan ekonomi melalui ide-ide di bidang teknologi digital. Pemerintah berharap dengan pemanfaatan ini dapat membuat income negara semakin meningkat. (Bandungraya. Kamis, 23/11/23)


Indonesia yang sedang dalam keadaan krisis ekonomi tentu saja perlu mengupayakan berbagai hal agar dapat menyelesaikan krisis tersebut. Maka tak heran jika pemerintah pusat maupun daerah kali ini meminta generasi muda untuk berperan aktif mengerahkan potensi dan inovasinya membantu memulihkan ekonomi negara melalui teknologi digital.


Teknologi yang kian hari semakin berkembang membuat segala hal di kehidupan pun perlu mengikuti alur kecanggihannya. Contoh kecilnya saja seperti berdagang, kini lambat laun semakin banyak yang membuka toko secara online. Selain praktis, menghemat waktu dan tenaga, konsumen pun tak perlu repot-repot datang ke lokasi sebagaimana aktivitas jual beli di pasar maupun warung. Cukup buka gadget, klik barang yang disukai, pilih metode pembayaran, selesai. Tunggu beberapa hari barang sudah sampai ke tangan konsumen.


Peran aktif generasi muda di era digitalisasi dapat diimplementasikan dengan cara meningkatkan literasi digital masyarakat. Hal tersebut sangat penting untuk mengakselerasi proses transformasi yang mampu mendorong pertumbuhan di sejumlah sektor di negeri ini. Lalu, pemerintah pun menyediakan akses informasi di media sosial akan pentingnya memahami teknologi. Sehingga, masyarakat akan lebih mudah mencari tau dan mempelajarinya, baik secara mandiri atau pun mengikuti organisasi.


Sayangnya, pemerintah belum maksimal memberikan fasilitas lengkap yang dapat menunjang para pemuda menggunakan teknologi untuk kemajuan peradaban, salah satunya menjadikan negara berdaulat secara ekonomi. Masih banyak warga yang tidak memiliki akses digital karena keterbatasan perangkat seperti gadget, komputer, laptop, dan  akses internet atau hal lainnya yang berhubungan dengan teknologi digital saat ini. Dengan begitu, generasi muda belum mampu sepenuhnya mewujudkan keinginan pemerintah jika fasilitas digital saja belum merata.


Terlebih lagi pemenuhan pokok masyarakat semisal sandang, pangan, papan, kesehatan, dan keamanan belum diberikan pemerintah. Padahal itu semua hak warga masyarakat yang menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Lalu bagaimana generasi akan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi negara jika mereka kesulitan untuk makan, sekolah, berobat,  atau memiliki tempat tinggal yang layak? 


Jika kewajiban pemimpin sudah terpenuhi, tentu masyarakat pun akan senang melakukan kewajibannya terhadap kemajuan bangsa dan negara. Akan tetapi dalam sistem saat ini yakni kapitalisme, peran negara dan pemimpin itu kian tercerabut. Rakyat selalu diminta kontribusinya untuk kemajuan ekonomi bahkan dipaksa (seperti pungutan pajak, zakat, wakaf, dll) sementara tugas negara untuk kesejahteraan mereka tidak terwujud. Negara hanya bertindak jika menguntungkan secara materi, sedangkan memenuhi kebutuhan rakyat dianggap merugikan. Inilah cara pandang kapitalisme yang segalanya berasaskan materi. Efeknya, permasalahan ekonomi tetap tak tertuntaskan hingga akarnya. Bahkan dengan memanfaatkan teknologi dan generasi muda sekalipun, rakyat tak mungkin sejahtera.


Berbeda halnya dengan sistem Islam dalam membentuk generasi muda agar berguna bagi negara atau pun masyarakat lainnya. Perhatian Islam yang besar terhadap generasi muda menunjukkan bahwa masa muda merupakan masa yang sangat penting dan masa yang paling berharga. Generasi muda merupakan rahasia kekuatan suatu umat, tiangnya kebangkitan, kebanggaan dan kemuliaan.


Islam juga memilki metode untuk mencegah dan menyelamatkan generasi dari kerusakan. Sistem ini akan mendidik dan mencetak generasi berkualitas tinggi dengan kepribadian Islam. Dengan cara: Pertama, menguatkan akidah setiap individu. Kedua, menerapkan aturan syariat di berbagai sektor kehidupan. Ketiga, memberlakukan sanksi tegas atas setiap pelanggaran syariat. 


Dengan diterapkannya aturan seperti ini, Islam akan melahirkan generasi yang unggul dan berpotensi yang kelak menjadi agent of change. Pemimpin pun tak akan memanfaatkan kemampuan mereka seperti dalam sistem kapitalis yakni hanya untuk pribadi dan bersifat materi melainkan untuk kemajuan Islam dan peradabannya.  


Kecanggihan teknologi yang kini kian berkembang, akan menunjang tersebarnya Islam dengan mudah. Dunia digital akan dijadikan wasilah dakwah dan jihad, bukan jalan mencari materi, karena  Islam memiliki berbagai sumber keuangan yang akan dikelola oleh negara atau individu sesuai jenis kepemilikan harta.   Negara akan mengelola sektor ekonomi dengan sebaik mungkin dan menjamin akan ketersediaan bahan pangan atau pun fasilitas yang mampu menunjang kehidupan umat dan makhluk hidup lainnya seperti hewan dan habitatnya.


Penguasa dalam sistem Islam akan mengutamakan keperluan umatnya seperti terpenuhinya kebutuhan pokok mereka kepala per kepala, memberikan dana usaha/modal untuk para pedagang, menyediakan fasilitas pendidikan dan rumah sakit terbaik, serta memberikan rasa aman dan nyaman. Termasuk rasa aman dari penggunaan teknologi digital. Aplikasi dan media sosial semuanya berada dalam kontrol negara,  termasuk informasi, foto atau video yang tidak sesuai syariat akan diblokir negara. Semuanya akan terkondisikan untuk syiar Islam  dan kemaslahatan umat. Para generasi pun akan turut terkondisikan untuk berinovasi positif yang bermanfaat untuk peradaban Islam  sebagaimana masa kegemilangan Islam saat menjadi mercusuar dunia. Terutama abad kekhilafahan Abbasiyah dan Utsmaniyah sebelum runtuh (1924 M) oleh agen Inggris laknatullah Mustafa Kemal Attaturk.


Pemimpin dalam negara Islam selain mampu memanfaatkan kemajuan teknologi, juga akan membatasi bahkan menutup pintu investasi yang sifatnya untuk menguasai  dan merampas hak publik. Alhasil, masyarakat yang berada dalam naungan sistem Islam ini akan merasakan secara riil kesejahteraan, kenyamanan, dan ketentraman. Sehingga, para generasi muda pun akan giat belajar untuk mengasah potensinya, memberikan karya terbaiknya untuk dunia Islam dengan fasilitas lengkap yang sudah disiapkan negara.


Itulah negara yang mampu membawa teknologi dan generasi sebagaimana mestinya. Yakni negara yang berfungsi sebagai pengurus dan pelayan sekaligus pelindung mindset generasi dari keburukan teknologi agar terwujud agent of change hakiki yang melanjutkan estafet perjuangan Rasulullah. 

Rasulullah saw bersabda:


 “Masing-masing dari kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya...” (HR Abu Dawud)


Wallahu’alam Bi ash-Shawwab

×
Berita Terbaru Update