Sudah tak heran lagi kalau bahan pangan yang semakin tinggi di Negeri kapitalis ini.
Di tengah-tengah kemiskinan yang mirisnya saat itulah bahan pangan semakin menjulang tinggi, masyarakat tak mampu semakin tercekik, banyak sekali keluhan-keluhan yang dilontarkan oleh masyarakat tak mampu.
Di lansir dari Liputan 6 .com, Jakarta Harga pangan di sejumlah daerah terpantau mengalami kenaikan, mulai dari beras hingga cabai rawit merah. Ternyata, beberapa warga pun mengeluh akibat kenaikan harga pangan ini.
Salah satu diungkap oleh waluyo, seorang warga di kawasan Petukangan, terbebani dengan kenaikan harga utamanya yang sering dikonsumsi.
Dia khawatir harga ini bisa berlanjut hingga momen pervantian tahun. Pasalnya, pada momen Natal dan Tahun baru ( Natura) biasanya harga pangan ikut naik terkena imbas meningkatkan permintaan.
Iya, sekarang sembako pada naik semua. Beras naik, cabai naik, gula naik, bikin berat. Soalnya kan yang biasanya uang satu juta bisa cukup buat beli sembako sebulan jadi kurang dan harus ngeluarin uang dari cost lainnya," ungkap dia kepada liputan6.com.Minggu (26/11/2023).
Mahalnya harga pangan menunjukkan negara gagal menjamin kebutuhan pangan murah. Negara seharusnya melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kenaikan harga karena berbagai persoalan. Namun hari ini mustahil terwujud ketika negara hanya menjadi regulator.
Negara seharusnya mampu mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan dengan berbagai cara sehingga Masyarakat selalu terpenuhi kebutuhan akan bahan pangan dengan mudah.
*Berbeda bila Islam diterapkan*
Islam menjadikan penguasa sebagai ra'in yang wajib mengurus rakyat dan memenuhi kebutuhannya. Negara harus melakukan segenap cara untuk mewujudkan hal itu. Dan Islam memiliki berbagai mekanisme untuk menjaga kestabilan harga pengan di tengah umat.
Islamlah satu-satnya sistem pemecah masalah atas semua problematika umat, marilah kembali kepada aturan-aturan Islam, yang di dalamnya seluruh kebutuhan rakyat tak mampu ditanggung kebutuhannya. Wallahu a'lam bisowab.

No comments:
Post a Comment