Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Isu Penculikan Anak Marak, di mana Peran Negara?

Tuesday, February 07, 2023 | Tuesday, February 07, 2023 WIB Last Updated 2023-02-07T03:55:37Z

Oleh Siti Mukaromah
Aktivis Dakwah

Akhir-akhir ini marak kejahatan, dari tawuran remaja, pencurian dengan berbagai alasan, hingga  pembegalan yang berujung pada pembunuhan. Belum hilang dari ingatan kita akan keresahan orang tua di bulan ini tentang kasus pemerkosaan siswi TK (Taman Kanak-kanak) yang dilakukan  anak SD (Sekolah Dasar) di Mojokerto. 
Kini orang tua kembali diresahkan dengan isu penculikan anak di bawah umur.

Dikutip dari republika.co.id (31/1/2023), KPAI  mengingatkan orang tua bahwa ada modus kejahatan berjejaring dalam penculikan anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespons berbagai info tentang penculikan di beberapa tempat. Apalagi, isu penculikan anak telah membuat banyak orang tua menjadi khawatir.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan, kasus penculikan anak harus disikapi secara holistik. Sebab, dari setiap kasusnya, penculikan anak bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Isu penculikan anak di bawah umur di Jakarta dan beberapa daerah yang beredar di media sosial telah meresahkan masyarakat. Dalam foto yang beredar di media sosial, dinarasikan bahwa target korban penculikan merupakan anak-anak dengan rentang usia 1-12 tahun. Pihak kepolisian memastikan, pesan berantai isu penculikan anak itu adalah kabar bohong atau hoaks.

Isu hal-hal seperti ini kerap terjadi di sekitar kita. Kejadian-kejadian kejahatan dan kekerasan yang terjadi kerap sampai ke telinga kita. Kekhawatiran akan keselamatan diri sendiri dan keluarga seolah selalu mengintai dan mengancam kita di manapun kita berada. Kejahatan bisa saja terjadi di sekitar kita. Sayangnya, meskipun kejadian seperti ini berulang kali terjadi, hal ini tidak  membuahkan solusi. 
Bahkan tidak membuat para pelaku kejahatan jera untuk melakukan perbuatanya. 

Berbagai masalah kejahatan yang menimpa kita saat ini tidak terjadi secara kebetulan. Sekularisme ikut andil dalam menciptakan keresahan, kekhawatiran dan kerusakan pada hari ini. Sekularisme membawa dampak buruk bagi pola pikir dan pola sikap manusia. Pemikiran yang jauh dari agama tidak membuat mereka sadar bahwa segala perbuatan kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt, Sang Pencipta.  Berbagai cara melakukan aktivitas dilakukan agar bisa menaikkan eksistensi diri untuk viral, termasuk isu-isu hoaks yang tidak bertanggung jawab, demi mendapatkan pundi-pundi rupiah dengan cepat. Mereka tidak lagi memikirkan dampak yang terjadi. Tanpa sadar, mereka  terjebak dalam perilaku imoral.  Akibatnya, tindak kriminal marak terjadi. Bahkan nyawa manusia tidak lagi berharga, karena nafsu lebih diagungkan. 

Sekularisme membuat manusia jauh dari agamanya. Urusan agama dan kehidupan dipisahkan. Manusia digiring hanya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia semata, tanpa memerhatikan akhirat. Sedangkan pola hidup kapitalis melahirkan manusia yang hanya memandang materi sebagai tujuan hidupnya.

Pendidikan sistem kapitalis sekuler telah nyata gagal. Sistem ini hanya mencetak generasi yang berorientasi pada materi.  Tidak sedikit orang yang menghalalkan segala cara hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya. 

Peristiwa ini layak mendapatkan perhatian serius, terutama dari  pemimpin rakyat. Negara seharusnya menjamin rasa aman, mengendalikan dan mengakhiri tindak kejahatan.  Penguasa saat ini malah  menyibukkan diri dengan berbagai proyek pembangunan IKN (Ibu Kota Negara). Hal ini mereka lakukan demi menarik investor pembangunan IKN. Sementara, rakyat terkesan tidak boleh menggantungkan asa hidupnya pada negara.
Rakyat dipaksa mandiri dalam mencari nafkah, demi  mempertahankan hidup dan keamanan nyawanya.

Dalam Islam, negara wajib: 
- Menjamin keamanan bagi warganya. 
Masyarakat juga mendukung dan memberikan kontrol sosial terhadap lingkungan sekitarnya. Negara merupakan pilar tertinggi, yang menentukan arah pandang pendidikan sesuai sistem Islam. Akidah Islam menjadi aspek terpenting yang ditanamkan kepada generasi, tidak hanya berfokus pada materi. Akan tetapi juga menitikberatkan pada 'syakhsiyah Islam', yang meliputi pola pikir dan sikap Islam.

- Menyaring berbagai informasi yang dapat merusak moral, dengan hanya memberikan layanan beragam konten berkualitas yang diakses oleh masyarakat. Segala bentuk informasi yang beredar di dalam negeri akan tersaring sedemikian rupa, sehingga tidak ada informasi hoaks, lebih-lebih bertentangan dengan hukum syara'.

Di masa pemerintahan Islam (Daulah Islam), ada peristiwa di mana pakaian seorang muslimah yang berbelanja di Pasar Bani Qainuqo' disingkap oleh orang  Yahudi dengan sengaja. Ketika muslimah ini berteriak meminta tolong, seorang laki-laki muslim datang membantunya dengan membunuh orang Yahudi tersebut. Sehingga laki-laki muslim ini juga dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang mendengar kabar ini segera menyiapkan pasukan untuk mengepung kaum Yahudi, hingga mereka menyerah, dan terusir dari Daulah Islam.

Di bawah naungan Islam, rakyat tidak perlu merasa takut dan terganggu. Seorang pemimpin akan bertindak tegas mengambil keputusan, tanpa menunggu jatuh korban atau menundanya. Tidak ada sistem yang lebih unggul daripada peradaban Islam dalam mengurusi umatnya. Islam mengajarkan bagaimana menyayangi dan mencintai sesama, tegas memerangi kemusyrikan. Islam memberikan solusi tuntas di setiap masalah umat.

Tidakkah kita rindu syariat Islam diterapkan kembali?  
Dengan demikian, tidak akan ada lagi kekhawatiran dan kejahatan di sekitar kita, hingga Islam akan kembali menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Wallahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update