Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kenaikan Harga Telur Bukti Kebijakan Pangan Semakin Ngawur

Thursday, September 01, 2022 | Thursday, September 01, 2022 WIB Last Updated 2022-09-01T08:56:55Z

Oleh: Erlike Handayani
Pemerhati Remaja

Masyarakat kembali dibuat sibuk untuk memenuhi kebutuhan pangan. Pasalnya harga salah satu komoditas pangan yang menjadi sumber kebutuhan protein meloncat tinggi. Diketahui  harga telur ayam beberapa hari ini menembus Rp30 ribu per kilogram. Lonjakan harga telur ini terkait berbagai faktor, di antaranya pemangkasan populasi ternak yang berimbas pada menurunnya produksi telur. Liputan6.com, Purbalingga (25/8/2022)

Disusul dengan pendapat Menteri Perdagangan dan penjabat tinggi lainnya semakin membuat hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap tugasnya mengurusi perekonomian. Bantahan yang dilontarkan oleh Mendag terhadap kenaikan harga telur justru tidak berpengaruh sama sekali.

Dikutip dari Kuparan Bisnis 25/8/2022, Bahwa Zulkifli Hasan menyebutkan kenaikan harga telur disebabkan karena kebijakan Kementerian Sosial yang merapel bantuan sosial. Namun sebaliknya, Menteri Sosial justru membantah hal demikian. Sri Rismaharini menyatakan bahwa kenaikan harga telur tidak ada kaitannya dengan bantuan sosial (bansos).

Tumpang tindih pendapat demikian memperlihatkan, betapa kebijakan pemerintah terhadap harga bahan pangan semakin ngawur. Tidak adanya kemampuan meriayah rakyat agar terpenuhinya kebutuhan pokok jelas menjadi bukti nyata tidak terealisasi sama sekali. Bahkan kenaikan harga telur ini juga sangat berpengaruh pada pelaku usaha mikro UMKM yang banyak menjadikan telur sebagai bahan utama dalam membuat panganan usahanya. Lantas bagaimana seharusnya negara dalam menjaga kestabilan harga pangan tersebut?

Islam sebagai solusi dalam setiap permasalahan perekonomian. Islam mewajibkan negara menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan public dengan menata secara fair atau adil dalam aktivitas produksi hingga distribusi oleh warga negara.  Pelaksanaan ekspor impor serta produksi dan distribusi harus dikelola oleh negara dengan benar. Serta membatasi keterlibatan aktor asing dalam aktivitas pelaku ekonomi. 

Selain itu melakukan pengawasan ketat terhadap pelaku penimbunan ataupun permainan pasar yang tidak sehat. Sehingga jaminan harga pasar terutama telur bisa dikendalikan dengan stabil tanpa adanya campur tangan asing dan pemilik modal. 

Tanggung jawab negara terhadap ekonomi masyarakat sangat dibutuhkan, bahkan menjadi kewajiban bagi negara dalam menjalankan segala perintah Allah sesuai apa yang telah ditetapkan dalam aturan Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, 

“Imam (Khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Ahmad, Bukhari) 

Jika aturan Islam diterapkan, maka tidak akan muncul kebijakan ngawur serta kesenjangan harga pangan.

Wallahu’alam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update