Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragedi Palestina, Fakta Muslim Butuh Junnah

Thursday, May 05, 2022 | Thursday, May 05, 2022 WIB Last Updated 2022-05-04T21:49:19Z



Oleh: Ummu Al Fatih 

(Aktivis Muslimah)


Lagi dan lagi, seperti sebuah tradisi bulan ramadhan. Israel kembali melakukan penyerangan terhadap muslim palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur pada pertengahan ramadhan ini ketika ribuan jemaah sedang berkumpul untuk melaksanakan sholat subuh pada jumat dini hari (15/4/22). Akibatnya, setidaknya ada 158 warga terluka karena kekerasan ketiga pasukan Israel menahan ratusan warga, seperti dikutip dari Aljazeera, Sabtu (16/4/22).


Dari video yang beredar menunjukkan warga palestina bertahan dengan melemparkan batu dan polisi Israel menembakkan gas air mata dan granat. Warga pun membarikade diri mereka di dalam masjid di tengah tembakan gas air mata. Bahkan polisi Israel juga menghalang halangi mobil ambulans dan paramedis yang akan melakukan pertolongan ke dalam masjid. Tidak sampai di sini gambaran kebrutalan pasukan Israel, lembaga layanan medis Bulan Sabit Palestina mengatakan bahwa salah satu penjaga di lokasi telah ditembak dibagian mata dengan peluru berlapis karet. Warga menyaksikan Israel mengerahkan polisi besar-besaran untuk provokasi. 400 orang warga yang ditangkap dalam penyerangan tersebut. Itu adalah kekerasan paling serius ditempat suci selama kurun waktu satu tahun.


Juru kamera palestina Rami al-Khatib yang menjadi saksi mata dalam penyerangan tersebut mengatakan “ mereka (pasukan Israel) mengosongkan kompleks itu. Mereka menyerang staff masjid, orang biasa, orang tua dan orang muda. Ada banyak orang yang terluka, mereka menembakkan peluru karet didalam kompleks masjid Al-Aqsa. Mereka memukul semua orang, bahkan paramedis, mereka memukul mereka.” Kata al-Khatib yang mengalami patah tangan.


Kejahatan perang Israel terhadap Palestina telah terjadi selama 74 tahun dan tidak pernah mendapat perhatian yang serius dari dunia internasional. Dunia internasional menjadi bisu. Bahkan media internasional juga melakukan standar ganda dengan membatasi postingan tentang Palestina. Berbanding terbalik dengan yang terjadi saat Rusia menginvasi Ukraina, seluruh perhatian dunia seakan tersedot kesana. Bahkan para penguasa negeri muslim pun tidak banyak bertindak, hanya sekedar pernyataan “mengecam” saja tanpa aksi nyata. Negeri-negeri muslim tersandera dengan konsep united state dan perjanjian internasional. Kemana hak asasi manusia yang mereka dengungkan? Tentu saja itu digunakan hanya untuk selain muslim.


Palestina berdiri dengan kakinya sendiri melawan kejamnya Israel selama puluhan tahun. Mereka berjuang sendiri menjaga Al Aqsa. Kaum muslimin hanya bisa menangis melihat saudara seakidah berada dalam perang tak berkesudahan. Anak-anak dipaksa dewasa untuk bisa memahami keadaan sekelilingnya. Para wanita harus sekuat tenaga melindungi diri dan kehormatan mereka dari tangan kotor tentara Israel. Para lelaki hanya punya pilihan “lawan”. Ramadhan penuh perjuangan, betapa tergambar dalam diri muslimin Palestina.


Israel semenjak awal kedatangannya sudah melakukan berbagai kezaliman. Upaya genosida, merebut wilayah, penyiksaan, pemerkosaan dan penyerangan tanpa henti. Dengan dukungan  tanpa syarat negara adidaya AS dibelakang semakin menambah jumawa. AS adalah sekutu abadi zionis Israel, karena mempunyai kepentingan untuk menjaga tampuk kekuasaan dengan memelihara konflik di negara-negara Islam.


Palestina adalah masalah semua kaum muslimin. Kekejaman Israel tidak bisa diselesaikan hanya oleh dua negara. Kita tidak bisa berharap kepada negara barat untuk menyelesaikan konflik ini.  Palestina tidak hanya butuh bantuan makanan dan obat-obatan. Palestina butuh junnah, butuh pelindung tanpa takut dengan gunjingan dan ancaman internasional. Seperti ketika tanpa ragu khalifah Al Mu’tashim Billah mengerahkan pasukan daulah untuk membela perempuan dari kekejaman tentara Romawi. Peristiwa Amuriyah yang menjadi jejak sejarah agung tentang Junnah.


Demikian juga dengan permasalahan umat muslim dibelahan dunia manapun yang selalu mengalami kehinaan dan kezaliman. Umat Islam harus tahu hal ini disebabkan karena tidak adanya pemimpin yang menegakkan Islam secara komprehensif (kaffah). Umat Islam membutuhkan kepemimpinan yang khas yang mengatur urusan umatnya dan menjalankan politik luar negeri diatas akidah dan syariah. Yang mampu menyatukan kekuatan seluruh umat Islam didunia tanpa sekat negara dalam ikatan akidah. Yang menyingkirkan kezaliman dan menyelesaikan konflik. Menjadi pembeda antara hak dan bathil secara jelas. Umat manapun akan bisa melihat dan merasakan secara langsung keadilan, keamanan, ketentraman dan kesejahteraan dalam naungan Islam. Hal ini bisa terwujud dengan Khilafah Islamiyah. Wallahu alam bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update