Oleh: Tiur
Aktivis Muslimah di Depok
Ramadhan telah berlalu. Namun, di bulan itu terdapat fase ketiga, sebagai hari puncaknya 10 malam terakhir. Biasanya kalau sudah 10 hari terakhir bulan Ramadhan ada saja kesibukan kita, apalagi kalau bukan karena lebaran yang sudah menanti di depan mata. Mulai dari persiapan mudik ke kampung halaman, belanja baju baru sampai menuntaskan acara bukber di luar. Sehingga membuat shaf shalat di masjid semakin maju alias sedikit jamaahnya.
Tapi tahu enggak sih, di antara 10 hari terakhir ini ada satu malam yang sangat spesial. Namanya Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Malam Lailatul Qadar dikenal dengan malam seribu bulan. Pahala yang didapatkan saat kita melaksanakan amal shalih di malam itu lebih baik dari kita melaksanakan ibadah selama 1000 bulan penuh. Dan, kemuliaannya juga tertuang jelas dalam surah al-Qadar. Dalam hadits juga Rasulullah SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam yang terakhir di bulan Ramadhan” (HR Bukhari).
Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan yang Allah janjikan dengan hadirnya malam Lailatul Qadar yakni pada saat Lailatul Qadar ini lah Allah SWT menurut Al-Qur’an secara sempurna. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Qadar ayat 1 yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
Al-Qur’an menjadi pedoman hidup dan harapan bagi bangkitnya peradaban mulia, yaitu peradaban Islam. Dan para Malaikat pun turun membawa Al-Qur’an, menebar rahmat dan keberkahan. Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an itu pada malam yanga penuh keberkahan dan Sesungguhnya kami lah yang memberi peringatan” (TQS ad-Dukhan ayat 3).
Maka dari itu, kita harus perbanyak istigfar dan memperbanyak amal shalih di penghujung bulan Ramadhan, salah satunya dengan cara berdiam diri di masjid (i'tikaf) dalam rangka mendapatkan ridha Allah SWT. Nabi SAW pun menghidupkan malam tersebut dengan shalat, doa, tilawah Al-Qur’an dan ketaatan yang lainnya. "Apabila Nabi SAW telah berada di 10 hari terakhir di bula Ramadhan. Beliau mengencangkan sarungnya, Nabi menghidupkan malam-malamnya (dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an), doa-doa dan Nabi membangunkan keluarganya” (HR Muslim).
Lailatul Qadar menjadi hadiah terbaik di malam bulan Ramadhan. Ramadhan tempat untuk kita melatih diri menjadi pribadi yang senantiasa dekat dengan Allah SWT, tunduk dan terikat dengan aturan Allah, hidup dengan aturan-Nya yang sempurna. Semoga di akhir Ramadhan kita bisa menjadi pemenang dan menjadi insan yang lebih bertakwa dan menerapkannya setelah Ramadhan berlalu.[]

No comments:
Post a Comment