Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Benarkah Indonesia Merdeka

Friday, August 20, 2021 | Friday, August 20, 2021 WIB


Oleh: Izzatunnisa

Tujuh belas agustus, menjadi tanggal bersejarah bagi Indonesia. Karena, pada tanggal ini di tahun 1945, Indonesia di nyatakan bebas dari penjajahan. Tepat 76 sudah Indonesia merdeka. Namun, situasi yang terjadi saat ini membuat kita bertanya-tanya. Benarkan Indonesia merdeka?

Jika kita membuka kamus besar bahasa Indonesia, maka akan kita temukan bahwa makna merdeka adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa. Sehingga, kita sepakat bahwa kemerdekaan adalah realita yang di dambakaan oleh setiap orang. Sedangkan penjajahaan adalah tindakan tidak manusiawi yang harus di hapuskan di atas dunia. Namun, apakah benar kesepakatan kita melahirkan suatu kesadaran akan kondisi yang terjadi saat ini. Mari kita coba menelusuri kembali bagaimana kondisi negeri ini. sudahkah benar-benar merdeka? 

Pertama, dari Ideologi. Indonesia, tampak dalam penetapan kebijakan selama ini telah menggunakan Ideologi Kapitalisme dalam menjalankan roda kehidupan meski tidak di klaim demikian.Namun, realita di lapangan membutikan hal tersebut. Idologi Kapitalisme adalah Ideologi yang berasal dari Barat dengan akidah sekularismenya telah berhasil menjadikan masyarakat bahkan pemerintah seringkali mengikuti kehendak hawa nafsunya dalam memimpin.

Kedua, dari aspek politik. Kita seringkali melihat terjadinya perselingkuhan antara penguasa dengan pengusaha. Banyak produk hukum yang berpihak pada pada Kapitalis, padahal itu merugikan rakyat. Contohnya saja UU Omnibus Law Cipta Kerja, UU Minerba, dan lainnya. Sudah merdekakah kita dari aspek politik saat kebijakan politik sesuai pesanan pemilik modal?

Ketiga, dari aspek ekonomi. Sudah jelas tampak liberalisasi dalam sektor ini. Negeri yang kaya ini tenggelam dalam kubangan utang ribawi. Di lansir dari merdeka.com (24/07/21), Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah sampai akhir Juni 2021 sebesar Rp 6.554,56 triliun. Dan konsekuensinya, kekayaan dan kedaulatan negara tergadaikan juga. Indonesia yang di katakan gemah ripah loh jinawi dengan SDA yang begitu melimpah di bawah tanah dan dalam lautnya. Namun sayang, tidak menjadikan penduduknya sejahtera. Ralita yang terjadi adalah, SDA Indonesia masih di kuasai oleh asing, sedangkan rakyatnya harus menderita akibat kemiskinan. Di lansir dari Tribunnews.com (16/07/21), jumlah orang miskin di Indonesia menurut catatan BPS pada Maret 2021 sudah mencapai 27,54 juta orang. Jumlah ini membuat tingkat kemiskinan mencapai 10,14 persen dari total populasi nasional. Jika dibandingkan pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin meningkat 0,36 persen atau naik 1,12 juta orang. Di saat yang sama, negara sudah kehilangan empati dengan memeras rakyat dengan penarikan pajak yang beraneka ragamnya. Sudah merdekakah kita dengan realita ini?

Keempat, pendidikan sebagai sektor vital dalam suatu negara, tidak lepas dari cengkraman para Kapitalis. Alih-alih mampu mencetak generasi pemimpin bangsa yang berkepribarian Islam, sistem pendidikan saat ini menjadi pabrik yang melahirkan para budak industi. Intelektuualitas di peras untuk kepentingan korporasi.Pihak-pihak berduit ini dapat memesan kurikulum sesui dengan kebtuhannya. Maka sempurnalah liberalisasi dalam bidang pendidikan. Sehingga kita dapat saksikan banyaknya hasil-hasil riset tidak sejalan dengan kemampuan negeri ini dalam menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat. 

Kelima, pelayanan kesehatan hingga kini masih menjadi persoalan. Buruknya pelayanan dan mahalnya biaya kesehatan menjadi aspek yang seringkali di soroti. Terutama di masa pandemi ini. Pemerintah telah gagal memberikan pelayanan terbaik dalam sektor ini. 

Sehingga wajar, dengan sederet fakta ini stes sosial merebak di mana-mana. Peran negara antara ada dan tiada. Ini hanyalah sedikit gambaran mengenai kondisi negeri kita saat ini. Sudahkah di katakan merdeka jika demikian? Ideologi Kapitalisme yang di terapkan atas negeri ini telah sukses menjadikan Indonesia sasaran penjajah negara kapitalistik. Jika kita ingin mencari solusi, maka penting bagi kita untuk mengingat ucapan emas dari Imam Malik rahimahullah, “Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan sesuatu yang memperbaiki generasi awalnya.” 

Islam sebagai sebuah Ideologi melahirkan aturan dalam segala aspek kehidupan yang berasal dari pencipta manusia yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala, telah terbukti berhasil membawa negara Islam, Khilafah kala itu menjadi mercusuar dunia dan terbebas dari cengkraman asing selama berabad-abad lamanya. Maka sudah saatnya kita menerapkan Islam sebagai sebuah Ideologi sebagaimana negara Islam dulu telah berhasil menerapkannya.

Mari kita renungkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'alaa ini,
أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah: 50)

Wallahu’allam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update