Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Terlindungi dengan Sistem Islam yang Hakiki

Saturday, August 14, 2021 | Saturday, August 14, 2021 WIB

Oleh : Khansa Mustaniratun Nisa
(Mentor Kajian Remaja)

Tanggal 23 Juli setiap tahunnya, terkhusus di Indonesia, menjadi tanggal peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Hampir semua lembaga dan  perangkat negara memperingati HAN ini. Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung, Muhammad Hairun mengungkapkan, kualitas anak sangat menentukan kemajuan suatu bangsa. Maka dari itu, perlu adanya pemenuhan terhadap hak-hak anak. Guna mewujudkan hal tersebut, sejumlah upaya telah dilakukan Pemkab Bandung, antara lain dengan terus memperbaiki sektor pendidikan dan kesehatan. (timesindonesia.co.id, 30/7/21)

Kesehatan

Meski peringatan HAN setiap tahun digelar, faktanya, hingga saat ini masih banyak persoalan yang dialami anak-anak. Persoalan yang kini menjadi perhatian adalah terkait kesehatan anak di tengah pandemi Covid-19. Ada sekitar 12,5% dari anak-anak terpapar Covid-19. Data IDAI juga menunjukkan tingkat kematian mencapai 3—5% dan menjadi tingkat kematian tertinggi di dunia.

Pendidikan

Selama pandemi, sektor pendidikan pun sangat disorot. Ini karena saat pembelajaran online, banyak sekali permasalahan muncul seperti kendala sinyal yang akhirnya mempengaruhi proses belajar mengajar. Belum lagi kendala bantuan kuota yang tidak merata, dan berbagai macam problem lainnya yang akhirnya merembet pada masalah ekonomi.

Masalah Lainnya

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam Catatan Akhir Tahun (Catahu) menilai seperti apa perlindungan anak di era pandemi Covid-19.

Pada Catahu ini, kasus tertinggi terjadi pada kasus kluster keluarga dan pengasuhan, kemudian dilanjut klaster pendidikan, klaster anak berhadapan hukum serta klaster pornografi. Selanjutnya klaster trafficking (perdagangan anak) dan eksploitasi anak, klaster sosial dan anak, klaster hak sipil dan partisipasi serta klaster kesehatan dan napza. Belum lagi masalah lainnya seperti stunting dan kejahatan seksual yang kerap terjadi pada anak-anak.

Fakta-fakta tersebut jelas menunjukkan bahwa anak Indonesia belumlah terlindungi.

Peringatan HAN setiap tahunnya hanyalah seremoni belaka, memberikan janji perlindungan yang tak kunjung dipenuhi.
Perilaku buruk ini adalah buah dari rakusnya keuntungan materi dan kosongnya agama dalam kehidupan. Inilah wajah sekularisme kapitalisme yang tega membiarkan anak menderita.

Sistem ekonomi kapitalisme secara nyata berpihak pada orang kaya dan memiskinkan rakyat yang lemah. Prinsip pasar bebas membuat rakyat yang lemah tak berdaya dan memberikan berbagai dampak buruk pada anak. Putus sekolah, anak terpaksa bekerja, atau dinikahkan paksa adalah kenyataan pahit yang terjadi. Beban berat orang tua dan kerasnya persaingan hidup berakibat terjadinya kekerasan terhadap anak.

Hanya Islam Yang Mampu Memberikan Perlindungan Hakiki Pada Anak

Perlindungan anak yang hakiki hanya akan diperoleh ketika syariat Islam diterapkan secara kaffah. Islam mewajibkan negara untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya, termasuk anak, sehingga anak dapat hidup aman, dan tumbuh kembang sempurna.

Sistem ekonomi Islam akan memastikan semua individu rakyat hidup sejahtera. Islam juga memiliki sistem kesehatan yang mampu menjamin setiap anak mendapatkan layanan kesehatan bahkan secara gratis, sehingga anak dapat tumbuh sehat.

Islam juga memiliki sistem pendidikan berkualitas tanpa biaya, sehingga setiap anak dapat bersekolah sampai jenjang pendidikan tinggi.

Saat terjadi wabah, negara yang menerapkan aturan Islam akan sigap mengambil langkah lockdown pada daerah yang terpapar guna memutus rantai penularan. Bagi daerah yang lain maka aktivitas berjalan normal seperti biasanya. Dengan demikian, roda perekonomian dan lainnya tidak akan terhambat.

Islam juga menetapkan adanya keimanan kepada Allah dan Hari Akhir, sehingga setiap individu menyadari adanya pertanggungjawaban kepada Allah. Sebagaimana hadits Rasulullah saw.:

"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan ketakwaan yang kuat, semua individu juga orang tua termasuk pemimpin negara akan senantiasa memberikan perlindungan terbaik kepada anak-anak.

Demikianlah Islam memberikan solusi tuntas atas berbagai problematika kehidupan. Tak rindukah kita pada sistem yang terbukti sangat mampu menyejahterakan manusia?

Wallaahu a'lam bish shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update